Hello November ๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™

Semoga banyak kebahagiaan di bulan ini, meski masih banyak resolusi yang belum tercapai.
Alhamdulillah begitu banyak rezeki, hadiah dan pelajaran kehidupan yang didapatkan sepanjang tahun ini.
Semoga ada resolusi yang tercapai hingga akhir tahun nanti.
Aamiin Allahumma Aamiin ๐Ÿ™

*lupakan kekalahan Chelsea ada Barca pelipur lara ๐Ÿ˜… – at Rumah Keluarga Gitok

View on Path

Kalau kau tidak mampu bersyukur maka apapun yang kau miliki tidak ada harganya.

Bersyukur untuk setiap pelajaran kehidupan, ambil hikmahnya untuk setiap hal yang terjadi.

โ€œSesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.โ€ (QS. Ibrahim [14]: 7). – at PALTV

View on Path

ุงูŽู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽูŠูู‘ุจู‹ุง ู†ูŽุงููุนู‹ุงย 

Allahumma shoyyiban naafiโ€™an

โ€œYa Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang membawa manfaat.โ€ (HR. Al-Bukhari)

Alhamdulillah…
Palembang diguyur hujan deras siang ini, setelah 3 bulan berperang melawan asap, semoga hujan ini bisa menghapus kabut asap dan memadamkan kebakaran lahan di seluruh negeri. – at PALTV

View on Path

Alhamdulillah Ya Rabb…

Untuk setiap nikmat yang telah Kau berikan untukku hingga saat ini, nikmat kesehatan, keluarga, sahabat, teman yang menyayangiku, reyang halal atapun nikmat kesempatan untuk selalu berbuat baik, belajar dan beriman kepada-Mu.

Ya Rabb… Mohon berkahilah hidupku, berikanlah umur dan kesempatan yang sebaik-baiknya, rezeki yang seluas-luasnya, serta pendamping hidup dan anak-anak yang menyenangkan dan membahagiakan hati.

Ya Rabb… Ampunilah kami untuk seluruh dosa yang telah kami perbuat baik disengaja maupun tidak, tolong masukkanlah kami ke dalam golongan orang mukmin dan selalu mendapatkan Nur rahmatan lil alamin.

Aamiin Allahumma Aamiin…

Palembang, 11 Oktober 2015, 00.40 at Rumah Keluarga Gitok

View on Path

Hari ini Palembang dalam kondisi udara terparah dalam sejarah kabut asap di Indonesia, ISPU Palembang hari ini sampai di angka 1.900, 6 kali lipat dari ambang batas bahaya yang ada di angka 300-an.

Saya tidak tahu bagaimana cara kawan-kawan di Palembang bisa bertahan. Saya tidak tahu bagaimana cara bayi – bayi dan anak-anak di Palembang bisa bernafas.

Jika tidak ada satu tindakan pun yang di ambil maka bukan tidak mungkin berita selanjutnya yang kita dengar dari Palembang adalah bayi-bayi yang tidak bernyawa, anak – anak yg dalam kondisi kritis.

Sayang sungguh sayang informasi ini sampai sekarang belum jadi berita utama media Nasional. Alhasil orang-orang di luar Palembang menganggap tidak terjadi apa-apa.
Kawan-kawan, kita tidak bisa turun ke jalan mengumpulkan sumbangan untuk Palembang, tidak bisa mengumpulkan pakaian layak pakai, beras, indomie, popok, pembalut seperti saat kita berteriak:
SAVE GAZA, SAVE ACEH, SAVE JOGJA dll.

Bencana asap beda dgn bencana lainnya yabg korban bisa di ungsikan, bisa dilihat lukanya, traumanya, kesedihannya, kematiannya.

Tidak, tidak seperti itu, di penderitaan karena asap semuanya terjadi pelan-pelan. Di Palembang tidak ada rumah rusak, jembatan ambruk, sekolah runtuh, masjid atau surau yg roboh. Sehingga kita tidak bisa menyumbang genteng atau paku, arsitek dan ahli bangunan tidak bisa bantu, ahli sanitasi untuk air bersih atau WC tak berguna.

Satu-satunya cara ysng bisa kita lakukan hanya berdoa dan BERTERIAK TERUS MENERUS DI MEDIA SOSIAL, SEBARKAN, SEBARKAN, SEBARKAN.

Usaha ini kita lakukan bukan untuk menjatuhkan siapapun, bukan untuk menjelekkan siapapun, kita mengadu dan meminta kepada PRESIDEN karena beliaulah yang bisa memerintahkan siapapun yang punya kemampuan di Indonesia ini untuk bertindak, berbuat dan bekerja dengan cepat dan beliau juga yang punya kuasa untuk mengeluarkan berapapun anggaran yang mencukupi untuk menyelesaikan masalah ini.

HARI INI INDONESIA ADALAH PALEMBANG karena
Sumatera juga bagian dari Indonesia….. SAVE SUMATERA….
#Savesumatera #savepalembang #PalembangMenolakAsap

Catatan:
Terakhir 30/9/2015 ISPU Palembang sudah lebih dari 2600, hampir 9x lipat dari batas bahaya!

Please Repost it us many as we can ๐Ÿ™ – with rully

View on Path

Kualitas udara di Palembang kian hari semakin memburuk, hari ini kondisi udara Palembang berada pada level berbahaya yakni ISPU 900 PSI dengan jarak pandang hanya 100 meter.

Tidak hanya tertutup kabut asap pekat, kini udara juga sudah bercampur dengan abu sisa kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumsel.

Tak hanya berhamburan di udara, Abu berwarna putih itu juga masuk dan menempel di mobil, motor hingga perabotan rumah tangga.
Sayang masih banyak yang belum menggunakan masker, anak-anak yang bermain atau pergi tanpa memakai masker.

Padahal kondisi kualitas udara sangat buruk untuk kesehatan, tidak tahu berapa banyak partikel polutan yang masuk ke dalam paru-paru kita.
Hingga kini aksi pembakaran lahan masih terjadi. Dana miliyaran rupiah sudah terkuras untuk mengatasi asap, padahal jika untuk pendidikan, betapa banyak anak-anak negeri terbantu, gedung sekolah yang layak.

Ayo bersuara, ayo share… hanya inilah cara kita bersuara dan menyelematkan negeri ini. Share kalian membantu negeri yang sedang terzhalimi ini.

Ayo selamatkan negeri ini, ayo selamatkan Palembang, Jambi, Riau, Sumatera, Kalimantan, Indonesia.

#savePalembang #saveKalimantan #saveIndonesia – at PALTV

View on Path

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข

Insiden kesekian kalinya terjadi pada ibadah haji 2015. Setelah musibah crane.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Kamis (24/9), terjadi saling injak dan dorong antar ribuan jamaah haji di jalanan sempit dekat area tenda di Lapangan Mina, setelah ibadah melempar jumrah. Sedikitnya 220 jamaah tewas, 400 lainnya luka-luka.

25 tahun tragedi Mina kembali terulang ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข
#prayformeccah #prayformekkah

Ya Allah, Engkau-lah pemilik kehidupan ini, jadikan sahid wafatnya para jamaah haji yang meninggal di tragedi Mina, dan berikan keikhlasan dan kekuatan untuk semua keluarga yang ditinggalkan, lindungi saudara-saudari kami yang sedang menunaikan ibadah haji.

Aamiin Allahumma Aamiin – with ๐Ÿค Ir ๐Ÿค at Rumah Keluarga Gitok

View on Path