Evaluasi 2010

Wah, tidak terasa ternyata sudah menjelang pergantian tahun baru. Waktu begitu cepat berlalu, padahal rasanya baru tahun kemarin menuliskan refleksi 2009. Kali ini, saya sudah menuliskan kembali evaluasi perjalanan hidup di tahun 2010.

Jangan biarkan waktu membunuhmu 😀 . Bisa jadi tanpa kita sadari waktu akan membunuh kita, kalau kita lalai dengan waktu, karena waktu begitu cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali hari – hari yang telah berlalu.

Apa saja yang sudah saya lakukan di tahun 2010 kemarin ya. Entahlah masih begitu banyak pergulatan didalam hati ini. Tapi saya bersyukur Allah begitu sayang karena tak henti-hentinya selalu melimpahkan cahaya, rahmat dan hidayahnya kepada saya :D. Tidak ada yang lebih dari mensyukuri segala perjalanan hidup ini :D.

Hidup memang tak berjalan seperti apa yang kita pikirkan, hidup juga bukanlah perhitungan matematika yang selalu menghasilkan angka pasti.

Tahun 2010 ini saya menjadi Terbaik ke 2 di Sekolah Jurnalisme Indonesia Sumsel, Angkatan II. Rewardnya adalah si Revo hitam yang kini kutunggangi, sedangkan Smash kuberikan pada Ayah. 😀 . Memang tahun ini, belum terwujud untuk membeli mobil, tapi Allah ternyata tahu jika saat ini saya belum pantas untuk memiliki mobil 😀 . Semoga tahun depan Allah mempantaskan saya untuk memiliki mobil baru 😀 . Amien…

Selain itu, Alhamdulillah tahun ini saya bisa menikmati perjalanan ke Singapura dan merasakan wahana di Universal Studio 😀 . Dan yang tidak kalah spesialnya bisa berada di tengah-tengah perhelatan upacara Pelebon (ngaben) Ida Dwagung, Raja Puri Agung Peliatan IX. Jarang – jarang loh bisa menyaksikan hiruk pikuk upacara ngaben bagi Raja :D. Hmmm… semoga di 2011 saya bisa menjelajahi buana ke Eropa (mimpi boleh dong, selagi belum dilarang bermimpi :D).

Status… ???

Alhamdulillah , Allah masih percaya saya untuk melajang hingga sekarang :D. Positifnya adalah saya bisa pergi kemanapun yang saya mau, menentukan keputusan untuk hidup saya sendiri 😀 . Itu adalah bagian dari rasa syukur yang terhingga pada Allah SWT.

Jujur sih, di tahun 2 anggota komunitas malam senin Si Goiq sama Jafis melangkah untuk meraih sukses di luar kota Palembang, selain itu sebentar lagi mbak Lies juga akan terbang ke Pagaralam bertugas sebagai abdi negara (PNS, red) Sukses deh pokoknya buat para sahabatku 😀 *peluk-peluk*

So’ apa rencana di 2011.

Hmmm, tak ada rencana muluk – muluk koq, yakni lebih berbahagia lagi donk 😀

Enjoy this life 😀

Tulisan juga dipublish disini

Iklan

Buku ‘Sahabat Yang Baik’

Wah, saya cukup terkejut melihat perkembangan lemari buku saya, dan akhirnya ketika dicek di Goodreads, saya malah lebih terkejut lagi :D. Ternyata di tahun 2010 ini saya melahap 128 buku, hmmm… banyak ya padahal tahun 2009 hanya 55 buku.

Tahun ini memang pertumbuhan buku saya cukup lumayan, apalagi kalo sudah dikomporin sama Nike, asli dah tambah gak bisa ditahan belanja bukunya :D. Tapi hal ini lebih baik daripada saya menghabiskan uang hanya untuk beli pakaian atau sepatu. Toh, hasilnya jauh lebih bermanfaat buku :D.

Where Books are Good Friends

Toh dengan membaca kita akan membuka jendela dunia, seperti tag iklan sebelah 😀 . Karena kita harus membangun kebiasaan untuk terus menerus belajar atau menjadi manusia pembelajar yang senantiasa  haus akan informasi dan pengetahuan.

Seperti yang dikatakan oleh Henry Ford, pendiri General Motors yang mengatakan bahwa “Anyone who stops learning is old, whether at twenty  or eighty. Anyone who keeps learning stays young. The greatest thing in life is to Keep your mind young.”

Tidak peduli berapapun usia kita, jika kita berhenti belajar berarti  kita sudah tua, sedangkan jika senantiasa belajar kita akan tetap awet muda. Karena hal yang terbaik di dunia akan kita peroleh dengan memelihara pikiran kita agar tetap muda. Salah satunya dengan membaca 😀 .

“Read at every wait; read at all hours; read within leisure; read in times of labor; read as one goes in; read as one goest out. The task of the educated mind is simply put: read to lead.”
— Marcus Tullius Cicero

Semoga di tahun depan, saya semakin disiplin untuk membaca dan melengkapi koleksi buku di lemari perpustakaan saya 😀

Tulisan juga dipublish disini

Pindah Rumah

Alhamdulillah… akhirnya tahun ini saya bisa mewujudkan impian untuk bisa memiliki rumah baru, hmmm… ini bukan rumah dalam arti sebenarnya loh, saya memiliki rumah untuk blog saya.

Saya akhirnya memutuskan untuk menggunakan blog berbayar, entah ini keputusan terburu-buru karena terbawa nafsu atau karena memang menginginkannya. (nah malah jadi bingung ?!#$%?! ) .

Sebenarnya cukup disayangkan untuk meninggalkan blog ini, pasalnya blog ini sudah menemani perjalanan saya yang masih OOT dalam nge-Blog hingga sekarang. Sudah begitu banyak kisah dan cerita dari blog ini :D.

Entah mengakhiri tahun 2010 atau mengawali tahun 2011 , saya memutuskan meminta bantuan Nike untuk mewujudkan impian saya tersebut. Setelah 3 hari merepotkan Nike akhirnya taraaaa…… inilah Jurnal Suzannita 😀 . Selamat datang di rumah baru 😀

Terima Kasih Riedl

Terima kasih Alfred Riedl, seperti itulah kata yang harus kita ucapkan untuk pelatih Timnas Indonesia. Racikannya mampu membawa Timnas Merah Putih bermain memukau dalam ajang Piala AFF 2010. Nama pria kelahiran Wina, Austria, itu semakin dikagumi dan mendapatkan acungan jempol dari para penggemar sepakbola di Tanah Air.

Alfred Riedl mempunyai cerita sendiri kenapa dia selalu bermuka dingin dan jarang tersenyum. Setelah bertahun-tahun tanpa gelar, Riedl diberikan kepercayaan sebagai pelatih Vietnam. Riedl berhasil mengangkat Vietnam dan berjaya di sepakbola Asia Tenggara.

Karena prestasi gemilang Vietnam, Riedl begitu dicintai rakyat Vietnam berkat prestasi kerjanya selama enam tahun. Bahkan publik Vietnam mulai dari managemen, pemain hingga suporter rela menyumbangkan ginjalnya karena Riedl mengalami gagal ginjal dan harus menjalani operasi cangkok ginjal.

Akhirnya diputuskan seorang suporter fanatik mendonorkan ginjal untuk Riedl yang telah mengalami kelainan ginjal selama 12 tahun. Operasi pencangkokan lalu dilakukan di Wina Austria. Ia hampir kehilangan nyawa jika tidak segera mendapatkan donor ginjal. Operasi pencangkokan baru bisa dilakukan pada Maret 2007, hanya beberapa bulan sebelum turnamen Piala Asia digelar pada Juli 2007.

Karena hal tersebutlah, Riedl tak pernah tersenyum saat tim manapun kebobolan gawang. Karena Riedl menghargai hati para suporter. Ternyata dibalik wajah dingin Riedl tersimpan hati yang luas dan hangat 😀

Tulisan juga dipublish disini

Kami Bangga Menjadi Bangsa Indonesia

Euforia kemenangan  selama hampir satu bulan itu berakhir sudah. Pesta sepak bola Piala AFF 2010 kembali menasbihkan Indonesia sebagai finalis saja, bukan sebagai Jawara, ini kali keempat Indonesia sebagai Runner up.

Padahal boleh dikatakan ajang pesta bola bundar ini semula membuat Indonesia dijagokan sebagai jawara AFF namun sayangnya berakhir antiklimaks. Tim Garuda Indonesia yang begitu perkasa sejak babak penyisihan sampai semifinal tak sanggup membuat sejarah. Apa boleh buat, Malaysia-lah yang mengukir tinta emas, untuk pertama kalinya menjadi yang terbaik di festival sepak bola bangsa-bangsa Asia Tenggara ini.

Rasa pahit dan sakit berbaur dalam duka kesedihan. Tentunya ini harus menjadi perhatian dan pelajaran bagi seluruh pihak. Mulai dari aroma politis yang sengaja mendompleng Timnas.  Tapi apresiasi yang setinggi-tingginya diberikan untuk Alfred Riedl dan para pemain Timnas Indonesia yang telah berjuang habis-habisan.

Meski tidak membawa piala, namun tim asuhan Alfred Riedl  tetap mendapat acungan jempol, karena bukan alasan menang atau kalah namun yang terpenting semangat juang tinggi yang ditunjukkan oleh seluruh punggawa Garuda. Kegagalan ini hanya sebuah keberhasilan yang tertunda. Semoga hasil baik menjadi milik bangsa Indonesia, Amien.

Semuanya meneriakkan yel-yel ”Indonesia… Indonesia!” Garuda didadaku kebanggaan menjadi Bangsa Indonesia. Lihat saja Senayan yang dipenuhi para pendukung Merah Putih, bahkan di seluruh penjuru negeri banyak yang menggelar nonton bareng, dengan bangga merelakan waktu mereka untuk mendukung Indonesia. Tua, muda, ibu-ibu hingga anak-anak berbaur menjadi satu memberikan dukungannya. Aura yang begitu hebatnya tercurah dimana – mana, tidak hanya di Gelora Bung Karno,  Piala AFF 2010 ini menjadi  momentum kebangkitan prestasi sepak bola nasional, yang sudah begitu lama haus gelar juara.

Lagi – lagi selayaknya para pengurus PSSI, dapat melihat momen dan melakukan evaluasi agar tidak mengambil jalan pintas, namun mulai dari sekarang berani melakukan pembinaan sejak dini, menggiatkan lagi kompetisi, agar bisa melahirkan pemain berkualitas sebagai  kunci sukses tim nasional di masa mendatang.

Setidaknya hasil ini menjadi peringatan bagi bangsa Indonesia, masih banyak pekerjaan rumah sepak bola yang harus dikerjakan.  Garuda… Kami Bangga Menjadi Bangsa Indonesia!

Tulisan juga dipublish disini

Renungan di Hari Ibu

Selamat Hari Ibu buat semua Ibu di muka bumi ini…

Cerita ini dikutip dari email yang masuk ke inbox pagi ini, mari berbagi di hari Ibu, semoga cerita ini bisa memberikan pencerahan bagi kita semua :D.

Judul: ♥●•٠·˙ Kisah Nyata yg Mengharukan : Wanita itu Ibuku˙·٠•●♥

Ini adalah sebuah kisah lama yang patut dibaca dan direnungkan berkali- kali betapa baiknya ibunda kita, bagaimana besarnya pengorbanan ibunda kita dan seterusnya.

Kejadian ini terjadi di sebuah kota kecil di Taiwan, tahun pastinya sudah lupa. Dan sempat dipublikasikan lewat media cetak dan elektronik. Ada seorang pemuda bernama A be (bukan nama sebenarnya). Seorang anak yang cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat kaum hawa yang mengenal dia. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah dipromosikan ke posisi manager. Gajinya pun lumayan.Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor.

Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman-teman kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan perempuan single. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus pada A be.

Di rumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali. Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit di bagian kiri dan belakang. Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini terlihat seperti monster yang menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting.

Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung A Be. Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan routine layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat, seperti membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Bahkan wanita tersebut juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu-satunya A be. Namun A be adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya.

Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, A be selalu menjawab wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. “Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan.” jawab A be. Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya.

Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. A be mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali). Hal ini membuat A be menjadi  uring-uringan di rumah.

Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari ibunya, A be melihat sebuah box kecil. Di dalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan A be. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah.

Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun. Walau sudah usang, A be cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandung A be. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya.

Spontan air mata A be menetes keluar tanpa bisa dibendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, A be langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang ibupun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. “Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi”. Setelah sembuh, A be bahkan berani membawa Ibunya belanja ke supermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang,  A be tetap tidak perduli.

Biar bagaimanapun ibu kita tetaplah ibu kita….sampai ajal menjemput tak ada kata mantan ibu maupun mantan anak…

Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini ke dalam media cetak dan elektronik. Semoga cerita ini bermanfaat…

Cinta Pandangan Pertama Dengan Sony Ericsson W960

Siapa yang tidak mengenal Sony Ericsson dengan segala produknya. Jika sebagian masyarakat menggunakan produk Teknologi yang mengerti anda. Jika Sony Ericsson, pengguna  Sony Ericsson – lah yang mengerti teknologi. Artinya Sony Ericsson mengajak penggunanya untuk pintar dan smart dalam memilih dan menggunakan teknologi, layaknya memilih dan menggunakan Sony Ericsson.

Apakah anda sepakat dengan pernyataan ini?

Saya tidak memaksa anda semua sepakat dengan pernyataan saya, karena setiap orang memiliki argumen dan alasan tersendiri untuk memilih suatu produk.

Saya familiar dengan produk Sony Ericsson, saya adalah salah satu penggunanya. Pertama kali saya menggunakan handphone Sony Ericsson sejak perusahaan ini masih dengan bendera  Ericsson. Saya lupa typenya apa, 😀 . Handphone itu cukup bandel, saya menggunakan cukup lama loh.

Setelah bekerja saya membeli produk SE K600i di tahun 2006, handphone ini cukup memadai dengan mobilitas dan tuntutan pekerjaan saya sebagai seorang reporter. Saya tidak terlalu menyukai handphone dengan ukuran besar, karena biasanya saya suka menggantungkan handphone di leher. Alasannya saya termasuk orang kurang teliiti alias suka teledor.

Bahkan fiturnya juga cukup lengkap, ada Bluetooth, inframerah, kamera ganda untuk video call, FM radio. Dan yang menjadi andalan adalah pilihan konektivitas karena dapat berfungsi sebagai modem untuk komputer baik melalui kabel data USB atau Bluetooth.

Sebagai seorang reporter, pekerjaan menuntut saya untuk selalu mobile, terkadang rasa jenuh menghampiri jika menunggu terlalu lama didalam suatu kerja peliputan. Saya suka memanfaatkan lagu – lagu yang yang tersimpan di dalam handphone tersebut.

Hingga akhirnya saya bertemu dengan Sony Ericsson W960 yang membuat saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.

Saya bertemu dengan SE W960 ini milik kak Koer, fotografer Palembang Pos ini, pertengahan tahun 2007. Kak Koer langsung mempromosikan SE W960 miliknya yang baru dibeli tersebut.

Saya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan SE W960 ini, pasalnya karena bentuknya yang juga candy bar, dan memori yang besar untuk menyimpan koleksi lagu. Saya langsung bertekad untuk memiliki handphone tersebut. Setelah menyisihkan uang gaji setiap bulannya, akhirnya saya bisa membeli SE W960 pada awal 2008.

Pasti terlalu muluk ya, kenapa saya langsung jatuh cinta pada pada pertama dengan SE W960 ini. Menurut saya tidak, karena handphone satu ini layak mendapatkan acungan dua jempol :D. Sony Ericsson W960i adalah ponsel 3G, tertanam memori 8 GB terpadu dengan flash memory, UMTS (3G), plus Wi-Fi untuk konektivitas. Nah, jangan salah selain itu handphone ini memiliki kamera auto focus 3,2 megapiksel. Ponsel ini juga  layar sentuh loh dan terpadu dengan walkman player. Asli, komplit deh :D.

Namun sayangnya, saya terpaksa kehilangan handphone ini, saat saya liputan, dan itu menjadi keteledoran saya :D. Saya berduka dan tidak menggunakan handphone cukup lama. Sekitar 2 bulan tanpa handphone, Ayah, Ibu, adik dan teman sangat kerepotan untuk menghubungi saya. Akhirnya saya dipinjamkan handphone oleh Ayah :D. Terima kasih ya Ayah nan baik hati :D.