Koin Untuk SBY

Sebagai bentuk kecintaan masyarakat Indonesia kepada sang Presiden-nya. Kini muncul Gerakan Koin Untuk  SBY. :request

Gerakan ini lahir setelah pak Presiden Susilo tercinta curcol di forum TNI meminta kenaikan gaji karena sudah tujuh tahun tidak pernah naik gaji . :malu2

Gerakan itu bertujuan membantu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sedang mengeluh gajinya tidak naik. Pernyataan yang disebarkan melalui situs jejaring sosial Facebook ataupun microblogging Twitter.

Secara terbuka, gerakan ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyumbangkan koin 100 bagi SBY yang sedang mengalami kesusahan. Gerakan ini mencuat dalam dua hari terakhir dengan slogan “help salary president”. :cystg

Tulisan juga dipublish disini

15 thoughts on “Koin Untuk SBY

  1. Ping-balik: Koin Untuk SBY « Jurnal Suzannita

  2. Hihihi… Aku baru tahu ada aksi itu. Lucu juga cara menyindir Presiden yang mengeluh soal gaji tidak naik-naik. Jadi, bagaimana sekarang aksinya? Rame yang ikutan gak?

  3. Sebagian masyarakat menelan mentah-mentah apa yang disuguhkan media, sebuah pilihan kata, “curhat” ataupun “mengeluh”, sebagai kesimpulan subyektif media berakibat fatal, menurut saya. Ketika teks dan konteks belum dipertemukan kepastiannya, sebatas simpulan sepihak semata, muatan berita menjadi kurang bertanggung jawab kepada masyarakat.

  4. Ketidakpedulian pejabat pemerintahan pusat dan daerah Indonesia. Bukti nyata ketidakpedulian pejabat-pejabat di pemerintahan pusat dan daerah di Indonesia adalah kota-kota di pusat maupun daerah-daerah tidak memiliki jaringan transportasi massal. Mereka tidak memikirkan menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan trasportasi massal asing apakah dari RRC, Korsel dan lainnya untuk sungguh-sungguh membangun sistem transportasi sangat penting dan vital tersebut. Padahal Indonesia memiliki pulau-pulau utama sangat panjang dan luas seperti Sumatra, Kalimantan, Jawa dll yang samasekali tidak memiliki jaringan transportasi massal. Mobil dan sepeda motor akhirnay menjadi angkutan pilihan satu-satunya. Sungguh besar dana yang dikeluarkan negara untuk memenuhi kebutuhan bbm. Sungguh besar setiap tahun jalan-jalan highway (jalan tol) yang mungkin harus dibangun dan tetap macet serta hanya menguntungkan perushaan pemilik tol. Sungguh kotor udara di kota-kota di Indonesia akibat polusi dari sisa pembakaran solar dan bensin betimbal dari puluhan juta kendaraan. Negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand cerdas. Mereka sudah lama memiliki MRT misalnya dan kereta listrik tepat waktu ceoat aman dan nyaman. Thailand bahkan sebentar lagi memiliki kereta super cepat, keeta listrik peluru . Indonesia baru akan memiliki subway yang akan mulai dibangun 2012 dan itupun hanya beberapa kilometer. Bukan jaringan subway atau MRT seluruh ibukota misalnya. Ituah bukti sebuah maslah pelik akibat mafia hukum/mafia kekuasaan dari ketidakpedulian pejabat-pejabat pemerintahan pusat dan daerah di Indonesia. (kiriman Lee Moo Hoen dan Zhen Yan).

  5. Ini seputar PSSI. Andaikata Golkar dibubarkan sejak reformasi mahasiswa 1998 yang puas hanya mengguingkan Suharto, maka oang-orang partai tersebut tak akan ngrecoki system. Contoh betapa sulitnya mengalahkan Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie yang sengaja dipasang dan dipertahankan Golkar dalam pencalonan ketua PSSI. Menurut narasumber acara Komisi di Elshinta, Nurdin dan Nirwan dipertahankan untuk menghadapi pemilu 2014. Sejauh dan sehebat inikah Golkar bercokol? Sebetulnya kalau pemerintah SBY berani mudah sekali membuang keduanya. Jangan-jangan semua ini hanya bagian bagi-bagi proyek, permainan sempurna orang-orang Golkar dan Partai Demokrat yang dikenal sangat licik, atas nama politik? Politik universal tak pernah ajarkan kelicikan. Lihat lagi semua definisi politik.

  6. Mereka akan bernasib seperti Saddam Husein, bekas presiden Irak, digantung. Libia membara. MetroTV tidak mampu menunjukkan kepada pemirsa atas genosida maupun kekejian keras oleh pemimpin-pemimpin Arab. Apa karena di MetroTV banyak etnis Arab? Atau karena Indonesia membunuhi rakyatnta secara lunak, dengan membiarkan mereka miskin dan kelaparan? Uraian MetroTV juga diperhalus. Untuk apa menutupi kekejaman hard maupun soft? Lihat di tv-tv asing juga di Aljazeera Arabi, Libia telah dikuasai demonstran dan rakyat. Kalau Ben Ali, mantan pemimpin Tunisia, kini selamat karena cepat lari ke negara asing, Mubarak, pemimpin Mesir, keras kepala dan pasti akan dihukum rakyat Mesir, dan Gadafi, pemimpin Libia, pembunuh tentara sendiri dan rakyanta, akan digantung rakyatnya, karena perintahkan eksekusi banyak tentaranya yang membelot akibat menolak membunuh para demonstran. 1000 lebih demonstran dan massa sudah terbunuh dalam revolusi di Libia saat ini. Anggota keluarga Gadafi sudah ditolak mendarat di Malta, di Tunisia dan di Libanon. Gadafi akan digantung rakyatnya, ini soal waktu. Meskipun sudah berjanji dan menawarkan akan mengubah UUD dan KUHP hingga tak ada hukuman mati, rakyat tidak mau tahu. Kemana ia melarikan diri ke negara asing? Semua menolak. Tapi ada apa SBY terbang ke Brunei? Semoga SBY tidak akan bernasib seperti pemimpin-pemimpin Arab tersebut. Mungkin Gadafi dan Mubarak perlu lari ke Brunei. Emas dan harta mereka pun bergudang-gudang. Atau ke Indonesia siapa tahu pemerintah bisa kebagian. Lumayan untuk tambahan korupsi? Tapi SBY juga membiarkan kekerasan terjadi, atas umat Ahmadiyah.

  7. Elshinta semalam diskusi kekosongan caketum PSSI saat ini. Diperlukan harusnya perombakan total, tak hanya Nurdin Halid yang harus dibekukan, PSSI dan seluruh cabangnya di daerah-daerah harus dibekukan/dibubarkan karena semua yang strategis masih dikuasai Golkar. Inilah ketika Golkar tak dibubarkan sedari awal ketika pelengseran Soeharto 1998. Mahasiswa waktu itu mabuk euporia dan hanya menerima lengsernya Soeharto, padahal sampai saat ini orang-orang Golkar tetap bercokol dimana-mana ngrecoki pemerintahan SBY. Selama SBY dan Menpora tak tegas dan tak membubarkan PSSI, jangan harap situasi berubah. Nurdin boleh pergi, tapi kalau masih banyak orangnya bercokol di cabang-cabang di daerah, percuma.

  8. Ketika “pejabat” TV negeri ini disuap pemerintah. Padahal terlihat nyata dari tv-tv asing, Libia warganya berdarah-darah. Lebih dari 2000 pengunjuk rasa dibantai brimobnya Kadapi, pemimpin gila Libia itu. Tapi TVOne dan MetroTV bisu, ada apa? Pemred mereka mungkin disuap pemerintah supaya tidak memberitakan revolusi di Timur Tengah, takut merembet ke Indonesia! Tidak menayangkan dan tak lagi diskusikan seperti saat Mubarak digulingkan. Sementara, pemerintah tak lagi evakuasi warganya. Kalau begitu evakuasi Mesir kemarin lebih tepat disebut untuk pencitraaan dong!

  9. Harusnya tentara dekat dan bersama mahasiswa dan rakyat untuk ambil aksi merebut. halusnya tentala setelah melihat situasi krisis saat ini lantas secepatnya pegang kekuasaan bagi mempertahankan negara dan rakyat bumiputera yang kini terancam oleh kami orang. Tapi tentara di Indonesia, kolonel-kolonelnya, tidak belani sama jenderal-jenderal meleka, yang padahal jadi jendelal kalena menyuap. Kami Singapore dulu tak ada artinya, kami merdeka juga lebih belakang, haiyaa. Tapi kami dapat pemimpin hebat, Tuan Lee Kuan Yew, pejuang sejati dan pemimpin sejati daam kami inilah. Indonesia dulu ada pemimpin hebat, Sukalno, tapi direbut pemimpin karbitan CIA/Amelika, Suhalto. Indonesia kini sama saja, dipegang pemimpin tak tahu apa-apa, SBY. Maka kita orang, dinasti Han, Tionghoa perantauan, bukan Cina hebat macam mereka olang RRC/Tiongkok. Kami di Indonesia pandai dagang dan menyuap dan KKN dengan pejabat-pejabat Indonesia yang tak memiliki halga diri. Itu terus-menerus. Indonesia sekalang juga semakin hancul belantakan. (Hou Huan, Singapore)

  10. Diam kamu, Huao Xiao!! Semua bukankah sudah nenek-moyang kita orang-olang Han/Tionghoa l/rancang semuanya. Tapi kita orang Han, Tionghoa, sudah lama kuasai dan kendalikan meleka. Paham? Tak hanya itu. Titik-titik strategis Indonesia pun semua telah kami kuasai. Kita orang yalah dinasti Han. Tak ada yang tak kami kuasai. Kita orang pintar, mereka orang tolol-tolol, haiyaa…. Tanah-tanah luas, properti, perumahan dan blok-blok mewah saat ini semuanya milik kita orang. Haiya….. Tak ada yang tersisa untuk anak-anak bumiputera Indonesia. Haiyaaa…. Tak perlu 300 tahun. Pejabat-pejabat itu tolor-tolor, mahu ber-KKN dengan kami, mereka orang murahan, haiyaaa…. Kurang dari 100 tahun lagi, bumiputera itu semua sudah punah, haiyaaa… Yang telsisa dali meleka hanya sedikit sekali, macam etnis Aborigin di Australia, haiyaa….i. Jangan tanya itu lagi Hou Hian, haiyaaaa….?!!

  11. Terkait dengan reshuffle yang sudah dikatakan. SBY bisa maju kena mundur kena. Ada teori menarik dan logika benar dalam politik. Kamu aku tak suka. Orang lain berteman sama kamu. Orang lain itu aku tak suka pula. Saat ini Partai Demokrat, partai berkuasa saat ini, banyak orang tak suka karena partai ini melalui presidennya kurang sekali pro rakyat. Jadi partai yang bersamanya atau yang akan bergabung dengannya pasti akan “selesai”. Tak akan dipilih tahun 2014. Yang oposisi yang akan dipilih. Jadi kalau mau “dipeluk” partai/penguasa, siap-siap untuk kalah.

  12. TV One selalu, malan barusan juga, suka menggalakkan adu domba! Tidak memecahkan masalah, karena orang2 zalin, orang2 anti Ahmadiyah justru diberi tempat oleh TV One, atas nama cover both sides, ini gila! Kesalahkaprahan dalam jurnalisme Indonesia. Padahal misi jurnalisme adalah mencari kebenaran dari fakta dan membela kebenaran dan si lemah. Parahnya kenapa pula orang2 kita yang partainya menganut satu azas, Pancasila, justru tidak ber-Pancasila dan kejam serta menzalimi sesama. Mau muntah aku ketika menyaksikan acara di TV One, anggota partai PPP membenci sesama anak bangsa kita yang kebetulan terlahir memeluk Ahmadiyah. Apa salah mereka, bukankah kita semua terlahir tidak berdosa dan tidak mungkin pindah sebuah agama atau keyakinan karena kita dilahirkan dari agama atau keyakinan yang dipeluk orangtua kita? Kalau orangtua kita Ahmadiyah pasti kita akan menjadi ummat Ahmadiyah pula. Orang2 PPP itu berkampanye agar PPP mendapat dukungan, padahal itu partai warisan Orba. TV One perlu juga didemo masif kali ya?! Kalau Metro TV Ok, dia pandai membela yang benar dan tidak mudah “membeli” hal-hal kurang penting atau justru memperburuk masalah.

  13. Kalau kebakaran tangki Pertamina Cilacap jelas bukan pengalihan isu, tapi kecerobohan. Tapi kalau berbagai berita mulai sidang pengadilan fitnah teroris terhadap tersangka teroris ustaz Abu Bakar Ba’asyir, bom-bom buku, perebutan ketua PSSI yang dibesar-besarkan, hingga tersangka penipu Selli dan tersangka karyawati korup Citibank, Melinda, juga bukan hanya pengalihan isu, tetapi dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya mengalihkan banyak isu. Tujuannya agar perhatian masyarakat tidak terpaku pada masalah-masalah yang tidak dilaksanakan pemerintah dalam membangun bangsa, dan agar dua media besar negeri ini, MetroTv adn TVOne, utamanya, sibuk memberitakan tetek-bengek itu. Sebab Indonesia diperkirakan akan mengalami seperti Tunisia, Mesir dan Libia, karena tidak mampu menciptakan harga-harga murah dan lapangan kerja buat rakyat. Juga isu santer bahwa SBY mungkin tidak bisa bertahan hingga 2014. Pola-pola seperti ini biasa dilakukan di masa lalu. Satu contoh bahkan di masa Sukarno saja, kelompok musik mengklaim dibayar Sukarno agar mau masuk penjara dengan isu musik ngak-ngik-ngoknya, akibat tekanan publik. Di masa Pak Harto lebih banyak dan lagi kejam. Tak perlu dirinci di sini. SBY juga melakukan hal sama meskipun terlihat seolah-olah tidak kejam terhadap rakyat. Tapi menyengsarakan rakyat banyak apa tidak kejam? Tapi pesaing-pesaing atau komponen-komponen SBY yang kini di luar kekuasaan juga sepertinya pengecut, dan beraninya hanya bicara atau sedikit memprovokasi dan tidak berani bertindak terang dan sistematis melengserkan SBY, meski situasi negeri ini sudah parah begini. Padahal oposisi-oposisi di Tunisia, Mesir dan Libia sangat canggih dalam menggerakkan dan memicu unjuk rasa besar efektif melengserkan. Ini bukan soal 2 tahun, 30 tahun, 40 tahun orang berkuasa, tetapi soal rakyat yang semakin dibuat lapar dan ketidak adilan serta korupsi semakin bebas lepas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s