The Starbucks Experience

Akhirnya selesai juga baca The Starbucks Experience, berapa hari ya, kayaknya lama banget, cukup berat tapi menarik banget.

Perlu berulang kali memahami kata – kata Joseph Michelli di The Starbucks Experience. Tapi Alhamdulillah selesai juga, nah buku ini siap pindah tangan, coz udah ada yang mo pinjem. Aku baru satu kali ke Starbucks itupun cuma sebentar aja. Karena hanya penasaran doang, karena udah dikejar pesawat, heheheh balik ke Palembang.

Sebagai orang yang 3 tahun menyukai kopi, memang rasa yang ditawarkan Starbucks sangat unik. Meski harga yang ditawarkan Starbucks jauh lebih mahal dibanding tempat yang lain.

O iya balik lagi ke buku ini, ada satu hal penting yang saya dapatkan dari buku itu: Tentang pentingnya memberikan kejutan.

Dari 5 prinsip yang ditawarkan Starbucks :

1. Lakukan dengan cara anda

2. Semuanya penting

3. Suprise and delight

4. Terbuka dengan kritik

5. Leave Your mark

Aku terkesan dengan Suprise and Delight terlebih kisah Bernadette sang orang tua tinggal, Ibu 3 anak ini, semakin bertambah bebannya, karena menyelamatkan 6 keponakannya agar tidak diasuh negara. Akhirnya seluruh rekan kerja Bernadette sepakat mengirim surat kepada Oprah Winfrey untuk memberikan rumah kepada Bernadette, tanpa diketahui Bernadette.

Akhirnya Oprah Winfrey menyetujuinya, secara mendadak oprah mendatangi counter Bernadette dan mengajak Bernadette jalan – jalan , beserta anak-anaknya, mereka berbelanja dan akhirnya jalan – jalan tiba ke satu rumah, yang disana telah berkumpul rekan kerja Bernadette. Akhirnya Bernadette mendapatkan satu rumah baru untuk seluruh keluarga, untuk anak – anak dan keponakannya.

Starbucks berhasil menggabungkan antara layanan yang memuaskan dan memberikan pelajaran tentang kopi kepada para pelanggan. Mereka dengan telaten mengenalkan kopi dengan seluk beluknya dan  cara menikmati kopi dengan baik dan benar. Seseorang yang awalnya buta tentang kopi,  akan semakin tahu kopi apa yang enak dan bagaimana meramunya. Para Barista  dengan senang hati membantu pelanggan belajar segala hal tentang kopi.

Selain itu mereka tak lupa untuk selalu memberikan kejutan dan pengalaman berkesan untuk setiap pelanggan baik baru maupun lama. Ya wajar saja jika satu cup Frappucino ditebus dengan harga 50 ribu rupiah.

<!– –>

Cappuccino di Don Cafe

Don Café  benar-benar menyajikan cita rasa kopi yang sesungguhnya  dengan biji kopi pilihan dari berbagai belahan dunia dan kopi lokal maupun kopi hasil kreasi sendiri  yang diolah sedemikan rupa hingga menghasilkan kopi yang layak untuk dinikmati pecinta kopi.

Tempatnya yang terbuka dan bebas rokok terletak di Lantai 1 Palembang Indah Mal, tepatnya didepan Nokia Care menyihirku dengan cappucino-nya. Cappucino itu boleh dikatakan sangat enak, perpaduaa kopi, susu dan busanya memang benar – benar pas.

Sang Barista – Jeniffer berhasil memberikan komposisi 1/3 kopi, 1/3 susu dan 1/3 busa, sehingga  ketika diminum sangat terasa, lembutnya busa, dan manisnya susu yang dipadu dengan rasa kopi. Saat kuminum aku merasakan semangat yang berbeda, jadi sedikit merasa aneh, atau apa karena aku terlalu fokus pada filosopi  kopi – Dee, yang baru selesai dibaca.

Pengalaman sang barista jenni, yang telah bekerja 7 tahuh di café asutralia membuat Don Café menjadi pilihan tersendiri, karena diriku sebagai konsumen dan tim liputan  dibantu memilih kopi yang sesuai dengan karakterku. Hasilnya biji kopi terbaik dari Don Cafe diberikan untukku, yang benar – benar hasil kreasi Don Cafe yakni biji kopi Don1.

Setidaknya terdapat lebih dari 30 jenis biji kopi yang terdapat di Don Cafe, bahkan ada jenis kopi langkah seperti kopi luak. Salah satunya menu cita rasa Cappucino yang asli hanya dapat dinikmati di Don Cafe.

Pasalnya tak banyak masyarakat mengetahui bagaimana cita rasa cappucino yang sesungguhnya. Banyak orang beranggapan cappucino seragam rasanya dan dapat dibeli dalam bentuk sachet.

Aku sih sebenarnya tidak mengerti bagaimana proses pembuatannya, hanya bisa minum aja. Sehingga ketika Jenny, jelasin aku hanya terpesona aja. Apalagi dia merupakan barista cewek dan tak banyak cewek yang menjadi barista. Seni keindahan – artistik penyajian cappucino pun benar – benar diperhatikan.

Kecintaanku minum kopi dimulai sejak diriku tidak menjadi atlet lagi, karena caffeine dalam kopi, tidak boleh ada didalam tubuh atlet,. Cappucino dengan karakternya yang kuat, memang bisa mengembalikan semangat. Namun kalo lagi sedih pilihanku jatuh pada  caffe latte, lebih banyak creamernya.

Tak hanya menawarkan Cappucino Don Cafe juga menawarkan beragam jenis teh dan cokelat, karena disini tersedia teh asli dari buah kring untuk fruit tea. Ada juga black tea, green tea, maupun teh bunga yang tak kalah nikmatnya. Selain itu, disini juga bisa nongkrong dan bercengkatama dengan rekan dan keluarga sekaligus manfaatin hot spotnya Palembang Indah Mall.

Bagi yang hobi minum kopi Don Cafe bisa menjadi pilihan.

Filosofi Kopi

Aduh mungkin boleh dibilang ketinggalan zaman, boleh deh. Tapi karena biasanya kalo orang dah bilang bagus, baru aku beli tuh buku, nah karena melihat Dewi terobsesi untuk membeli Filosofi Kopi – buku karya Dee – Dewi Lestari 2006, aku pun akhirnya tertarik dan ikutan memesan buku tersebut.

Dan akhirnya setelah satu bulan menunggu buku itu datang, Filosofi datang juga di tangan, meski sampulnya berbeda dengan buku pertama, buku bersampul kopi, memang sih buku ini bercerita tentang Barista – Ben, yang punya mimpi memberikan kesempurnaan.

Dewi Lestari sangat piawai membawa kita terpana dalam cerita Filosofi kopi, mengajak kita berpetualang dan menikmati kopi, untuk kopi sendiri aku menyukai cappucino, kopi yang membutuhkan kesempurnaan, rumit dan butuh proses. Jika pengen yang lebih manis dan lebih soft aku pilih coffelatte.

”Filosofi Kopi” berhasil menohok soal kopi secara cerdas. Kumpulan cerpen yang terdiri dari 18 tulisan ini merangkum tulisan Dee yang ia kumpulkan selama periode 1995-2005.

Fiosofi Kopi bercerita tentang obsesi Ben untuk menemukan racikan kopi yang sempurna, hingga dia rela pergi ke berbagai pelosok dunia hanya untuk mencari racikan kopi yang sempurna. Hasil pengembaraanya kemudian dia wujudkan dengan mendirikan kafe bersama temannya, Jody.

Untuk memberikan kesan, kopi racikan Ben selalu hadir bersama pesan yang dicetak dalam selembar kartu, yang menjelaskan karakter dari kopi yang akan diminum setiap tamunya. Kafe Ben menjadi ramai karena setiap pengunjung bebas memilih kopi yang sesuai dengan karakter mereka.

Puncaknya Ben ditantang untuk membuat kopi yang jika merasakan langsung terhipnotis dengan kesempurnaan. Akhirnya Ben berhasil membuat kopi yang diberi nama ”Ben Perfecto.” Kopi yang dijual Ben sungguh mahal harganya. Anehnya, orang mau saja membeli kopi mahal itu.

Ben merasa inilah puncak pencapaian obsesinya, hingga suatu hari ia kedatangan seorang pengunjung tua yang memesan ”Ben Perfecto.” Sayang, bapak tua itu mengatakan kopi itu sama enaknya dengan kopi tiwus.Ben pun langsung menginterogasi bapak tersebut, dan akhirnya membawa ke kedai kopi sederhana milik Pak Seno. ”Kopi Tiwus” – kopi pak Seno tidak mahal, bahkan tidak punya harga pasti. Di kedai Kopi Pak Seno, Ben menemukan kesederhanaan yang sudah lama dia lupakan. ”Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tidak mungkin kamu sembunyikan.”

Namun akhirnya kopi tiwus berhasil kembali menyatukan Ben dan Jody dan membuka kembali kedai yang tutup akibat keterpukulan Ben.

Ya memang sih, “dalam hidup ini tidak ada yang sempurna, namun beginilah hidup dengan apa adanya.”

Always, Laila Hanya Cinta Yang Bisa

Karena melihat tumpukan buku yang udah sangat berantakan, dan karena ada teman yang mau pinjem buku, akhirnya aku pun membongkar seluruh buku – buku yang kumiliki. Setelah kususun, dan kurapikan berdasarkan karakter bukunya.

Akhirnya aku terpaku pada satu buku, Always, Laila Hanya Cinta Yang Bisa, buku karya Andi Eriawan ini memang menggugah diriku. Karena biasa alasan melow, sama seperti cerita hidupku, hanya saja , mantanku masih hidup. Dan kini ada seseorang yang telah mengisi hatiku.

Buku ini bercerita tentang seorang Laila, umur 25 tahun, memiliki segalanya. Hidup yang ringan, tak banyak masalah, punya pacar (Pram) yang selama 8 tahun menemani hari-hari bahagianya.

Sementara Pram – Phrameswara, sebaya dengan Laila, adalah sosok yang easy going, arsitek yang suka memasak, hingga memiliki kafe yang dinamakan Laila’s Café, karena sangat mencintai Laila. Sebagai orang Bandung, Pram tidak menyukai bioskop dan factory outlet (FO) yang banyak bertebaran di kota itu. Semula ia tidak mau mengambil profesi yang mendasari pendidikannya, tetapi keadaan berbalik ketika Laila memutuskan cintanya begitu saja. Pram lalu pindah ke Yogya, bekerja pada sebuah perusahaan properti.

Kisah Laila dan Pram sebenarnya sederhana. Dua kekasih yang serasi, sepakat untuk menikah. Tak ada yang tidak menyetujui niat keduanya, karena kedua keluarga telah saling mengenal dengan baik. Tetapi tatkala mendapati dirinya mengidap Carsinoma Ovarium, yang mengakibatkan kedua indung telurnya harus diangkat demi keselamatan hidupnya, niat menikah itu pupus. Laila telah membayangkan perkawinannya kelak akan gaduh dengan suara anak-anak, dan Pram pun meyakini Laila akan menjadi sitri dan ibu yang baik. Tetapi, apa artinya jika Laila tak bisa memiliki anak yang lahir dari rahimnya sendiri?

Tanpa diketahui Pram, Laila punya argumen sendiri tentang kenyataan hidupnya. Menurutnya, untuk waktu-waktu dekat Pram mungkin akan menerima kondisi tubuh Laila dan tidak menjadikannya masalah besar. Tetapi, bagaimana lima atau sepuluh tahun mendatang? Apalagi Pram anak tunggal yang tentu diharapkan memiliki anak sebagai penerus keluarga.

Karena tidak ingin mengorbankan Pram itulah, lantas Laila menarik diri menjauh dari Pram tanpa pernah menjelaskan alasannya. Sementara Pram tetap mengejarnya selama lebih dari empat bulan, sampai putus asa lalu memutuskan pindah ke Yogya.

Lalu, setelah memikirkan sekian lama, Laila berubah, ingin kembali kepada Pram, dan mengejarnya ke Yogya. Tetapi Pram keburu meninggal kejatuhan balok batu karena menyelamatkan seorang pekerjanya.

Memang sih terkadang kita menyadari orang yang menyayangi kita, itu setelah dia meninggalkan kita, makanya aku gak mau kehilangan orang yang aku sayangi, jadi aku lebih memilih untuk memberikan kesempatan kepada hatiku untuk menerima keadaan.

Karena sebenarnya kita tidak bisa menyamakan apa yang dipikirkan orang tentang kita. Jadi jangan pernah memposisikan diri kita dengan orang lain, karena hal tersebut tidak akan pernah bisa dan tidak akan pernah sama.

Memberi Kesempatan

Banyak hal yang tak bisa dipaksakan, sama seperti hatiku yang tidak bisa kupaksa untuk menerima seorang laki – laki, setelah aku putus dari orang yang pernah berhubungan denganku 7 tahun lamanya.

Namun ternyata aku sadar, aku harus memberikan kesempatan untuk hatiku, menerima seseoarang , dan mencairkan kebekuan hati ini. Dan kesempatan itu haruslah datang dari kedua belah pihak, tidak hanya dari orang yang dekat denganku saja, tapi juga dari hatiku sendiri.

Cukup lama aku menyadari bahwa pengalaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari diri kita, aku pun terus menghitung berapa banyak kenangan yang kujalani, namun aku tidak sadar, ternyata aku sudah lupa berhitung tentang waktu yang telah kusia-siakan untuk seseorang yang begitu menyayangi kita apa adanya.

Cinta jangan selalu ditempatkan sebagai iming – iming besar, atau seperti ranjau yang tahu – tahu meledakkanmu  – entah kapan dan kenapa. Cinta yang sudah dipilih  sebaiknya diikutkan di setiap langkah kaki, merekatkan jemari, dan berjalanlah kalian bergandengan…. karena cinta adalah mengalami [kutipan dari Filosofi Kopi – Dee]

Dan sepertinya aku pun menyadari , aku harus memberikan kesempatan untuk diri sendiri, tanpa menghakimi dan menerima dia, yang telah berani menerimaku apa adanya.

WONGKITO GOES TO SCHOOL

Setelah sebelumnya menggelar Blogger Day yang sempat dihadiri oleh Presiden Blogger Indonesia – Enda Nasution, kali ini untuk pertama kalinya wongkito komunitas blogger di  Sumsel mulai menjalankan tugas untuk menuju Satu Juta Blogger seperti yang dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 2007 silam.

Selain itu sebagai sarana edukasi dan mengembangkan aktualisasi, Blog sangat baik sebagai sarana kreativitas. Sehingga wongkito ymenggelar Wongkito Goes To School di SMA Negeri 3 Palembang, Sabtu 26 Juli 2008, dengan Tema Blog Sebagai Sarana Kreativitas.

Karena hal tersebut, dan besarnya manfaat bagi generasi yang akan datang, kegiatan ini pun didukung banyak pihak, selain dari Wongkito sendiri dukungan juga hadir dari Dinas Inforkom Kota Palembang, SMA Negeri 3 Palembang,Telkom Speedy, Bita Edukasi, Palembang City, Honda, Telkomsel, dan PT ABC. Kegiatan ini pun tak kan berhasil tanpa dukungan dari media partner PALTV dan Sonora FM.

Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal menuju Satu Juta Blogger dan Pesta Blogger 2008, ayo sukseskan Wongkito Goes To School, demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Sukseskan Wongkito Goes To School …. SEMANGAT …. SEMANGAT …. SEMANGAT !!!!

EVERYONE HAS THEIR OWN DARK SIDE

Setiap orang punya sisi gelapnya, itulah arti kata-kata yang bisa aku ambil dari hasil percakapanku dengan orang yang kini mengisi ruang hati yang kosong. Dan bertambah pula keinginanku menulis ini, ketika melihat film Batman – The Dark Night, pas liat si Jaksa yang berubah menjadi jahat ketika pasanganya meninggal.

Tapi yang paling berkesan sih, ketika orang yang mau menerima kita apa adanya , meskipun dia tahu kita punya sisi kelam di masa lalu. Ceritanya, ada yang menyatakan cintanya kepadaku … cieeee :)) . Pertama kali mendengarkan pengakuan dia sempet shock banget, tidak menduga dia akan mengatakan dan melakukan hal tersebut, karena setelah kuhitung jaraknya cukup cepat dari kita kenalan.

Aku pun akhirnya bertanya, apa yang kamu suka dari aku.

Ya kalo suka , suka aja …. sempet tertohok juga ketika menerima jawaban tersebut.

Dia pun berkata, aku tidak peduli bagaimanapun masa lalu kamu, yang aku lihat sekarang adalah kamu apa adanya. Ya memang sisi kelam yang dimiliki orang itu, akan tetap ada, meski seberapa kuat pun kita menutupinya, hingga mencuci dengan sabun termahal sekalipun.

Kini saatnya bagaimana kita hidup dengan sisi kelam diri kita, dan mendapatkan seseorang yang mau menerima sisi kelam kita , tanpa menuntut kesempurnaan, karena kesempurnaan hanya milik Allah semata.

Ternyata memang benar, jika kita bisa menerima sisi kelam kita, hidup pun menjadi lebih tenang, dan langkah menjadi ringan untuk menapaki masa depan.

Karena masa lalu hanya masa lalu, dan tinggallah masa lalu, cukup ditoleh sekali sebagai bentuk pelajaran, tanpa harus takut untuk mencoba dan belajar lagi.