Secangkir Kopi dan Hari Baru

“Its amazing how the World begins to change through the eyes of a cup of coffee!!” (Donna A. Favors, Member of the Board of Directors of the Montgomery Institute, 1955)

Kopi entah sejak kapan diriku begitu menyukai minuman satu ini, selain segelas Hot Lemon Tea. Mungkin karena awalnya sering nyeruput kopi Ayah hahahha😀.
Sebenarnya ada larangan keras untukku minum kopi, kenapa ???  Ya , karena diriku mengidap gastritis kronis atau maag kronis. Akhirnya larangan itu mampir kepadaku lewat dokterku yang baik😀 .
Apalagi semasa menjadi atlet, diriku juga dilarang minum kopi karena kopi mengandung kafein, jadi kalau mau bertanding tanpa ba bi bu ini harus dituruti kalau tidak mau di diskualifikasi oleh hakim dan wasit.
Kopi sebenarnya mengandung anti oksidan yang jauh lebih baik daripada buah-buahan dan sayur mayur. Bahkan dalam sebuah jurnal, menegaskan bahwa kopi baik untuk gigi. Asid klorogenik, asid nikotin dan trigonelin yang terkandung didalam kopi dapat membantu mencegah bakteria agar tidak melekat pada gigi dan menghalang kerusakan gigi.
Beberapa orang menilai kopi hanyalah secangkir minuman berasa pahit. Tapi bagi coffee lover ini merupakan gaya hidup, bahkan ada yang sudah ketagihan (addict), sehingga menganggap kopi adalah obat penenang mujarab.

Jenis kopi yang paling banyak kukonsumsi, kopi plus krimer (tidak boleh sebut merek) dan  cappucino atau kalo lagi kepengen bisa pesen yang cappucino blended. Dan setiap jenis kopi selalu memiliki seni  membuat dan cara menikmati yang berbeda pula.

Secangkir kopi selalu memberikan semangat, yang pasti bisa membuat mata melek kalo lagi begadang, terlebih jika ditambahkan krimer yang banyak sekali (bisa 5 sendok teh krimer masuk dalam satu gelas kopiku).

Dalam setiap tegukan, selalu terasa sensasi beda. Tegukan pertama untuk cita – cita dan harapan. Tegukan kedua untuk semangat baru dan hari baru. Tegukan selanjutnya nikmati sendiri.

Cita rasa kopi itu akan semakin beda, jika menikmati dengan mood yang beda, kalo lagi semangat, terasa sekali semangat akan semakin tinggi, sedangkan kalo lagi sedih, seperti ada semangat baru, kalo lagi sendiri sepertinya kopi itu menemani kita (coba aja deh, entah ini karena sugesti pribadi atau apa ya ???).

Meski diriku selalu mengingatkan diri sendiri agar tidak mengkonsumsi lebih dari satu gelas kopi sehari, lagi – lagi mengingat kondisi tubuhku yang rentan terutama perutku huhuhuhuhu😀. Pasalnya kalo setiap minum kopi pasti perutku langsung sebah… ya itulah karena bandel sih😀.

Suara air panas yang kutuang dalam gelas diikuti aroma sedap kopi yang sampai ke pucuk hidung,  kubuka laptopku dan menulis kembali sampai selesai. Hmmmm… Nyummmy… I love coffee !!! How do you like coffee ???

20 thoughts on “Secangkir Kopi dan Hari Baru

  1. Secangkir Kopi, hmmm, mana enak sih nikmatin kopi sendirian? (enak juga sih sebenernya). Tapi selama kita hidup berdampingan di dunia ini, kenapa menyimpan cerita untuk diri sendiri saja? Bukankah berbagi itu lebih indah?

    Hitamnya secangkir kopi menyimpan sejuta cerita, dan untuk menguaknya, kita harus meminumnya sampai habis.

  2. Peminat minum kopi hampir didominasi oleh kaum laki-laki walaupun tidak sedikit kaum perempuanpun suka minum kopi.

    Cara menyeduh kopi tentu berpengaruh pada rasa kopi yang kita minum. Apapun selera kopi anda😀

Komentar ditutup.