SIKAP

sikapSebenarnya kita akan mendapatkan hasil dari yang kita perbuat, entah itu kebaikan entah itu keburukan, hukumnya akan tetap sama. Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan dan keburukan akan dibalas dengan keburukan.

Begitupun dengan sikap, ya sikap baik akan mendapatkan kebaikan, sikap positif akan mendapatkan tanggapan positif, tapi sikap buruk akan berujung dengan keburukan, begitupun dengan sikap negatif, ya akhirnya negatif  juga.

Sikap pun berlaku untuk kehidupan dan  kepribadian, tidak hanya untuk diri pribadi, tapi juga keluarga, teman, pasangan, ataupun dengan orang yang baru kita kenal sekalipun.

Untuk kehidupan sendiri, setiap orang memiliki masa lalu, ada yang menyenangkan dan ada juga yang menyedihkan. Itulah cerita hidup, ada tawa, sedih, gembira, tangis dan bahagia.

Masa lalu… hmmm… tidak semua orang pintar menyikapi masa lalu, ada yang menganggap biasa aja, dan jadi seperti angin lalu. Ada juga yang bersikap itu seperti cambuk untuk melangkah ke depan. Tapi ada yang terjebak di kehidupan masa lalu.

Tidak baik bagi kita untuk hidup di masa kini, tapi ruhnya di masa lalu, dan sangat tidak adil untuk pasangan kita merasakan hal tersebut, karena mereka bukan bagian dari masa lalu, tapi adalah masa kini dan kemungkinan masa depan kita.

MASA LALU DIBERIKAN TUHAN MENJADI PELAJARAN BERHARGA
BUKAN SEBAGAI BAYANG-BAYANG MENYESAKKAN BAGI HIDUP MASA KINI

Kini saatnya kita semua belajar untuk menjadikan masa lalu sebagai cambuk untuk melangkah ke depan. Kesuksesan kita lebih banyak dipengaruhi oleh cara kita berpikir.  Sedangkan cara berpikir adalah satu hal yang dapat dikendalikan oleh kita sendiri.

Sikap kita jauh lebih jujur dan lebih konsisten daripada kata-kata yang kita ucapkan. Sikap kita adalah suatu hal yang membuat orang lain tertarik ataupun tidak suka terhadap kita.

Saatnya marilah kita berfokus pada hal – hal yang besar dan membesarkan kita ( “mengutip kata – kata Mario Teguh” ) untuk impian besar dalam kehidupan kita, karena masih banyak yang membutuhkan kita.

Keberhasilan seseorang tidaklah diukur dengan ukuran inchi, gram atau gelar kesarjanaan maupun latar belakang keluarga. Yang dilihat adalah bagaimana cara berpikir orang itu.

Semoga Allah – Sang Maha Pemberi Hidup memberikan kita kekuatan untuk mencapai impian – impian besar dalam hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s