Pernikahan of The Year Bakrie vs Lapindo

Berita apa terhangat saat ini selain Gayus Tambunan vs Susno Duaji… Yupss benar pernikahan Nia Ramadhani dengan Ardi Bakrie.

Jujur melihat pernikahan nan mewah, megah dan dihadiri banyak tamu undangan, mulai petinggi negeri ini hingga rakyat biasa. Maklum , malam ini mereka menggelar pesta rakyat “pertunjukan wayang” di Senayan,  Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta: Resmi sudah Ardi Bakrie mempersunting Nia Ramadhani. Akad nikah berlangsung di Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (1/4) kemarin, dengan menggunakan adat Sunda.

Nia tampak anggun dengan kebaya putih dan mahkota di kepalanya, bak putri raja, sementara Ardi mengenakan beskap putih dan blangkon. Bertindak sebagai saksi
adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Alwi Shihab.

Untuk mas kawin, Ardi menyerahkan seperangkat alat salat dan uang senilai Rp 2.015. Dan ijab kabul pun dimulai. Priya Ramadhani, ayah Nia, menjabat erat tangan Ardi dan mengucapkan ijab kabul. Dengan mantap, Ardi pun menyelesaikan janji pernikahannya: “Saya terima kawinnya dan nikahnya Priyanti Nur Ramadhania binti Priya Ramadhani dengan mas kawin tersebut, tunai.”

Yang unik, cincin kawin mereka yang didesain di Thailand ternyata berisi darah Nia dan Ardi. “Menurut saya, daripada saya taruh berlian di dalamnya, akan lebih berarti darah suami saya,” ujar Nia seperti dikutip tayangan Hot Shot, Jumat (2/4).

Acara akad nikah ini kemudian dilanjutkan dengan resepsi di tempat yang sama. Ribuan tamu undangan, termasuk para politikus ternama turut hadir memberikan ucapan selamat. Tampak Wakil Presiden Boediono, Wiranto, Menko Kesra Hatta Radjasa, hingga Akbar Tanjung, menghadiri resepsi adat Lampung tersebut.(YUS)

Terinspirasi dari tulisan teman Yahya, akhirnya saya juga ikut mereview pernikahan yang menjadi sorotan dan perbincangan hangat dimana-mana. Kenapa tidak, hampir di setiap stasiun televisi menampilkan upacara pernikahan.

Oh… bukan saya tidak iri dengan mereka, bahkan saya berdo’a agar pernikahan mereka langgeng hingga kakek nenek. Tidak sedikit saya tertawa melihat aksi kocak Ardi saat menjalani prosesi pernikahan, yang notabene mereka yang menikah akan tegang.

Keluarga Bakrie hingga kini tak bisa lepas dari persoalan Lapindo, yang menenggelamkan hampir sebagian kota Surabaya tepatnya di Sidoarjo. Terakhir saya mengunjungi dan melihat langsung kondisi Lapindo tahun 2007 silam.

Entah bagaimana kondisi daerah yang terkena Lumpur lapindo dan bagaimana korbannya yang akhirnya pihak kepolisian memberikan SP3 untuk  kasus ini.  Tidak ada yang menjadi tersangka, hanya mereka yang menjadi korban saja.

Rasanya tidak adil apa yang terjadi dengan korban lumpur lapindo, yang hingga kini terus menuntut keadilan. Semoga Allah membukakan jalan kebenaran dan keadilan untuk para korban lumpur Lapindo.

22 thoughts on “Pernikahan of The Year Bakrie vs Lapindo

  1. siapa ya yg seharusnya bertanggung jawab? Allah yang maha tau, hidup di dunia cuma sementara, bak ujian nasional, hasilnya akan berpengaruh pada kehidupan kita kelak saat kita udah pulang

  2. uluran tangan dari yg berwenang/ yg mmpu sangat perlu .
    mendingan daripada uang yg katanya mencapai 100 miliar untuk pernikahan
    disumbangkan buad korban2 ittuh .
    tp ap mrka mw ?
    lgian klo mrka mw jg udah terlanjur klo mo dsmbangkan skrng .😛

  3. Waduh. . . .
    Dipasang link juga posting ku yg kemaren.
    Muakasih bgt iya.
    Xixixixixixix. . . . . . . .

    Inilah tanda2 akhir jaman.
    Semua serba aneh dan kurang logika.

    Tetep berdoa aja semoga kita tergolong orang2 yg tidak suka bergembira di atas penderitaan orang lain.

    Salam sayang.

  4. waw, “rumah” nya di dekor ulang😀 baguuusss….

    soal nia sama ardi, aku bingung knapa mesti narok darah ya? kayak perjanjian jaman dulu gitu bukan sih?

    soal Lapindo.. ya smoga keluarga Bakrie dibukakan hatinya🙂

  5. miris liatnya mereka kemarin, mereka bisa ngerayain kawinan dengan budjet yg gila-gilaan sedangkan di lapindo sana, para korban setengah mati untuk hidup…😦 btw salam kenal dari blogger di Bali…🙂

  6. Lapindo bukan semata-mata human error, tetapi yg paling penting adalah peringatan Allah bahwa kita hanyalah berposisi sebagai HambaNya.
    Buat keluarga Aburizal Bakri dan kita semua, “Tidak satupun di dunia ini yang terjadi karena kebetulan semata. Tidak satu lembar daunpun yg jatuh dari pohon kecuali atas sepengetahuan-Nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s