Prosecutor Princess

Berbicara soal drama korea, adalah seperti menjadi makanan wajib hihihii :D… Pasalnya di rumah mulai dari Ibu, adikku hingga aku termasuk yang gila dengan drama korea.

Salah satu drama korea yang bagus dan patut direkomendasikan bagi kalian adalah Prosecutor Princess… Asyiknya disini bisa melihat sepatu cantik, wuiii… mulai deh jadi cewek lagi hohohoho… pengen tampil cantik seperti Ma Hye Ri yang memang fashionable. Meski sebagai seorang jaksa tapi soal penampilan gak kalah dengan model.

Ma Hye Ri adalah seorang wanita dengan memori yang sangat baik dan kemampuan konsentrasi yang tinggi, yang memungkinkan untuk lulus ujian dengan mudah. Meskipun berbakat menjadi jaksa, dia lebih tertarik menjadi modis dan tidak suka bekerja keras.

Tapi berkat kerja kerasnya dia bisa menjadi jaksa yang baik berkat bantuan dari jaksa senior dan  seorang pengacara yang brilian dengan rasa kewajiban dan keadilan tingkat tinggi.

Tak asyik jika di drama korea gak ada kisah cintanya, disini pun ada, bahkan sempat berkhayal andai ada laki – laki yang benar – benar baik, perhatian dan romantis itu. Hmmmm… so sweet… ūüėÄ



Iklan

Inception “Batas antara Mimpi dan Kenyataan”

Apakah anda pernah merasakan mimpi, dan tersadar ternyata anda masih bermimpi. Hmmm… seperti itulah ketika menonton Inception . Seperti merasakan dejavu saat menonton film ini.

Memang tidak banyak film yang memainkan emosi dan perasaan. Namun lebih jarang lagi melihat film yang memainkan pikiran, dan Inception adalah salah satunya.

Film ini kembali menampilkan kepiawaian akting dari  Leonardo di Caprio, setelah sebelumnya bermain di Shutter Island, yang memang hampir sejenis karakternya.

Film ini masuk dalam kategori berat, bahkan adikku pun tertidur karena terlalu lelah untuk menonton film ini. Tapi bagi sebagian orang, film ini layak mendapat acungan jempol.

Leonardo bermain sebagai Dom Cobb, seorang yang mempunyai kemampuan memasuki alam mimpi orang lain, dan mencuri hal-hal seperti pikiran, memori, dan ide orang lain.

Namun kali ini Dom dihadapi pada kasus yang lebih sulit, dia harus menanamkan ide pada benak target. Dan lagi-lagi Dom punya masalah emosi dengan istrinya, lho?? Lagi-lagi mirip dengan Shutter Island.

Tapi biar bagaimanapun juga saya harus angkat jempol untuk film dengan konsep dan ide yang luar biasa ini. Dan cukup menarik juga melihat akhir film ini di mana kita sebagai penonton diberikan keleluasaan untuk menentukan akhir cerita dengan satu hal yang begitu kecil dan simple.

Christopher Nolan yang juga merupakan penulis cerita film ini adalah yang mensukseskan film The Dark Night. Benar-benar seorang penulis dengan tema film yang berat. Harap berpikir dengan kuat saat menonton film ini.

Rasa itu …

Apakah rasa itu ?

Kamu tahu apa rasa itu ?

Kamu tahu apa rasanya ?

Suka ?

Kagum ?

Cinta ?

Atau apa …

Ahhh… rasa itu selalu saja datang tiba-tiba, tidak pernah memberitahu sebelumnya. Bahkan saat datang pun rasa itu tak pernah merasa perlu untuk mengetuk pintu atau ¬†mengucap salam. Tahu-tahu, rasa itu sudah berada di dalam rumah hatiku …

Apakah rasa itu benar ?

Bagaimana jika rasa itu salah ?

Apakah rasa itu memang salah ?

Aduh… kenapa ini ?

Satu sisi hatiku ingin merasakannya, membuatku mengabaikan nurani, tapi disisi hatiku yang lain … melarangku untuk mendekat dan merasakannya.

Rasa itu memang sudah ¬†‚ÄúMewarnai Dinding‚ÄĚ ¬†hatiku dengan¬†¬†warna-warna¬†pastel yang lembut. Bahkan melukis hatiku dengan beragam gambar dan kenangan indah itu. ¬†Ada senyumannya, ada matanya, ada canda tawanya dan semuanya membuat¬†langit malamku semakin berbintang.

Apa ini … rasa ini menggelitik, apakah aku Rindu dan kangen untuk bermain dengan rasa itu yang¬†¬†selalu punya hadiah kejutan. Rasa Dibutuhkan,¬†Diperhatikan, Percaya, Kesabaran, Aman, Nyaman, Pengertian, Ketenangan, Kedamaian, Tawa, Pujian, Semangat, Mimpi, Harapan. Tapi rasa¬† yang terbesar dan tercantik dari segalanya adalah Bahagia.

Rasa  yang terakhir yang kusuka, karena ia selalu berhasil membuatku merasa menjadi wanita tercantik, terpintar, terhebat, dan paling luar biasa di dunia. Dan rasa  itu selalu berhasil membuatku  merasa begitu berharga.

Tapi ada kalanya, rasa itu  juga memikul bungkusan-bungkusan hitam berisi Marah, Kecewa, Cemburu, Posesif, Pengkhianatan, Sakit, hingga berujung pada Pertengkaran karena ada  Curiga, Egois, Keras Kepala, Kekanak-kanakan, Pengecut, Dusta, Kata-kata Menyakitkan, Sikap Dingin, dan Luka. Tak hanya itu, selalu ada berember-ember air mata karenanya.

Meski begitu, toh ada kalanya rasa itu tetap harus pergi menghapus semua lukisan warna-warni di dinding-dinding ruang hatiku dengan warna abu-abu yang kusam. Tak peduli berapapun kerasnya diriku berteriak, dan menangis memohonnya tinggal,  rasa itu  akan tetap bersikeras pergi.

Saat-saat seperti itulah Waktu akan bersikap sangat bersahabat padaku. Dengan sabar dan penuh pengertian, ia akan membantuku  bangkit saatku jatuh, menghapus air mataku, dan menemani  di malam sunyi  saatku sesak napas.  Waktu akan mengelusi dada dan punggungku selama berjam-jam lamanya.  Sampai aku terlelap karenanya… .

Waktu akan terus menemaniku,  mengajariku  tertawa dan bersenang-senang, belanja, nonton film, menulis sepanjang hari, bermain-main keliling dunia dan bertemu  orang baru. Kata Waktu, mungkin dari merekalah aku bisa kembali menemukan Cinta. Untuk kemudian, kembali bersahabat dengannya.

Berkaca dari Singapore Sport School

Banyak pelajaran dari hasil perjalanan ke Singapura kali ini. Perjalanan ini sendiri adalah bagian dari hadiah untuk keikut sertaan dalam Sekolah Jurnalisme Indonesia.

Bersama Pemprov Sumsel, Koni Sumsel dan insan media di Sumsel kami berkesempatan mengunjungi Singapore Sport School. Hasilnya banyak Pe ‚Äď eR bagi Pemprov Sumsel jika ingin serius mengelola Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya termasuk meningkatkan prestasi dari seklah tersebut.

Jika berkaca dari Singapore Sport School mulai dari pengelolaan hingga prestasi yang telah menelurkan atlet berprestasi baik nasional maupun internasional meski baru berusia 6 tahun.

Singapore Sports School adalah sekolah independen khusus di Singapura  diprakarsai oleh Departemen Pengembangan Masyarakat, Pemuda dan Olahraga (MCYS), dan dan ditujukan pada atlet remaja yang berbakat dalam olahraga.

Mrs. Deborah Tan (Principal SSS)

Sekolah dengan luas area 7 hektar ini secara resmi dibuka oleh Perdana Menteri Goh Chok Tong pada tanggal 2 April 2004. Sekolah ini memiliki Akademi Ilmu Olah Raga, satu-satunya di Singapura. Staf-nya terdiri dari biomechanist, ahli fisiologi olahraga, psikolog olahraga, tiga ahli fisioterapi, dua pelatih fisik  dan ahli gizi.

Mr. Basri (Pelatih Badmintos asal Indonesia)
Uniknya setiap murid di sekolah ini belajar sesuai ruang kelas, karena setiap mata pelajaran akan diambil di kelas berbeda, dan hanya  20-25 siswa dalam satu kelas.

kelas Geografi

Disini terdapat laboratorium sains, perpustakaan, ruang laboratorium khusus dan house music dan tiga blok perumahan bagi siswa dan staf. 700-seater auditorium,  dua kolam renang standar olimpiade,  12-lane bowling, pusat pelatihan olahraga,  10 lapangan indoor bulutangkis, tenis meja hingga  menampung 32 meja,   8 jalur atletik karet sintetis, lapangan sepak bola, hingga fasilitas ruang makan dan laundry.

Proses rekrutmen di sekolah ini, dilakukan secara terbuka untuk seluruh siswa di Singapura (tak tertutup kemungkinan dari luar Singapura), sesuai dengan cabang olahraga yang diminati. Setelah itu diseleksi secara akademik, selektif dan ilmiah.

Sebenarnya sekolah ini mengadopsi kurikulum dari beberapa sekolah olahraga di Cina, Malaysia dan juga dari Ragunan Indonesia, untuk program-program tertentu.

Tidak kalah dengan sekolah umum, di SSS juga menggunakan silabus pendidikan yang sama dengan sekolah formal lainnya. Sehingga para siswa juga siap untuk mengikuti ujian akhir pada tiap tingkat pendidikannya sesuai peraturan di Singapura. SSS juga melakukan sistem pembelajaran online.

Soal seleksi siswa, sedikit SSS berbeda dengan sekolah pada umumnya. Sebab ada satu sesi dimana para calon siswa harus mempresentasikan rencana mereka di bidang olahraga dan prestasi yang ingin dicapai.

Dan yang menarik adalah misi mereka yakni Learned Champions with Character, yakni mendidik dan menciptakan para juara yang memiliki karater.

Karakter diperlukan oleh seorang juara. Juara tanpa karakter, dia akan terombang-ambing tak tentu tujuan. Namun karakter akan memperlancar sang juara untuk menembus kejuaraan satu dan berikutnya. Dan tentunya karakter akan membikin seseorang siap menjadi juara.

SSS mengaplikasikan antara dua perspektif tentang olahraga yakni baik sebagai praktik sosial (social practices) atau kelembagaan sosial (social institution). Sebagai praktik sosial, siswa akan belajar banyak tentang nilai-nilai olahraga, melalui interaksi yang dinamis selama latihan dan bertanding. Dalam upaya meningkatkan prestasi, para siswa akan mengalami proses kooperatif dan konflik dengan rekan dan pelatih, berasosiasi dengan kelompok lain. Kemenangan dan kekalahan akan menjadi pelajaran berharga bagi sang atlet dalam pengembangan kepribadiannya.

Sebagai kelembagaan sosial, para siswa yang menjadi atlet nantinya bisa menjadi atlet yang terkenal bahkan kaya dan populer. Sehingga mereka bisa memiliki status sosial yang tinggi. Untuk itu SSS juga memberikan bekal para siswa dengan hal yang tak berkaitan dengan olahraga yang bakal membentuk karakternya nanti.

Mengingat Sumsel akan menjadi tuan rumah Sea Games ke 26, 2011 mendatang tentunya  akan menjadi perhatian khusus  selesai dari pelaksanaan even bergengsi tersebut. Sumsel harus memaksimalkan pemanfaatan venues olahraga.

Sumsel harus mencontoh keseriusan masyarakat Singapura karena olahraga sangat penting dan bisa menaikkan nama negara. Sehingga jika Sumsel ingin berhasil layak mencontoh Singapura. Sumsel harus berbuat seperti yang dilakukan Singapura.

2010 Summer Youth Olympic Games

Perjalanan ke Singapura kali ini sangat beruntung, karena ini berhubungan dengan dunia olahraga. ¬†Sebagai seorang mantan atlet, meski belum bisa berkiprah di kancah internasional layaknya Olympiade ataupun World Championship. Hmmm… napas olahraga itu terus mengalir dalam darahku.

Keberuntungan itu karena  Singapura menjadi tuan rumah perhelatan 2010 Summer Youth Olympic Games (atau lebih dikenal dengan nama 1st Summer Youth Olympic Games).

Ini adalah awal dari Youth Olympics Games, salah satu bagian dari olahraga internasional dan festival kebudayaann yang akan dirayakan sesuai dengan tradisi Olympic Musim Panas pada tanggal 14-26 Agustus 2010, selama Olimpide ke XXIX.

Ajang ini akan dilaksanakan di Singapura, keputusan ini diumumkan pada tanggal 21 Februari 2008 setelah pemilihan dilakukan oleh 105 anggota IOC. Diperkirakan ada 170 negara yang ikut serta dengan 3500 atlet akan berlaga di ajang bergengsi ini. Indonesia sendiri hanya mampu mengirimkan 14 atlet di ajang tersebut. Tentunya ini menjadi Pe-eR besar bagi semua pihak, karena ini menandakan pembinaan atlet di Indonesia masih sangat minim.

Batasan usia untuk atlet adalah 14 hingga  18 tahun. Mereka akan berlaga di 26 cabang olah raga selain juga akan berpartisipasi dalam berbagai program kebudayaan dan pendidikan dan acara-acara penunjang lainnya seperti temu-muka dengan para juara olimpiade.

Ada 26 olahraga yang akan dipertandingkan dengan 31 kategori  kelas yang dipertandingkan. Sudah termasuk 2 kelas dalam klasifikasi IOC untuk  Aquatics (menyelam dan berenang), Bersepeda (BMX dan Sepeda Gunung), tiga kelas untuk Senam (Artistic, Rhythmic, dan Trampoline) dan 2 kelas untuk Bola Voli (Indoor dan Pantai).

Youth olympic direncanakan bakal diliput 800 media melibatkan 20 ribu sukarelawan dan mengundang sekitar 500 ribu penonton.

Dengan menjadi tuan rumah olimpiade akan mendudukkan Singapura sebagai kota dengan denyut kehidupan kota global sebagaimana halnya Newyork,  London hingga Beijing.

Berbicara soal pelaksanaan Youth Olympic Games, Indonesia umumnya dan Sumsel khususnya layak mencontoh Singapura. Pasalnya promosi perhelatan even tersebut dilakukan di setiap sudut jalan hingga di orchard road.

Disini pihak penyelenggara telah menyiapkan booth yang menjual merchandise resmi youth olimpic games. Beragam merchandise mulai dari gantungan kunci pena mug hingga maskot Youth Olympic Games  Merly dan Lyo.

Selain itu pihak penyelenggara juga menyediakan merchandise yang dicetak dalam edisi terbatas yakni pin cabor pertandingan.

Booth yang ada di sepanjang Orchard Road tersebut layak dicontoh oleh Indonesia dan Sumsel yang akan menjadi tuan rumah Sea Games XXVI, 2011 mendatang.