Pray For Indonesia

Indonesia kini sedang berduka dan membutuhkan banyak do’a, hantaman bencana alam datang silih berganti di negeri ini.

Belum selesai  gempa dan tsunami yang terjadi di Mentawai yang menewaskan 112 orang  dan 502 lainnya dikabarkan hilang. Musibah banjir yang merendam Jakarta dan isu tenggelamnya Ibukota, kini Indonesia dihantam musibah meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta, setidaknya sudah ada 29 korban meninggal dunia.

Apakah Indonesia sedang mendapatkan hukuman dari Allah, apakah ini merupakan cobaan atau ini adalah teguran dari sang Khalik. Hanya Allah yang tahu tentang semua ini.  Akan banyak hikmah yang tersimpan di dalamnya.

Sementara itu duka Indonesia ini mendapatkan respon dari beberapa selebriti dunia, sebutkan saja Justin Bieber yang mengajak semua orang untuk berdoa bersamanya melalui akun Twitter.

Begitupun dengan Kim Kardashian yang juga menyampaikan bentuk simpatinya

Walau mereka jauh dan tidak bisa mengulurkan tangan secara langsung, namun perhatian, empati, dan doa yang mereka berikan pun sudah cukup besar artinya bagi publik Indonesia terutama mereka para korban bencana.

Arkarna lain lagi yang menyampaikan rasa simpatinya dalam bahasa Indonesia.

Kini kita harus menadahkan tangan kepada Allah untuk meminta kelapangan atas semua musibah yang terjadi di negeri ini, agar Allah menguatkan semua manusia, dan semoga kejadian ini membuat kita semakin tawadhu dan bertafakur diri serta sadar jika semua ini adalah titipan Allah yang harus kita lindungi dan di rawat.

Hari Cuci Tangan Sedunia

Tahukah jika hari ini merupakan Hari Cuci Tangan Sedunia, di tahuan 2008, PBB menetapkan setiap 15 Oktober diperingati sebagai Hari Cuci Tangan Sedunia.

Cuci tangan dengan menggunakan air saja merupakan hal yang umum dilakukan di seluruh dunia. Namun ternyata  kebiasaan ini kurang efektif dibandingkan dengan cuci tangan memakai sabun.  Pasalnya, sabun dapat meluruhkan lemak dan kotoran yang mengandung kuman. Dengan penggunaan yang benar, semua sabun memiliki efektifitas yang sama dalam meluruhkan kuman-kuman penyebab penyakit.

Cuci tangan pakai sabun adalah salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit diare dan pneumonia yang merupakan penyebab utama kematian anak. Setiap tahun, lebih dari 3,5 juta anak tidak dapat hidup hingga usianya yang ke-5 karena diare dan pneumonia.

Selain itu, perilaku cuci tangan pakai sabun, baik sebelum dan setelah makan, setelah bermain, setelah BAK/BAB harus dimulai dari lingkungan terkecil yakni keluarga hingga sekolah. Dan untuk menanamkan perilaku ini lakukanlah pada anak – anak karena mereka akan merekamnya dalam ingatan dan menjadi agen perubahan.

Meski sudah sering cuci tangan, ternyata ada cara cuci tangan yang benar.

Cara cuci tangan yang benar adalah dengan mencuci tangan di air mengalir:

1. Buka keran air, basahi tangan dan berikan sabun,

2. Gosok kedua punggung tangan,

3. Lanjutkan dengan gosok jari satu persatu dengan menyatukan kedua telapak tangan,

4. Gosok kedua buku – buku jari,

5. Lanjutkan dengan menggosok ibu jari,

6. Gosok jari di tengah telapak tangan  lalu bilas dengan air  dan lap hingga kering.

 

It’s 29th

Cepat nikah… itulah yang ramai-ramai diteriakkan adik, sepupu, dan om serta tanteku, saat aku  “make a wish” sebelum meniup lilin 29 tahun yang ada didepanku.

Well… itu masuk dalam permohonanku juga tapi yang terpenting betapa aku bahagia memiliki keluarga besar yang begitu perhatian dan memberikan cinta yang besar untukku.

Jujur untuk sebuah suprise aku salut dengan ibuku, karena kita sama – sama pergi kondangan, dan pergi ke pasar untuk membeli bahan kebaya. Tapi ternyata tiba di rumah, semua sudah beres.

Seluruh keluarga besar berkumpul di rumah dan memberikan ucapan selamat hari ulang tahun atau hari lahir.

Hari itu menjadi sangat spesial, dan kado terindah dalam hidup. Di angka 29, aku sangat bahagia. Karena memiliki keluarga besar, Ayah, Ibu, Adik, Mbah Kakung dan Mbah Putri, Om, Tante, serta Sepupu yang memberikan do’a tulus untuk kelancaran hidup dan cita – cita.

Di usia 29 tahun ini, perubahan besar kulakukan, menjadi pribadi yang lebih bahagia, new look,  dan menjadi lebih baik lagi baik ibadah maupun kepada sesama.

Memang masih banyak Pe-eR yang belum diselesaikan hingga usia sekarang, tetapi menjadi orang yang lebih baik lagi adalah yang terpenting.  Umur dari tahun ke tahun terus berlari. Menjauh… Membawa jiwa dan raga. Bertambah bilangan angka dan mengurangi jatah hidup di dunia.

Ya Allah, terima kasih untuk semua nikmat dan kasih sayang serta rahmat yang Kau berikan untuk hamba, baik yang lalu, sekarang dan yang akan datang, Amien…

(teruntuk semua sepupu, kirimin dong foto-foto semalam…)

10.10.10

Banyak yang memaknai tanggal 10 bulan 10 tahun 2010 atau 10.10.10 sebagai hari yang spesial.

Hari ini memang spesial, banyak yang memilih tanggal ini sebagai hari pernikahan hingga hari kelahiran anak. Sebut saja, Indra Bekti yang menikah di tanggal ini. Di Palembang saja, aku menghadiri dua pernikahan yakni Sastra Jaya, adik temanku Ani yang melangsungkan pernikahan di tanggal ini. Tak ketinggalan sepupuku, Nita yang juga menikah di tanggal 10 bulan 10 tahun 2010. Bahkan di Korea Selatan ada 7200 pasangan menikah massal di tanggal tersebut.

Kalo boleh dibilang ini adalah tanggal yang kutetapkan juga sebagai tanggal pernikahan dengan seseorang yang 7 tahun menempati ruang hatiku, namun sayang Allah berkehendak lain, kita tidak berjodoh.

Selain pernikahan ada yang memilih tanggal 10.10.10 sebagai hari kelahiran anak, tetanggaku memilih melakukan caesar untuk melahirkan di tanggal ini, dan hal ini juga ternyata diminati hampir seluruh ibu – ibu untuk melahirkan anaknya.

Sebenarnya hari ini juga menjadi sangat spesial bagiku, selain libur, aku dikejutkan dengan suprise party. Seluruh keluarga besar berkumpul di rumah dan memberikan ucapan selamat hari ulang tahun atau hari lahir. Sebenarnya ulang tahunku adalah hari ini 11 Oktober 2010.

Hari itu menjadi sangat spesial, dan kado terindah dalam hidup. Meski di angka 29, ternyata tidak membuat sedih malah sangat bahagia. Karena memiliki keluarga besar, Ayah, Ibu, Adik, Mbah Kakung dan Mbah Putri, Om, Tante, serta Sepupu yang memberikan do’a tulus untuk kelancaran hidup dan cita – cita.

Aku pun menjadi sangat bahagia karena cinta yang mereka berikan di hari yang bahagia. Kita berkumpul menghabiskan malam bersama, hingga pergantian hari.

Walau ada kebahagiaan, ternyata tanggal itu juga menyisahkan kesedihan mendalam, terutama bagi puluhan pemilik kios di bawah Jembatan Ampera, Palembang yang harus terpaksa kehilangan kiosnya akibat dilalap si Jago Merah, pada Minggu malam  (10/10) .

Sebenarnya kita memang tidak harus mengkhususkan hari sebagai sesuatu yang spesial, karena sebenarnya dalam Islam tidak ada pengkhususan tentang hari pernikahan, apalagi memaknai hari dan tanggal tertentu dengan keistimewaan tertentu.  Toh, semua hari adalah baik kan.

I’m Legend

Serial Korea terbaru ” I’m Legend” bercerita tentang Jeon-seol yang merupakan penyanyi utama sebuah band di  SMA-nya. Setelah menikah dengan salah satu pengacara ternama dan hidup di lingkungan keluarga kaya, ternyata malah menjadi bumerang baginya, terlebih setelah Jeon-seol keguguran anaknya.

Akhirnya Jeon-seol memutuskan bercerai dengan  suaminya, dan mengetahui pengkhianatan yang dilakukan suaminya yang selingkuh dengan sesama teman pengacaranya.

Setelah bercerai , Jeon-seol bangkit dan mulai mewujudkan mimpi menjadi band ternama bersama teman – teman di masa SMA, dan tempatnya berlatih band.

Bersama tiga anggota band lainnya Jeon-seol Yi akhirnya menjadi terkenal. Di film ini, kita dapat melihat Jeon-seol Yi (Kim Jung Eun) yang memimpin anggota band-nya, Jang Shin Young, Hong Ji Min dan Hyun Jyu Ni bermain musik.

Semua aktris yang terlibat dalam band ini telah berlatih keras sejak menerima tawaran film ini, mereka bermain musik sendiri, tanpa ada pemeran pengganti. Dan hasilnya, luar biasa… saya salut melihat mereka bermain musik.

Kim Jung Eun bersama   Jang Shin Young (Drummer), bassist Hong Ji-min (aktris musik yang berada di Gaya), dan gitaris Juni (mantan penyanyi rock band BellaMafia dan hacker di IRIS) patut mendapatkan acungan jempol.

Bagi yang mau dengerin musiknya bisa didownload disini ya

Sebenarnya berkaca dari film ini, selayaknya para aktris kita bisa mencontoh para aktris Korea ini, karena mereka dengan profesional bermain musik tanpa menggunakan peran pengganti.

G2 Padukan Lirik Bahasa Indonesia – Korea

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk bisa dilirik oleh peminat musik Indonesia. Contoh saja, G2 (baca Jitu) yang memadukan lirik bahasa Indonesia dengan Korea.

Bagi yang Korean Lovers tentu G2 bisa menjadi salah satu band kesukaan kalian, musiknya enak didengar juga loh…  Salah satu lagunya berjudul I Love U.

G2 – I Love U
Ku tak mengenalnya
Ia hadir di mimpiku
Ku slalu merindukannya
Saat terbangun dari tidurku
I love you
Gunyonun onjena malheyo
Gajang arumdaun misoro
Onjena negen kumal punijiyo
Uuu.. cintaku..
Akhirnya kutemukanmu
Namun apalah dayaku
Kau tlah terbaring ditangannya
Oh ne sarang
Gudeyo duruisu itnayo
Ilonayo nego itsoyo
Malheyo nal sarang handago
I love you
Ije gunyonun kumul boiji anko
Jameso keonan sungan gunyal chajayo
Machimne guderui chajasayo
Gunyoga nuwo itneyo
Chonsa gyote
I love you
Gunyonun onjena malheyo
Gajang arumdaun misoro
Onjena negen kumal punijiyo
Uuu.. cintaku..
Akhirnya kutemukanmu
Namun apalah dayaku
Kau tlah terbaring ditangannya
Oh ne sarang
Gudeyo duruisu itnayo
Ilonayo nego itsoyo
Malheyo nal sarang handago
I love you
Bagi yang mau dapat MP3 – nya gratisan bisa klik disini ya

Ibuku, Pahlawanku

” Kasih ibu sepanjang jalan, tak terkira sepanjang masa, hanya memberi dan tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia “.

Sepenggal bait lagu memang pantas diberikan untuk Ibu tercinta. Tak kenal lelah, engkau berjuang mengandung, melahirkan, membesarkanku dan mendidikku hingga saat ini.

Tak terhitung berapa banyak tantangan, halangan dan permasalahan menghampirimu, tapi engkau tetap teguh dan kuat mengarungi kehidupan menjadikanku seperti saat ini.

Ibu, sejak aku dititipkan ke dalam rahimmu, sejak itu lah kau sandang tanggung jawab besar, amanah dan titipan dari Allah. Meski Ayah sempat meninggalkanmu selama mengandungku, engkau tetap kuat menghadapi beratnya cobaan mengandungku. Tak ada rasa lelah membawaku kemana – mana didalam perutmu.

Bahkan saat melahirkanku, tak ada setetes pun air mata yang keluar dari air matamu, meski rasa sakit yang kau rasakan tak dapat kubayangkan. Engkau malah tersenyum manis dan gembira menyambutku hadir ke dunia ini.

Setelah aku lahir ke dunia, engkau tetap tidak putus asa dan capek mendengarkan tangisanku di malam hari. Jeritanku di tengah malam, sering membangunkanmu, tidurmu tak lagi nyenyak, berat tubuhmu pun turun drastis. Namun Ibu semakin tangguh dan tegar seperti batu karang di lautan.

Aku pun mulai beranjak  besar dan mulai sekolah. Di TK, setiap pagi tak lelah kau membuatkanku kue – kue sebagai bekal sekolahku, selalu setia memakaikan baju, menguncirkan rambutku, termasuk memasangkan sepatuku. Itupun kau lakukan tanpa ada kata ah…, capek… Engkau malah tersenyum dan berkata… “Belajar yang baik ya sayang”.

Aku semakin besar, dan mulai masuk SD, aku mulai nakal. Teringatku saat jatuh dari pohon rambutan setinggi 2 meter.  Rumah kita yang banyak pohon buah menjadi tempatku bermain. Engkau langsung berlari menghampiriku yang sudah menangis kesakitan, kaki dan tanganku terluka serta keseleo.

Engkau marah kenapa aku memanjat pohon, kenapa aku nakal, tetapi yang kutahu engkau sangat khawatir dan takut terjadi sesuatu yang buruk pada diriku.

Hal itu tetap tidak membuatku kapok, aku masih nakal, di sekolah aku kerap berkelahi dengan anak  laki – laki yang usil, pulang dengan baju kotor. Bahkan aku sempat minggat keluar dari sekolah melalui pagar, sayang rok sekolahku terkait di pagar kawat, aku memaksakan untuk tetap keluar melalui pagar itu. Dan akhirnya pagar kawat itu merobek pahaku.

Ibu terkejut melihat aku pulang dengan darah mengalir di  kakiku, lagi – lagi , aku membuatkumu khawatir dan sedih. Aku berjanji untuk menjadi anak baik dan tidak membuat ibu khawatir lagi.

Meski nakal aku tetap menunjukkan bakti dengan prestasi sekolah dengan meraih Rangking 1 dari SD – SMP. Namun Ibu terkadang masih menemukan diriku pulang dengan baju kotor karena aku berkelahi dengan teman lelakiku.

Perjuangan Ibu masih panjang, aku mulai dewasa, setelah berhasil menyekolahkanku di SPK Perdhaki Palembang, Ibu menerima pembangkanganku dengan tidak menjadi perawat dan memilih atlet Taekwondo sebagai jalan hidup.  Tapi Ibu tetap sabar dan berbesar hati merelakanku tidak menjadi perawat.

Setelah menamatkan aku kuliah di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palembang , aku kembali memberikan pembangkangan yang sama dengan tidak menjadi guru, aku memilih berkarir di dunia televisi menjadi jurnalis sebagai cita – cita ku masa kecil.

Lagi – lagi, meski engkau marah dan memberikan nasehat agar aku bisa menjadi guru, namun pada akhirnya engkau menjadi pahlawanku yang selalu mengingatkanku tentang pentingnya sebuah keputusan.

Ibu, engkau  selalu siap mengulurkan tangan memenuhi kebutuhanku, tidak peduli rasa letih menguasai tubuh. Engkau selalu memberikan pelukan hangatmu di saatku kesepian. Engkau selalu menghiburku kalaku merasa sedih. Engkau selalu mendorongku dengan penuh semangat saat ku gagal. Engkau selalu memaafkan kesalahanku dan berbesar hati meski terkadang aku berkata dengan nada keras kepadamu.

Ibu, Engkaulah Pahlawanku yang tidak mengenal kata menyerah. Pahlawan yang bertempur hingga tetes darah penghabisan. Pahlawan yang berani korbankan nyawanya.

Ya Allah, cukupkanlah rezeki untukku membahagiakan Pahlawanku ini, mewujudkan impiannya ke tanah suci.

Ya Allah izinkanlah aku memberikannya anak menantu yang baik, sholeh dan takwa, serta memberikannya cucu – cucu yang lucu untuknya.

Ya Allah semuanya hanya bisa dengan bantuanmu, Amin Ya Rabb !!!