HINDARI MINUM JUS “TEBU SEGAR”

24 Jan

Mohon luangkan waktu 2 menit untuk membaca ini. Postingan ini berasal dari email yang  dikirim oleh seorang teman yang ayahnya bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup di Singapore.

Info kesehatan – Tentang jus tebu

Seorang teman yang ayahnya bekerja untuk melewati pemeriksaan kesehatan pemerintah di informasi. Tugas mereka adalah untuk memeriksa semua pedagang asongan, makanan yang dimasak mereka, toko mereka kebersihan, dll.

Mereka menemukan jus tebu memiliki kandungan bakteri tertinggi di antara semua makanan…. Bahkan, itu telah melampaui batas yang  ditentukan.

Oleh karena itu, orang-orang harus mencari tahu mengapa. Mereka berkeliling semua toko tebu dan melihat cara menangani pedagang asongan mereka tebu, mencuci gelas, seluruh prosedur. Tapi mereka tidak bisa menemukan masalahnya.

Suatu hari, mereka tinggal sampai penutupan waktu dan menemukan beberapa fakta mengejutkan!

Setiap kali, para pedagang menutup toko mereka, mereka akan mencuci lantai dengan deterjen ….. Seperti kita ketahui, sisa tebu akan ditempatkan di bagian belakang toko, vertikal berdiri dan sebagai tebu sangat berpori, mereka cenderung untuk menyerap cairan apa pun di sekitar mereka. Selain air sabun, kotoran di penjaja ‘sepatu bot, kucing’ air seni, dll, semua akan diserap?

Sekarang, setiap kali aku makan di pusat jajanan, aku akan memperingatkan semua teman-temanku tentang ini dan tentu saja aku favorit saya berhenti minum jus tebu.

Seorang teman, yang mencintai jus tebu, sedang hamil. Dia selalu minum jus tebu. Anyway, suatu hari ia mengalami keguguran dan janin itu sudah seperti 6 atau 7 bulan. Ketika para dokter melakukan otopsi untuk mencari tahu mengapa tiba-tiba janin telah meninggal dalam dirinya. Mereka menemukan jejak dari beberapa bahan kimia yang ditemukan dalam air seni kucing … Jejak besar itu.

Meskipun tidak akan bisa menyakiti orang dewasa, itu sangat beracun untuk bayi, apa lagi janin?

Jadi mereka mencoba untuk menentukan bagaimana hal urin kucing ini bisa saja berakhir di janin. Ini berarti bahwa itu harus dicerna oleh ibu, kan ? Dan satu-satunya kesimpulan logis mereka bisa datang dengan adalah bahwa karena ini warung sari tebu pemegang tongkat hanya meninggalkan tergeletak di atas lantai basah dan kotor, itu tidak akan mungkin untuk berpikir bahwa kucing liar bisa mengencingi mereka tebu atau di dekat orang – tebu. Jadi pikirkan kembali disaat Anda akan memesan jus tebu favorit Anda!

Tolong sampaikan ini kepada setiap orang yang Anda kenal di Singapore & Malaysia. Mari kita mengambil tindakan untuk membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik & lebih aman bagi kita semua dan generasi yang akan datang..!

(fw.naomi)

Usai membaca email ini bulu kudukku langsung berdiri… Berdiri bulu romaku ( loh koq malah nyanyi sih … :D)

Di Indonesia pun banyak sekali yang menjual jus tebu segar, terkadang rasa haus membuat kita langsung saja tancap gas menegak habis jus tebu tersebut tanpa pernah kita ketahui ada apa dibalik itu semua. :D

Apakah kita pernah berpikir bagaimana cara pengolahan tebu tersebut menjadi jus tebu, apakah dicuci bersih ataukah malah langsung saja diperas. Bersihkah tangan si penjual (sudahkah cuci tangan atau malah bekas memegang sesuatu : ih jangan – jangan habis pegang bokong, upsss… ngupil atau ahhhhh… serem !!! )

Ya terkadang bukan harus terlalu pilih – pilih, tapi hari gini kalo tidak memilih yang baik akan berakhir dengan masalah. Pasalnya kalau kita asal pilih tempat makan atau tempat minum, alih – alih ingin mendapatkan kesehatan (kenyang) kita malah mendapatkan penyakit. Entahlah pasti ada aja yang kubawa dalam tas, kalau tidak tissue basah atau cairan pembersih tangan.

Untuk urusan sendok, garpu atau gelas, pasti kuperhatikan banget, dan pasti langsung dilap pake tissue atau dicuci dengan air. Heheheheh… tapi kalau untuk makanan ya hajar aja, karena aku berpikir kalau makanannya panas pasti kumannya mati padahal gak juga sih :D.

Tapi disamping itu semua, memang kita harus mengutamakan kesehatan, karena “SEHAT itu MAHAL”.

Meski diatas semua itu, karena ada sang penentu takdir yang menentukan kesehatan kita, tetapi jika kita bisa menjaga kesehatan, itu pun merupakan pahala bagi kita kan.

Tidaklah orang Muslim ditimpa cobaan berupa penyakit atau lainnya, melainkan Allah menggugurkan keburukannya, sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya. (HR. Bukhari-Muslim)

Dalam waktu lain, Rasulullah menjenguk Salman al-Fahrisi yang tengah berbaring sakit. Rasulullah bersabda. “Sesungguhnya ada tiga pahala yang menjadi kepunyaanmu dikala sakit. Engkau sedang mendapat peringatan dari Allah SWT, doamu dikabulkan-Nya, dan penyakit yang menimpamu akan menghapuskan dosa-dosamu.”

About these ads

25 Tanggapan to “HINDARI MINUM JUS “TEBU SEGAR””

  1. Cahya Januari 24, 2010 pada 14:52 #

    Suzan,

    Entah mengapa saya mencium aroma spam di sini.

    Pertama, saya rasa fakta satu tidak berlaku. Kebanyakan pedagang keliling jus tebu tidak punya toko untuk dicuci :D. Dan kebanyakan toko biasanya dibersihkan dengan dipel, dan yang dipel pun adalah bagian pengunjung sering lalu lalang, bukan gudang penyimpanan. Kecuali pedagang itu tidak rasional. Jadi fakta pertama ini sedikit kemungkinan benarnya.

    Kedua, tentang cerita keguguran dan minum jus tebu. Hmm…, setahu saya tidak ada jejak bahan kimia dari air seni kucing yang bisa mematikan janin. Jika penulis mencoba mengaitkannya dengan infeksi toksoplasma – ini berarti tulisannya yang paling konyol yang saya temui bulan ini (maksudnya bukan tulisan Suzan lho, tapi tulisan yang dikutip – kalau tulisan Suzan sih bagus semua).

    Ketiga, saya menelusuri kembali otentikasi tulisan ini, dari mana asalnya. Seperti ini berkembang di blog dan forum negeri Malaysia sebagai hoax di akhir tahun 2006. Jadi tulisan ini tidak bisa ditemukan sumber aslinya, bahkan dari penulis yang nb orang Singapore itu.

    Keempat, jika itu benar pasti di tempat kita sekarang sudah ada banyak masalah karena jus tebu betebaran di mana-mana sepanjang bertahun-tahun ini.

    He he, Suzan, saya tidak bermaksud menyerang lho Suzan. Saya setuju kita mesti memilah-milah mana makananan yang sehat bagi kita.

    Tapi kasihan kan, karena beberapa email dan posting yang tidak teruji kebenarannya, para penjual jamu tebu yang bersusah payah mengolah tebu untuk minuman akan jadi sia-sia.

    Lagi pula setahu saya sebelum usaha dimulai ada pendaftaran dulu ke BPOM dan petugas BPOM akan datang melihat bagaimana makanan itu diproduksi. Jika cara penyimpanannya saja salah, maka tidak mungkin disetujui. Kecuali nanti pelanggarannya terjadi di luar itu. Semisal pengusaha tahu yang sengaja menambah formalin ke produknya sebagai pengawet itu hal lain lagi.

    Bukannya kadang sambil membeli segelas jus tebu ada baiknya kita bertanya pada penjual bagaimana cara dia mengolahnya, yah sembari menambah pergaulan dan wawasan, siapa tahu ternyata tidak sekejam yang dituduhkan :)

    Weih…, jadi kepanjangan. Sekian dulu deh mampirnya :D

  2. suzannita Januari 24, 2010 pada 15:06 #

    weleh ini malah review balik hahahahhahh :D
    sebenarnya ini email yang ditujukan untuk suzan dari teman di Singapore, dan peringatannya untuk mereka yang tinggal di Singapore and Malaysia.
    Untuk di Indonesia hohohoho… memang tidak banyak pemilik jus tebu yang punya toko :D tapi yang keliling itu loh :D
    ya emang sih kasihan ama mereka… tapi kan tidak semua yang mengikuti uji tes BPPOM , kan tesnya mahal itu alasannya, coba kalau ikutan tes kan lebih aman ya :D

    • Cahya Januari 24, 2010 pada 15:46 #

      He he :D

      Sebenarnya pernahkah terpikir proses filtrasi pada buluh tebu? Semoga yang ini tidak masuk folder spam :)

      Pertama, posting tertua tentang hal ini muncul di blog berbahasa Malay ini, dan itu tahun 2006. Belakangan muncul lagi jadi hangat di Forum berbahasa Malay ini dan kemudian menyebar ke Kaskus Indonesia di sini. Kalau melihat polanya, ini yang disebut urban legend di internet, tentu kebenarannya hampir nisbi atau nol. Tapi saya bukan ahli dalam hal ini. Nah kapan Suzan menerima email ini, jika baru-baru ini, berarti temen yang mengirim bisa jadi korban urban legend juga.

      Berbicara tentang penjual jus tebu keliling, biasanya ada banyak gerobak yang sama bukan? Itu tandanya mereka dikelola oleh satu orang yang punya modal dan disebarkan beberapa gerobak untuk berkeliling di suatu daerah. Nah, pemilik modal ini pastilah punya izin usaha (sesuai aturan), dan izin usaha di bidang makanan dan minuman perlu validasi dari BPOM :)

      Kecuali mereka yang hanya pribadi punya satu gerobak, yah…, wajar-lah tidak dites. Itu nanti masuk ke makanan minuman tradisional – CMIIW.

      Jadi yang saya tekankan adalah proses pembuatan dan penyimpanan yang buruk adalah alasan yang nyaris tidak masuk akal. Hal ini perlu dibuktikan daripada menjustifikasi, saya rasa kita mesti adil pada masyarakat usaha kecil menengah kita, bukankah begitu :)

      Lain masalahnya kesengajaan penyalahan prosedur pembuatan produk, semisal jus tebu manisnya dari pemanis buatan/kimia bukan dari tebunya. Maka itu kan termasuk kriminalisasi, bukan lagi dalam ranah higienitas.

      Tapi karena di negeri kita lebih sering terdengarnya penipuan dari produk makanan dan minuman, mungkin itu yang membuat kita jadi sulit percaya. Apa iya minuman/makanan itu bersih? Tidak ada yang bisa menjaminnya jika tidak tahu pasti.

      Nah, ada betulnya juga kata-kata jangan jajan sembarangan :D

      • Red Juni 9, 2010 pada 21:56 #

        cahya betul sekali. tahukah suzan di carrefour itu malah ada masuk franchise jus tebu dari singapore?

  3. SAUT BOANGMANALU Januari 25, 2010 pada 02:48 #

    TERIMAKASIH ATAS INFORMASI DAN TULISANNYA, CUKUP BERMANFAAT BUAT BACAAN/REFRENSI UNTUK REGENERASI. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

  4. KangBoed Januari 25, 2010 pada 04:05 #

    :lol: :lol: :lol: :lol: :lol:

    RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  5. KangBoed Januari 25, 2010 pada 04:07 #

    wah sungguh mengingatkan untuk menjaga kebersihan.. kebersihan adalah pangkal kesehatan

  6. KangBoed Januari 25, 2010 pada 04:08 #

    hehehe komentarnya masuk SPAM

    salam sayang selalu mBak

  7. uyunktzuo Januari 25, 2010 pada 11:48 #

    mmm…. ga EBM mbak,,,, alias Evidance Based Medicine..

    Secara langsung tidak ada penelitian yang yang menunjukan hubungan jus tebu dengan dengan timbulnya penyakit tertentu…

    Apapun jenis makanannya, minum tetep teh botol sosro… uupss… iklan… (harus di bayar neehh)…

    Apapun jenis makanan dan minumamnya, klo pengolahhan makanannya tidak baik terutama dari segi hiegienitas dan kesehatan tentunya akan memberi peluang yang besar bagi VIRUS, BAKTERI, PARASIT (Kuman apapun… bahasa awamnya… ^^) untuk beranak pinak….

    Look more About HACCP …

    Chayooo… ^^

  8. Riyanti Januari 25, 2010 pada 13:53 #

    wah…berguna bgt tuh infona..
    iyah betul jg yg dikatakan kang Cahya, klo didaerahq jarang yg ada tokona, biasana cuma kek warung gt tp kecil, cuma ada meja 1 ama kursi buat nunggu antrian ama mesinna doank gt..jarang yg ada tokona gt jeng..
    tp thankz ea atas sharena artikel, bs buat jg2 aja, memilih yg lebih sehat lebih bermanfaat untuk mencegah terjadinya penyakit d tubuh qt, karena sehat itu mahal hargana…:)

    gud luck sll jeng,
    salam sayank ^^

  9. edratna Januari 25, 2010 pada 15:21 #

    Saya tak tahu persisnya, cuma sering sekali email berasal dari milis yang bersifat “Hoax”…
    Saya jarang sih minum jus tebu ini….tapi dulu saat kecil suka makan tebu, karena kampung saya banyak kebon tebunya…..

  10. Aulia Januari 25, 2010 pada 16:21 #

    wah 2 minggu yang lalu saya sempat minum air tebu…
    kalau yang jusnya di blender kah?

  11. Aribicara Januari 25, 2010 pada 20:33 #

    Kalau Jus Tebu bakar gimana ? :)

    sama ga sich proses pembuatanya dengan yg tebu segar ini ? :)

  12. wahyu nurudin Januari 25, 2010 pada 20:39 #

    oo… cuma karena penyimpanan aja to? di lapisi plastik aja selesai.

  13. Nda Januari 26, 2010 pada 12:26 #

    thanks info nya,, emang kudu ati2 buat jajan minuman di pinggir jalan ya.. harus liat kebersihannya :)

  14. bri Januari 26, 2010 pada 12:58 #

    bri blm pernah minum malahan :)

  15. tas sekolah Januari 26, 2010 pada 18:15 #

    wew… berbahaya juga yak mengenai jus tebu ini …
    klo tebunya langsung ambil dr kebunnya tanpa disimpan sepertiny masih mendingan :)

  16. lambang Januari 29, 2010 pada 08:03 #

    sebenarnya seger banget loh tu minuman!

  17. Joko Supriyanto Maret 8, 2010 pada 12:29 #

    Hmmm, jadi tertantang nich mau coba usaha Sari Air Tebu Asli. Peluang bisnisnya cukup bagus sepertinya, terima kasih.

  18. wibie windhardono Juni 1, 2010 pada 20:40 #

    iya nih, dr tulisannya terkesan ada motif menyerang atau memfitnah. kasian lho para pedagang jus tebu, bisa terusik oleh artikel ini. padahal tidak ada bukti yg jelas, sementara byk produk minuman yg lain tidak dibandingkan dgn ini.
    tolong diralat kalo merasa salah, dan buat pedagang jus tebu jgn berkecil hati. tetap semangat berjualan…tentunya dengan cara yg higienis..

  19. rozi679 Juni 2, 2010 pada 20:56 #

    salam..
    saat ini saya menjual CD cara berkebun tebu yang benar, hanya dengan harga 60 ribu (sudah ongkos kirim).
    CD bukan berisi ebook PDF atau paparan data melainkan video interaktif/audio visual bagaimana prakteknyalangsung di lapangan.
    dan tersedia juga buku panduannya (berwarna dan bergambar) harga 60 ribu.
    jika berminat silahkan hub.saya di 081-911857815 atau email rozi679@gmail.com.
    terima kasih

  20. adila alif Juni 9, 2010 pada 14:40 #

    sahabat semua,

    Hemat saya, semuanya kembali ke individu masing2 yaitu saling bijaksana dalam melakukan sesuatu apapun dan tidak menjustifikasi sesuatu hal yang belum terbukti secara benar karena hal ini akan membawa kemudharatan..

    singkatnya, pedagang dan pembeli harus mendasari dirinya dengan landasan Iman dan Akhlaq yang tinggi..
    tentunya bagi pedagang yang baik akan menjual makanannya dengan baik dan senantiasa menjaga kebersihan dari apa yang didagangkannya, bukan sebaliknya yang hanya memikirkan keuntungan semata dan tidak memikirkan dampak negatif yang mungkin terjadi bagi orang lain khususnya konsumen,berdaganglah dengan hati bersih dan berfikirlah bagi kemaslahatan untuk umat manusia dengan begitu usahanya akan berjalan dengan keridhoan yang maha kuasa.

    dan tentunya pembeli yang baik juga jangan memvonis sesuatu dengan cepat dengan mengatakan untuk tidak mengkonsumsi jenis makanan atau minuman tertentu, kerena itu bukan wewenang kita biarkan pemerintah atau instansi terkait yang memberikan Justifikasi tersebut, dengan berita inipun sudah pasti ada pihak yang dirugikan, coba kita berfikir lebih manusiawi lagi mungkin bagi mereka (para pedagang) hanya itu satu satunya usaha sebagai mata pencaharian mereka untuk menghidupi keluarganya dan sudah pasti kita sebagai manusia yang berakhlaq mulia akan dosa besar jika ada seseorang tidak peduli dengan hal ini….
    sahabat, berlomba-lombalah dalam kebaikan karena hanya itu bekal kita nanti. buka mata untuk melihat kebawah dan buka hati untk menerima sesuatu dengan Ikhlas..

  21. be Juni 14, 2010 pada 12:19 #

    pokok glekkkkkkk … glekkkkkkkkkk … glekkkkkkkkk …. aq ra tuku, gae dewe.

  22. dealer pulsa Maret 3, 2011 pada 10:32 #

    memang klo ga higienis atau kebersihannya tidak diperhatikan perlu dihindari

  23. Benyamin April 22, 2011 pada 21:02 #

    saya pernah menjadi penjual sari tebu asli selama 6(enam) bulan.dalam satu hari terkadang saya minum sampai 3 dan 4 gelas .saya rasa tidak ada efek sampingnya bagi saya , malah saya merasa ada nanfaatnya bagi saya.
    1.fisik saya menjadi kuat (tidak mudah lelah)
    2.hubungan suami , istripun menjadi meningkat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.213 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: