Pagi ini timeline dan notifikasi penuh dengan teman-teman yang share hari pertama anaknya sekolah, ada yang pre school, ada yang TK, ada yang SD bahkan ada yang SMP

Sabar Suzan, semua ada masanya, tidak sekarang tapi nanti

Masa dimana Suzan akan menikmati keriuhan dan kebahagiaan itu

Allah sangat sayang Suzan, sehingga permohonan itu masih disimpan rapi dan akan diberikan nanti

Ingat pagi ini Anggun share tentang hakikat do’a, Allah Lebih Tahu yang terbaik untuk umat-Nya

Ketidaktahuan kita selaku manusia akan gambaran masa depan, terkadang membuat diri merasa dihantui kekhawatiran yang berlebihan. Jika kita lebih dalam menyelami kitab suci Al Quran, sesungguhnya rasa takut dan khawatir tersebut tidak seharusnya muncul. Allah Swt telah ‘membocorkan’ sedikit rahasia-Nya kepada manusia agar tetap tegar dalam menghadapi kehidupan. Allah Swt berfirman: “… Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu…” (QS. Ghafir: 60).

Doa merupakan senjata yang dimiliki oleh orang-orang yang beriman dalam menghadapi seluruh permasalahan kehidupan. Namun demikian, tidak sedikit dari kita yang tidak sabar dalam menunggu terkabulnya doa-doa yang telah dipanjatkan. Padahal, Rasulullah Saw, telah menjelaskan dalam sebuah Hadits bahwa “Tidaklah seorang muslim yang berdoa dengan doa yang tidak mengandung dosa dan tidak untuk memutus tali kekeluargaan, kecuali Allah akan memberinya tiga kemungkinan: Doanya akan segera dikabulkan, atau akan ditunda sampai di akhirat, atau ia akan dijauhkan dari keburukan yang semisal.” (HR. Ahmad).

Subhanallah, tiga kemungkinan dalam Hadits tersebut semuanya mengandung kebaikan dan pada hakikatnya, tidak ada yang mengetahui hal terbaik bagi manusia kecuali Allah Swt. Hal ini dapat kita analogikan dengan kondisi pengamen yang sedang mencari nafkah di jalanan atau warung-warung kaki lima.

Pengamen pertama penampilannya tidak rapi dan bau, baru memetik senar gitarnya dan melantunkan satu bait dari lagu yang didendangkan, saat itu juga kita langsung memberikan selembar uang kepadanya. Sedangkan pengamen kedua, bertubuh harum dan berpenampilan rapi harus rela berkeringat menarik suaranya guna menyelesaikan satu buah lagu bahkan lebih dan barulah kita memberinya uang yang diharapkan.

Dalam kasus pengamen pertama terdapat dua kemungkinan: a) kita merasa kasihan kepada sang pengamen sehingga kita mengambil sikap untuk segera membantunya, dan b) kita merasa terganggu dengan kebisingan yang dirasa sehingga kita memutuskan untuk segera menghentikan ketidaknyamanan tersebut. 

Begitu juga dengan doa, bisa jadi Allah Swt menganggap kita sebagai hamba yang taat lagi membutuhkan serta doa yang kita panjatkan dinilai telah memenuhi adab dan syarat dikabulkannya sebuah doa, maka Allah kabulkan permintaan kita dengan segera. Akan tetapi, boleh jadi Allah Swt merasa ‘bising’ dengan permintaan-permintaan kita yang kadang bersifat memaksa. Dalam kondisi ini, Allah Swt kabulkan doa kita dan biarkan kita terbuai dengan kenikmatan sembari tetap melanggar larangan-larangan yang telah ditetapkan. Inilah yang disebut oleh para ulama dengan istidraj.

Sedangkan pada kasus pengamen kedua, kemungkinan besar kita menikmati suara dan lantunan lagu yang dinyanyikan sehingga kita memintanya untuk menuntaskan lagu tersebut dan pada akhirnya memberikan upah dengan nominal yang lebih besar dari yang diminta. Begitu juga dengan doa, tidak kunjung dikabulkannya doa yang kita panjatkan bukan berarti Allah Swt tidak mendengar dan menjawab doa kita tersebut, melainkan boleh jadi karena Allah Swt begitu sayang dan rindu akan munajat serta doa yang kita panjatkan di sela-sela tangis pada saat melakukan shalat malam dan ibadah-ibadah lainnya. Walhasil, Allah Swt mengabulkan doa kita lebih dari yang kita inginkan baik itu di dunia maupun di akhirat. Maka, yakinlah bahwa skenario Allah Swt itu indah.

Pada akhirnya, selaku hamba, kita dituntut untuk terus berdoa baik dalam suka maupun duka. Selain itu, kita juga tidak memaksa agar Allah Swt mengabulkan doa kita atau bahkan berburuk sangka kepada-Nya. Dalam sebuah Hadits Qudsi, Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt. berfirman: Sesungguhnya Aku mengikuti sangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku bersamanya apabila dia memanggil-Ku. (HR. Tirmizi).

#reminder #noteformyself at PALTV

View on Path

Ibadah Pagi dan Memuji Nama Allah

Bangunlah di pagi hari dengan memuji nama Allah Ta’ala yang telah menghidupkan kembali setelah kematian dalam tidur yang sementara. Bergegaslah menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu; yang di dalamnya ada aktivitas menghirup air ke dalam hidung, kemudian mengeluarkannya kembali. Di dalam hidung itulah, biasanya setan bersembunyi.

Rapikan badan, hiasi dengan pakaian terbaik dan wewangian yang dimiliki. Menghadaplah Shalat Tahajut kepada Allah Ta’ala dalam dua rakaat pembuka yang pendek sebagaimana disunnahkan oleh Rasulullah.

Tambahlah dengan dua, empat atau enam rokaat lagi, sesuai kemampuan terbaik yang kamu miliki. Rukuklah, sujudlah, berdoalah; dengan takut jika tak dikabulkan dan khawatir jika pinta itu ditolak.

Dengan satu, tiga, atau lima rakaat sebagai penutup malam sunnah witir yang Nabi pun tak pernah luput dari mendirikannya. Setelah itu, tunggulah Subuh dengan perbanyak memohon ampun kepada Allah Ta’ala. Itulah istighfar di waktu sahur yang pelaksanaannya dianjurkan langsung oleh Allah Ta’ala di dalam al-Qur’an.

Saat adzan Subuh mengalun syahdu mendayu, bergegaslah mendatanginya dengan semangat membaja. Iringi langkahmu dengan doa-doa yang disunnahkan. Kemudian, sampaikan pinta agar diri senantiasa dikuat dan istiqamahkan dalam taat kepada Allah Ta’ala.

Subuh, adalah pembeda. Hanya orang terpilih yang kuat mendawamkanya di awal waktu, berjamaah di masjid. Apalagi jika terazamkan agar tidak tertinggal takbir pertama imam. Allahu Akbar walilahil hamd.

Setelah subuh, bisa dioptimalkan untuk dzikir pagi, membaca, menghafal, atau menadabburi kalam-kalam Allah Ta’ala. Amat diutamakan jika bisa menjalanlannya hingga terbit kemudian melakukan shalat sunnah Syuruq.

Kemudian tatkala matahari mulai meninggi, saat hangatnya mulai terasa, jika pun di tengah-tengah kerja, sempatkanlah beberapa rakaat Dhuha sebagai salah satu bentuk syukur atas banyak nikmat yang telah Dia berikan.

“Dan tidaklah seorang hamba mendekat kepada-Ku dengan ibadah sunnah sampai Aku mencintainya,” demikian Firman Allah dalam hadits qudsi.

Jika Allah telah mencintai seorang hamba, “Maka Aku yang menjadi pendengarannya saat dia mendengar, Akulah yang melihat saat dia melihat, menjadi tangannya saat dia memukul, dan menjadi kakinya saat dia berjalan.”

Jika sudah mencapai taraf ini, lanjut hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari ini, “Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Kuberi; jika dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku lindungi; dan jika dia berdoa kepadaKu, pasti Aku kabulkan.”

Demikianlah, semoga Allah Ta’ala memberikan kekuatan agar kita istiqamah dalam taat. Aamiin Allahumma Aamiin

#reminder #noteformyself at Rumah Keluarga Gitok

View on Path

Ayo sekarang saatnya
Stop kekerasan pada anak

STOP Child Abuse “SPEAK UP”

Any kind of abusive treats toward children would leave a scar not merely physically, but worse of all, psychologically

We, the adults, have the really take care of this.
Since many of us, keep quiet, or don’t really know how harm full this would be

Laporkan bila ada kejanggalan
Hotline Komnas Anak
021-87791818

Silakan sebarkan
#sahabatanaknegeri
#stopchildabuseINA

View on Path

Senin kemarin Suzan nyobain serunya wahana AR BCA, nyetir Mercedes Benz S-Class, hadiah Utama Gebyar Tahapan BCA
Ada kompetisi AR ini loh hadiahnya Samsung S6
Ayo datang ke KCU Demang Palembang atau kota masing-masing
Rasakan sensasi nyetir Mercy S Class, foto dan bawa pulang hadiahnya
Kumpulin kupon banyak-banyak untuk ikutan Gebyar Tahapan BCA, semakin banyak transaksi semakin besar kesempatan jadi gak cuma nominal saldo tabungan, transaksi pake ATM BCA, e-banking, m-banking, bahkan bayar tagihan dapat kupon #RayakanMomen #RayakanPalembang @GoodlifeBCA

http://suzannita.com/serunya-gebyar-tahapan-bca-augmented-reality-competition/ – at Rumah Keluarga Gitok

View on Path

Senin kemarin nyobain serunya wahana AR BCA, keliling kota nyetir Mercedes Benz S-Class, hadiah Utama Gebyar Tahapan BCA
Ada kompetisi AR ini loh hadiahnya Samsung S6
Ayo datang ke KCU Demang Palembang atau kota masing-masing
Kumpulin kupon banyak-banyak untuk ikutan Gebyar Tahapan BCA, semakin banyak transaksi semakin banyak jadi gak cuma nominal saldo tabungan, transaksi pake ATM BCA, e-banking, m-banking, bahkan bayar tagihan dapat kupon

http://suzannita.com/serunya-gebyar-tahapan-bca-augmented-reality-competition/ – at Rumah Keluarga Gitok

View on Path

Nonton timnas malam ini sedih banget, ngeliat masa depan para pemain muda Indonesia 😩😩😩 #mananuranimupakmenporayangterhormat
Jika memang ingin membenahi sepakbola Indonesia bukannya membekukan PSSI pak, tapi penjarakan mereka yang korupsi pak, apakah bapak takut dengan orang-orang yang korupsi di PSSI, sehingga kau lumpuhkan PSSI.
Sepertinya bapak harus banyak belajar sepakbola dan sejarahnya. Baru Anda seorang Menpora yang membawa sepakbola Indonesia ke titik nadir kehancuran, membuat banyak orang menjadi pengangguran dan membuat mimpi Indonesia ke Piala Dunia pupus sudah.
Saya bukan membela PSSI benar tapi setidaknya PSSI federasi sepakbola yang diakui FIFA, dan Anda sebagai seorang Menteri Pemuda dan Olahraga di negeri ini seharusnya bisa membawa PSSI lebih baik dengan mengambil para koruptur di PSSI dan membina PSSI bukan membekukannya.
Sadarlah dan akuilah pak Menpora jika anda sudah berlaku egois dan melakukan kesalahan fatal. at Rumah Keluarga Gitok

View on Path

Bagi yang ingin mengembangkan bakat akting ini saatnya.
Palembang TV mengajak anda ikut casting pemain FTV
Syarat:
1. Minimal usia 5 tahun
2. Bisa akting
3. Mendaftar di Studio 2 PalTV
4. Pendaftaran gratis

Casting dilakukan pada Kumat, 1 Mei 2015 pukul 10.00 WIB sd selesai.

Peserta yang lolos casting akan mengikuti coaching clinic dan bermain dalam FTV yang akan tayang di PalTV.

Ayo, tempat terbatas! – with benny, Didi, Ranty Dwi, angga, syafik, Desmarina, ~°Dionvanjava°, indra”doank”, Sigit, Ahmad, Devi (cekdev), Muha, Djart, Budi, and yakobe at PALTV

View on Path