Matikan Rokokmu! Asapmu Bukan Untukku

Setiap tanggal 31 Mei, seluruh dunia memperingati hari Hari Anti Tembakau Sedunia. Apakah hari ini hanya sekedar peringatan saja, tanpa memiliki arti tersendiri?

Aaaah… jika dihitung terdapat 400 ribu perokok di Indonesia dan hampir 60 persen diantaranya mereka yang berkantong lemah alias masyarakat ekonomi menengah kebawah.

Rokok diibaratkan sebagai makanan utama, seperti tidak lengkap jika tidak merokok. Bahkan jika dihitung konsumsi rokok mereka per hari melebihi angka 10 ribu rupiah. Bagaimana jika angka tersebut dikalikan dengan 365 hari dalam setahun. Artinya mereka mengeluarkan uang Rp 3.650.000  , ini jika dikali dengan 10 ribu kalo lebih dari itu jumlahkan saja sendiri.

Memanfaatkan momen Hari Anti Tembakau Sedunia, Palembang memberlakukan Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2009 tentang  “Kawasan Tanpa Rokok”. Ada 7 tempat yang menjadi sorotan utama diantaranya Tempat umum seperti Angkutan umum, Mall / Pasar, Rumah Sakit, Sekolah / Tempat Pendidikan, hingga Perkantoran.

Semoga dengan berlakunya perda ini semakin banyak orang yang sadar akan bahaya merokok dan berhenti meracuni orang lain. Pasalnya yang lebih berbahaya bukan perokok aktif yang menghisap ratusan batang rokok per hari, melainkan mereka yang menjadi perokok pasif yang ikut menghisap asap rokok yang dihembuskan oleh mereka yang merokok.

Begitu banyak artikel dan peringatan tentang bahaya merokok, mulai dari menyebabkan kanker hingga berujung kepada kematian. Bahkan berbagai ormas Islam memberlakukan fatwa HARAM bagi rokok. Semoga semakin banyak yang sadar akan bahaya merokok dan berhenti meracuni diri sendiri dan orang lain.

Matikan rokokmu! Asapmu bukan untukku

Prince of Persia: The Sands of Time

Bagi para pecandu games tentu tak asing lagi dengan “Prince of  Persia”. Permainan yang dikembangkan Jordan Mechner. Permainan ini mengharuskan tokoh utamanya (Sang Pangeran, Prince, tokoh yang bisa digerakkan oleh pemain dalam permainan ini) untuk berpetualang dalam menyelesaikan permasalahannya.

Sejak dirilis pertama kali hingga kini “Prince of Persia” telah menjadi legenda bagi para pecandu games.

Kini, “Prince of Persia” dengan cerita “jam pasir” itu dikemas menjadi film, tentunya mengharapkan kesuksesan sesuai dengan versi gamesnya.

Prince of Persia : The Sands of Time diawali dengan serangan yang dilakukan oleh tentara Persia ke negeri suci Alamut, yang dipimpin seorang puteri bernama Tamina (Gemma Arterton) yang sangat cantik.

Penyerangan oleh tentara Persia dilakukan oleh tiga orang pangeran yakni Tus (Richard Coyle), Garsiv (Toby Kebbell), dan Dastan (Jake Gyllenhaal).

Tus dan Garsiv merupakan anak kandung raja Sharaman, sedangkan Dastan merupakan anak angkat yang ditemukan oleh raja di jalanan dan berhasil menarik hati orang nomor satu di Persia itu karena keberaniannya.

Karena besar di jalanan, perilaku Dastan lebih urakan dibanding kedua saudaranya, namun dia sangat bertanggung jawab besar untuk menjaga kehormatan kerajaannya.

Meskipun hanya anak angkat, Dastan sangat mencintai kerajaan Persia dan keluarganya.

Penyerangan ke Alamut dilakukan oleh Dastan bersaudara karena mendengar kabar dari sang paman atau adik raja Sharaman, bernama Nizam (Sir Ben Kingsley) bahwa negeri suci itu membantu pasokan senjata untuk musuh-musuh Persia.

Akhirnya, Alamut berhasil ditaklukkan oleh tentara Persia yang memang terkenal selalu menang dalam peperangan dan pangeran Dastan menemukan sebuah belati istimewa.

Raja Sharaman yang mendengar ketiga anaknya menyerang kerajaan Alamut sangat murka, ia berprinsip negeri suci itu harus dilindungi.

Namun, karena mendengar berbagai pertimbangan dari ketiga puteranya dan adiknya Nizam mengenai alasan penyerangan ke Alamut, maka raja mengalah meskipun tetap kecewa.

Dalam pesta perayaan kemenangan Persia, Dastan atas usul Tus dan Nizam memberikan sang raja jubah suci yang didatangkan dari Alamut.

Bahkan, jubah tersebut juga telah dipersiapkan oleh Tus dan Nizam, sehingga Dastan hanya tinggal memberikannya saja pada sang raja.

Siapa sangka, jubah tersebut mengandung racun sehingga sang raja yang baru sebentar mengenakan baju kebesaran hadiah dari Dastan itu tewas seketika.

Hal itu menyebabkan Dastan diburu dan terancam dihukum mati, karena dianggap membunuh raja. Dastan yang merasa tidak bersalah karena menerima jubah tersebut dari Tus dan Nizam melarikan diri.

Dalam pelariannya, Tamina ikut mendampingi Dastan, karena tanpa sepengetahuan Dastan sang puteri cantik ingin merebut kembali belati istimewa yang berhasil ditemukan Dastan.

Selama beberapa hari melarikan diri, dan mencoba mengungkap kebenaran, Dastan menemukan kenyataan bahwa ternyata, sang paman, Nizam merupakan orang yang paling bertanggung jawab atas segala insiden.

Nizam merekayasa semua hal, karena ingin merebut belati istimewa yang berhasil ditemukan Dastan di negeri suci Alamut.

Ternyata belati tersebut memiliki kekuatan untuk membuka wadah pasir waktu, pasir yang bisa mengembalikan waktu ke masa lampau.

Akhirnya, Dastan dan Tamia terlibat dalam perang dan petualangan yang memikat demi menyelamatkan belati dan menjaganya dari tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

Di negeri Alamut ada kepercayaan jika belati tersebut jatuh ke tangan orang jahat, masa waktu bisa diputarbalikkan sesukanya dan dewa-dewa di langit akan murka sehinga bisa menimbulkan bencana besar yang mengancam manusia.

Pemilik Hati

Aku tenggelam dalam kesendirian

Aku terpekur dalam kesunyian

Dimanakah keadilan ?

Apakah hanya dalam angan

Cinta…

Sanggupkah aku bertahan

Hati…

Siapkah aku memiliki

Wahai sang pemilik hati

Damaikan hati

Tenangkan hati

Temani hati ini

Walau seribu rintangan

Takkan goyah langkah kaki

Selalu ada kesempatan

Untuk pemilik hati

Remember Me

Menonton film Remember Me seperti membaca diary. Film bergenre drama ini memang terkesan lambat. Namun film ini memberikan kesan tersendiri, meski bukan karena ada adegan dewasanya loh … hihihih 😀

Film ini bercerita tentang Tyler Hawkins (Robert Pattinson) yang bersiteru dengan ayahnya (Pierce Brosnan) sejak kakaknya tewas bunuh diri. Tyler akhirnya jatuh cinta dengan  Ally Craig (Emilie de Ravin) putri Polisi yang menahannya. Hubungan mereka terancam, setelah Ayah Ally mengetahui hubungan tersebut.

Namun hal yang kusukai adalah bagaimana Tyler benar – benar melindungi adiknya  yang tidak terlalu disukai Ayahnya.

Cerita dan intrik yang terjadi karena  film ini memberikan kisah yang tidak biasa.  Namun pada akhirnya, ketika hubungan Tyler dan Ayahnya membaik, termasuk hubungannya dan Ally juga membaik, Tyler meninggalkan orang – orang terkasihnya dan menjadi salah satu korban 9/11 di kantor Ayahnya di World Trade Center.

Ketegasan

Setelah membaca Mario Teguh Super Note yang mampir ke dalam emailku. Akhirnya diriku sadar, begitu banyak keraguan yang merasuk ke dalam diri. Selain faktor internal, yang tak lain ikut mempengaruhi adalah faktor eksternal.

Padahal orang yang ragu melakukan yang baik untuk dilakukannya, adalah orang yang tegas membiarkan dirinya menerima yang tidak disukainya.

Kehidupan ini berisi persaingan antara kemampuan kita dengan masalah-masalah kita.

Semua orang yang berhasil, mencapai keberhasilan mereka melalui ketegasan untuk menjadikan diri mereka lebih kuat daripada masalah-masalah mereka.

Dan dia yang hidup dalam keluhan, adalah biasanya orang yang menunda menyelesaikan masalah kecil, untuk kemudian membiarkannya tumbuh menjadi masalah besar.

Seperti juga dia yang mengeluhkan kesulitan hidup, adalah biasanya orang yang tidak menyelesaikan masalah saat masalah itu masih mudah ditangani, dan membiarkannya tumbuh menjadi masalah yang terlalu sulit untuk diselesaikannya.

Ketegasan!

Seandainya saja setiap jiwa ikhlas untuk berlaku tegas bagi kebaikan hidupnya sendiri …

Ketegasan yang harus kita ramahi, untuk menjadi pendamping renungan kita dalam menepatkan sikap dan perilaku yang paling mendekatkan kita kepada tujuan keberhasilan karir dan kehidupan kita.

KETEGASAN ADALAH KASIH SAYANG YANG KUAT
Decisiveness Is A Forceful Love

Marilah kita berhati-hati dan bersikap tegas terhadap daya tarik dari kesenangan-kesenangan sementara. Karena, kesenangan sementara berperan menarik perhatian, merampas waktu, dan memboroskan tenaga kita untuk hal-hal yang tidak akan menjadikan kita lebih mampu.

Jutaan orang di dunia, setiap tahun, menjadi lebih tua tanpa menjadi lebih mampu – karena mendahulukan kesenangan-kesenangan sementara. Dan Tuhan Yang Maha Pengasih memberikan kepada mereka sebuah tanda, yaitu ketidak-damaian.

Ketidak-damaian adalah tanda penuh kasih yang secara khusus ditujukan kepada jiwa-jiwa baik yang sedang mendahulukan kesenangan sementara.

Dan kepada kita, orang tua dan pendidik yang super, semakin besar keyakinan kita atas kebenaran yang kita nasehatkan, harus semakin tinggi kualitas kesabaran kita.

Karena sesungguhnya, dalam menasehatkan yang baik – tugas kita bukanlah untuk menjamin terjadinya perubahan kepada yang membutuhkan perbaikan, tetapi apakah kita telah berupaya menjadi penyampai nasehat dengan cara yang se-pengasih mungkin.

Perubahan kualitas hidup seseorang sepenuhnya adalah hak Tuhan.

Jika keluhan kita penuh berisi ketidak-nyamanan, kekurangan, kesulitan, dan keterbatasan dalam hidup – akan indah sekali jika kita menengadahkan wajah, membuka telapak tangan, dan melamatkan ratapan hati kita ke langit – ke arah kerajaan langit yang sistem pemerintahannya di tata dalam keterhubungan langsung antara setiap jiwa dengan Tuhan-nya Yang Maha Berkuasa.

Ya …, langsung – antara satu jiwa dengan Tuhan-nya.

Dan,

Untuk setiap jiwa yang sedih, Tuhan Yang Maha Mendengar sedang menanti ketulusan keluhannya, yang termasuk mengakui perannya sendiri dalam mendekatkan dirinya dengan yang menyedihkannya.

Untuk setiap jiwa yang merasa diperlakukan tidak adil, Tuhan Yang Maha Adil sedang menanti pengertiannya untuk ikhlas menerima keadaan yang diijinkan oleh Tuhan untuk terjadi, dan juga berlaku adil kepada sesama dan kepada Tuhan.

Untuk setiap jiwa yang marah, Tuhan Yang Maha Perkasa sedang menanti keterbukaannya bahwa kemarahannya adalah tenaga yang harus digunakan untuk memindahkan dirinya sendiri dari sikap-sikap dan cara-cara yang memarahkan, dan naik kelas ke keadaan-keadaan yang lebih baik.

Untuk setiap jiwa yang pedih karena perendahan oleh orang lain, Tuhan Yang Maha Memuliakan akan menemaninya dalam perjalanan tenggelam dalam kesedihannya, menemuinya di dasar kesedihannya, dan dengan penuh kasih akan menyisipkan kekuatan yang magis kedalam pikiran, hati, dan otot-ototnya untuk bangkit dan menghadapi perendahan dengan gagah berani – sebagai jiwa yang berhak bagi kemuliaan, yang menyandarkan harapannya bagi kemuliaan diri hanya kepada Tuhan Yang Maha Mulia.

Dan untuk setiap jiwa yang hampir menyerah, Tuhan Yang Maha Penolong akan mendekatkan telinga dari jiwa yang hampir menyerah itu kepada suara-suara yang menasehati, menampilkan teladan baik bagi penglihatannya, dan memasukkannya kedalam pergaulan dengan orang-orang yang menyabarkan diri dan kemudian dimuliakan karena kesabarannya.

Lebih baik dikatakan sok tua, daripada sok keren hari ini, tapi menua tanpa jadi lebih mampu.

Lebih baik dikatakan sok tua, tapi jadi orang sukses tanpa harus jadi tua.

Jangan izinkan orang lain menentukan apa yang bisa membuat Anda merasa yakin, selain kesungguhan Anda untuk mencapai TITIK LEDAK keberhasilan pribadi.

Ya, akan datang suatu saat yang menjadi titik ledak keberhasilan Anda.

Kehidupan ini sering berlaku tiba-tiba dan tahu-tahu.

Tiba-tiba Anda dikenalkan kepada seorang besar yang membutuhkan bantuan Anda, atau tiba-tiba Anda dikenal di kalangan yang luas sebagai pribadi yang bernilai.

Tahu-tahu Anda bisa menyelesaikan hal-hal besar yang tadinya sulit dilakukan oleh kebanyakan orang lain, atau tahu-tahu Anda sudah hidup dalam kualitas yang tadinya tidak terbayang dalam mimpi Anda.

Jika Anda mengasihi diri Anda sendiri, dan jika Anda ingin membahagiakan mereka yang mengasihi Anda, tegaslah melakukan yang baik untuk Anda lakukan, dan tegaslah menghindari yang tidak menjadikan Anda lebih sehat dan lebih mampu.

Berhentilah memikirkan hanya kesusahan kita sendiri.

Sadarilah ada jiwa-jiwa yang mengasihi Anda, yang sedang menanti kelembutan suara Anda dalam mengatakan terima kasih dan pujian atas kehadiran mereka dalam hidup Anda.

Tersenyumlah dengan manis kepada mereka. Senyum itu mudah sekali bagi Anda, dan mungkin tidak bernilai, tetapi bagi hati-hati yang sedang merasa sendiri dan tak terperhatikan – senyuman Anda terasa seperti sentuhan Tuhan yang telah lama mereka rindukan.

Jadikanlah diri Anda pembahagia kehidupan sesama.

Jadilah jiwa kecintaan Tuhan, yang menghadiahkan senyuman dan kata-kata penuh kasih kepada mereka yang terluka oleh kurangnya kasih sayang dalam keluarga dan kehidupan mereka.

Nasehatkanlah kesabaran, walaupun Anda sendiri sedang dalam ujian kesabaran.
Nasehatkanlah kekuatan, meskipun Anda sendiri merasakan kesedihan yang melemahkan tubuh Anda.

Berlakulah penuh hormat dan kasih kepada diri sendiri.
Berlakulah penuh hormat dan kelembutan kepada orang tua.
Berlakulah penuh kasih dan dukungan kepada anak-anak.
Berlakulah penuh pengertian dan penerimaan kepada orang lain yang berbeda pendapat.
Berlakulah penuh kebaikan kepada kehidupan.

Karena … itu semua, adalah cara berlaku baik kepada Tuhan.

Menulislah, Berikan Perubahan Lewat Ide dan Pikiran

Setiap orang bisa menulis. Pasalnya menulis merupakan skill atau keahlian bukan bakat.  Menulis adalah kemampuan yang bisa diasah dan setting apapun bisa menjadi bahan tulisan. Begitulah yang diungkapkan Artimi Suparmo  saat memberikan materi  di Sekolah Jurnalisme Indonesia.

Menulis merupakan salah satu cara berkomunikasi dengan orang lain dan menjadi penyampai pesan yang tentunya akan memberikan manfaat bagi orang lain.  Begitu banyak masalah yang terjadi ditengah masyarakat, misalnya saja kasus tawuran baik antar pelajar dan antar warga. Belum lagi kasus kekerasan terhadap perempuan, dan masalah pendidikan yang hingga kini terus menyisakan berbagai persoalan.

Tentunya sebagai anak bangsa yang miris melihat kondisi negeri,  ada kesadaran yang menyentil untuk memberikan dukungan bagi negeri ini yakni melalui dukungan ide dan pikiran.

“give a change for this country with the support of ideas and thoughts”

Sehingga jika selama ini banyak yang beranggapan menulis itu sulit dan harus memiliki bakat. Hal ini merupakan pandangan yang keliru, pasalnya menulis merupakan hasil dari skill atau keahlian bukan merupakan karena bakat.

Modal utama untuk menulis  setiap orang harus memiliki kepekaan terhadap permasalahan yang dihadapi. Inilah yang akan menuntun seseorang untuk menulis.

Toh mengawali tulisan mulainya dari menulis hal – hal kecil, seperti mulai dengan menulis blog atau menulis agenda / jurnal harian. Jadi, menulislah dan berikan perubahan bagi negeri ini.

Naik Sepeda Tua Ke Titik Nol Indonesia

Karena kecintaan kepada Indonesia. Dua pemuda asal Kendal, Jawa Tengah, Roni Hartono dan Abdul Rohim nekat menuju Sabang, Aceh,  titik nol Indonesia  dengan naik sepeda tua atau lebih dikenal onthel.

Meski baru tiba di Palembang Sabtu sore namun kedua pemuda ini bertekad menyelesaikan misinya mengayuh sepeda menuju titik nol kilometer Indonesia di Sabang, Aceh.

Keduanya termotivasi melakukan perjalanan ke sabang karena kecintaan kepada Indonesia dan  sepeda onthel tuanya. Sejak berangkat dari Kendal 15 hari lalu sepedanya masih gagah ditunggangi dan belum ganti ban.

Di Sabang nanti keduanya akan mengibarkan Merah Putih dan menanam pohon jati. Bibit pohon sendiri telah disiapkan temannya di Jambi. Selama di perjalanan keduanya mengaku puas karena bisa bertemu dengan komunitas sepeda onthel.

Untuk menjaga fisik,  Roni mengaku  menjaga makan dan tidur yang cukup untuk melanjutkan perjalanan, terlebih rute yang dijalani mereka  cukup ekstrim ditambah cuaca yang kerap tidak mendukung.

Sungguh salut dengan teman – teman dari Kendal yang mengendarai sepeda tua keliling nusantara. Terlebih hal ini dilakukan untuk menjalin silaturahmi dan  keakraban sesama penggemar sepeda tua.

Meski sepeda tua kerap dianggap sudah punah dan tidak layak dipakai namun dengan hal ini menunjukkan sepeda tua masih bisa dipakai mengelilingi negeri.

Semoga Roni dan Rohim tiba di Sabang dengan selamat, dan berhasil menjalankan visi mereka.