Perjalanan Waktu

Ah… tidak terasa separuh perjalanan hidup  telah dilalui, jika mengikuti umur Nabi Muhammad SAW yang meninggal di usia 64 tahun. Artinya jatah hidup  sekarang tinggal 35 tahun lagi, itu pun jika umurku memang akan berakhir di usia 64 tahun. Bagaimana jika jatah hidup malah kurang dari 64 tahun. Wallahu’alam…

Aku mulai bertanya kepada diri ini, sepanjang perjalanan hidup ini, adakah diriku telah memberikan banyak perubahan, kebaikan, dan manfaat seluas-luasnya bagi yang lain.

Agggghhrrrrr… itu semua masih kurang, betapa aku masih melakukan banyak kesalahan, masih sibuk dengan urusan pribadi.

Kita di tuntut untuk terus berjalan, perjalanan pun akan semakin berat dan berliku, disisi lain kita akan semakin banyak melihat dan menikmati hidup dan kehidupan dengan segala keindahannya.

Beragam persoalan hidup yang kita hadapi akan membuat kita  semakin  menjadi lebih dewasa, karena semua hal-hal yang terjadi dalam hidup kita agar kita belajar, mengerti dan bisa mengambil hikmah.

Waktu akan terus bergerak, dan takkan pernah  menunggu kita siap atau tidak untuk berjalan bahkan berlari mengiringinya. Hidup seperti dua sisi mata koin yang berbeda, ada menang dan kalah.

Tetapi dibalik setiap kemenangan ataupun kegagalan ada hikmah dan pelajaran diberikan oleh Allah Swt. Jika memang saat ini, apa yang kita inginkan atau kita impikan belum tercapai. Itu bukan pertanda Allah tidak mengabulkan do’a dan permohonan kita.

Mungkin itulah jawaban atas do’a kita, karena jawaban atas do’a kita bukan berarti kita mendapatkan semua permohonan kita, tetapi bisa saja kita tidak mendapatkannya. Dan jika bersabar, kita akan bisa mengambil hikmah dan mendapatkan hadiah dibalik itu semua.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. QS. al-Baqarah (2) : 216

Apa yang kita harapkan belum tentu menjadi kenyataan. Apa yang kita inginkan juga belum tentu yang terbaik. Allah selalu memberikan yang terbaik buat kita. Hanya kita sendirilah yang sering salah memaknainya. Bahkan kita sering lupa, bahwa Allah hanya akan mengubah nasib seseorang bila kita mau mengubahnya.

Ah… tak ada gunanya bersedih… Saatnya untuk terus memperbaiki diri dan merebut cinta-Nya.

6 thoughts on “Perjalanan Waktu

  1. Hmm…, wah saya harusnya manggil Mbak Suzan…, atau Bu Suzan ya…?

    Tetap melangkah, jika pun akan hidup seratus tahun lagi atau ternyata tidak sampai matahari terbit esok. Jadikan setiap saat kehidupan sebagai sesuatu yang penuh makna🙂

    • hohoho… apa aja deh Cahya, mo panggil mbak boleh, ibu juga boleh…
      btw makasih ya atas semangat dan warna yang kamu bawa hihihi *sokmelow*😀
      Semangat… terus melangkah dan terus berkarya😀

  2. Nah, justru itu saya heran dengan orang yang merayakan ulang tahunnya dengan foya-foya…😦 Merayakan hari menuju kematian? Saya pikir gapapa kalo dia udah yakin bisa masuk surga.🙂

    • duh… jadi tertohok nih dibilangin udah berapa buku, abisnya masih malu nih mas… gimana yah… pengen banget memberikan buku ke penerbit😀
      semoga tahun ini bisa terealisasi Amien😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s