My New Life “Another Year of Fabulous”

Photo

Welcome My New Life…

Oh… Bukan… Bukan…

Saya belum menikah, tapi ini do’a dan permohonan saya, semoga di usia saya sekarang saya bisa menikah, menyempurnakan setengah agama saya dan saya ingin menikah karena Allah. Semoga saya bisa menjadi istri yang sholelah bagi lelaki baik, sholeh dan taqwa yang akan memperistri saya dan bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak saya serta memberikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk sesama Aamiin Allahumma Aamiin .

Make a wish

Ini adalah permohonan saya pertama di hari jadi ke 30 tahun. Semoga Allah mengijabah do’a penuh harap ini, menjadikan saya umat yang lebih baik lagi. Aamiin Ya Rabb.

Saya bersyukur, Alhamdulillah… atas semua rahmat, karunia, cinta dan kasih sayang serta ampunan yang diberikan Allah kepada saya hingga saat ini saya bisa menghirup udara dengan lega, merasakan nikmat sehat yang luar biasa maupun mendapatkan banyak kebaikan, teman-teman yang selalu memberikan dukungan ataupun orang yang tidak menyukai saya sehingga membuat saya bisa introspeksi diri.

Rasa terima kasih tak terhingga kepada kedua orang tua saya, Ayah dan Ibu yang telah melahirkan saya, merawat saya, memberikan makan yang baik, pakaian yang layak hingga membekali dengan pendidikan agama maupun duniawi.

Apa resolusinya ?

Resolusi… waduh seperti tahun baru saja, oke… mungkin ini karena 30 tahun saya berada dan menginjakkan kaki di dunia ini, memberikan warna bagi kehidupan.

Yang pasti saya berharap saya bisa segera menunaikan sunnah dan menyempurnakan setengah agama saya. Semoga di usia 30 ini, seorang laki-laki baik, sholeh dan taqwa itu datang meminang saya Aamiin Allahumma Aamiin.

Yang kedua saya ingin menunaikan ibadah umroh dan haji, semoga saya bisa menunaikan bersama keluarga saya, suami, ayah dan ibu saya Aamiin Allahumma Aamiin.

Yang ketiga saya ingin terus berkarya, menulis buku dan berharap semoga suatu saat karya saya menerima Nobel Aamiin Allahumma Aamiin.

Yang keempat semoga saya bisa mendirikan rumah asuh untk anak-anak Yatim, Piatu dan tidak mampu Aamiin Allahumma Aamiin.

Yang kelima saya bersyukur sekali kepada Allah SWT yang terus melimpahkah rahmat dan kasih sayangnya. Semoga saya bisa menjadi umat yang lebih baik lagi, istri sholelah dan ibu yang baik untuk anak-anak saya.

Aamiin Allahumma Aamiin.

Sent from my iPhone

8 thoughts on “My New Life “Another Year of Fabulous”

  1. Selamat ultah Mbak Sus!😀

    SAya turut mengamini semua permohonan Mbak Sus, dan ijinkan saya mendoakan semoga Mbak sehat selalu, rejeki semakin lancar, kerjaan dan karir semakin mulus, jodoh juga semoga segera dipertemukan, dan semoga diberi umur yang barokah ama Allah SWT! Aamiin!🙂

  2. Menikah untuk menyempurnakan separuh agama, cukupkah?

    ”Apabila seorang hamba menikah maka sungguh orang itu telah menyempurnakan setengah agama maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya.” (H.R. Baihaqi)

    Hadist di atas sangat masyhur di kalangan muslim. Tapi sayang, yang banyak dibicarakan sekedar menikah itu menyempurnakan separuh agamanya. Padahal kan nggak berhenti di situ. Coba kita amati lagi hadist tersebut. Di bagian belakang hadist tersebut ada kata-kata “…maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya”.

    Ini yang mungkin kurang dibahas. Bahwa menyempurnakan agama itu nggak cukup hanya separuh saja (dengan jalan menikah). Tapi mustinya ada ghirah, ada semangat untuk menyempurnakan agamanya secara utuh. Nggak lucu dong kita menyempurnakan tapi separuhnya doang. Ibarat kita bangun rumah tapi temboknya cuma setengah tingginya trus nggak ada atapnya. Mana bisa dipakai buat berteduh, ya nggak?

    Terus bagaimana tuh caranya? Nggak ada cara lain, ya dengan bertakwa kepada Allah supaya agamanya sempurna, utuh.

    Nah, di sinilah pernikahan itu akan menjadi barokah, akan menjadi manfaat ketika pernikahan itu dipakai sebagai sarana meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Jadi mustinya pernikahan itu membuat ketakwaan atau paling tidak semangat seseorang untuk memperbaiki ketakwaannya kepada Allah meningkat. Ibadahnya makin rajin, shodaqohnya makin bagus, yang jadi suami lebih rajin, lebih semangat nyari nafkah, dll.

    Jadi lucu kalau ada orang yang setelah nikah justru ibadahnya melorot. Musti ada yang dikoreksi dalam dirinya. Apa nih kira-kira yang salah?

    Lalu ada pertanyaan begini: kan nggak ada ukuran baku buat menilai ketakwaan seseorang naik apa nggak, gimana cara ngukurnya?

    Kita mah nggak perlu menilai orang lain ya. Cukup kita nilai diri kita sendiri. Setelah nikah, shalat kita gimana? Shadaqah kita gimana? Ngaji kita gimana? Intinya, seberapa baik kita menjalankan perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya. Ada perbaikan, tetep segitu aja, atau malah merosot?

    Yuk, yang udah pada nikah kita introspeksi diri lagi, muhasabah lagi. Tapi nggak cuma yang udah nikah aja. Yang belum nikah juga kudu introspeksi, kudu muhasabah. Mempersiapkan diri dan mengingatkan diri sendiri supaya kalau nanti udah nikah tambah baik lagi.

    Jadi sekarang kita punya goal nih, punya target yang amat sangat penting buat kita raih.
    Targetnya: MENYEMPURNAKAN AGAMA SECARA UTUH, NGGAK CUMA SETENGAH.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s