Aku Wanita dan Kartini

Aku Wanita dan Kartini, ide menulis dengan judul ini tertuang ketika usai melakukan wawancara dengan AKP Tri Sumarsih yang saat ini menjadi Kapolsek IB II Palembang.

dsc06303

Sosok wanita satu ini, sangat mengagumkan meski sebagai perempuan dan ibu rumah tangga, namun kesan tegas, disiplin dan berwibawa begitu terasa sangat berbincang dengannnya.

Diriku mengenalnya 4 tahun lalu, ketika pertama kali bergabung dengan pionir televisi lokal di Palembang – PALTV – tempatku bekerja hingga saat ini. Meski tegas tapi aku bisa ngobrol dengan nyaman bersamanya, tanpa ada batasan.

Bahkan ketika ku usik tentang makna hari KARTINI, bagi dirinya saat ini peringatan hari Kartini seperti sekedar simbol belaka, berbeda ketika dirinya bersekolah.

Kalo boleh jujur aku sepakat dengan hal tersebut, karena saat ini banyak yang sudah tidak begitu mengenal Kartini. Jujur kalo zaman sekolah baik SD, SMP hingga SPK , diriku sangat menyukai peringatan hari Kartini, pasalnya kesan tomboy yang melekat di diriku langsung terhapuskan oleh balutan kebaya yang melekat yang diwajibkan oleh pihak sekolah.

Satu sosok wanita yang kukagumi adalah ibuku, namanya Aisyah, beliau adalah yang melahirkan dan membesarkan diriku. Begitu banyak perjuangan beliau untuk menjadikan kami seperti saat ini, melewati bahtera rumah tangga bersama Ayah yang boleh dibilang mirip dengan film panjang. Dan keinginan terdalamku membahagiakannya.

my-family

Berbicara soal mahkluk indah nan lembut ciptaan Allah SWT yang bernama wanita  atau perempuan atau  gadis yang berlambangkan ♀ ini, merupakan sosok sempurna dengan penuh kelembutan, kekuatan dan  kehebatannya, serta tak lupa juga kelemahan dan kekurangannya.

Contohnya saja mitos jumlah wanita lebih banyak dari wanita padahal gak usah jauh- jauh deh berdasarkan Data Statistik Penduduk Indonesia

Mitos jumlah lelaki jauh lebih sedikit daripada wanita kadang bisa membuat para laki-laki menjadi besar kepala dan begitu sebaliknya terhadap para perempuan bisa dibuat minder dan cemas. Dari kenyataan inilah justru wanita harusnya bangga karena mereka akan diperebutkan para lelaki.

Bahkan satu bukti lagi nih dari kompas, penelitian terbaru menyebutkan perempuan ternyata lebih religius dalam berbagai cara dibandingkan laki-laki. Antara lain lebih sering berdoa dan lebih percaya kepada Tuhan.

Selain itu ternyata kesempatan hidup wanita juga lebih besar daripada laki-laki. Tapi yang terpenting Islam memuliakan kaum wanita. Hanya saja karena kurangnya ilmu pengetahuan, adat istiadat terkadang membuang kaum wanita jadi kalah dari kaum laki – laki.

Ada istilah yang sengaja mendefinisikan posisi kaum wanita “kasur, pupur, dapur” atau istilah lain “macak, masak, manak”.

Alhamdulillah seiring perkembangan zaman dan gebrakan dari Kartini, peran wanita di dunia ini tidak hanya sekedar untuk melayani suami di tempat tidur, melahirkan anaknya dan merias diri hanya untuk suaminya.

Wanita kini mulai mengembangkan diri dalam hal pendidikan dan karier pekerjaannya yang tentunya bisa menaikkan martabatnya.

Sehingga kita sebagai kaum wanita tidak boleh melupakan perjuangan Kartini dalam menjunjung ‘emansipasi’ sehingga mengangkat derajat kaum wanita untuk sejajar dengan pria, terutama dalam bidang pendidikan.

Perkembangan yang ada saat ini ‘emansipasi’ diartikan sebagai kemajuan dan kemuliaan wanita manakala telah mampu melampaui atau sama dengan yang dicapai kaum pria. Kemajuan dan kemuliaan wanita diidentikkan dengan jabatan, gelar, atau status social yang dicapai.

Karena aku wanita, sudah selayaknya dan menjadi impian untuk bisa membangun diri dan keluarga menjadi teladan yang baik dan meraih kemuliaan wanita dengan ilmu serta keimanan.

Karena semakin banyak ilmu yang  dipelajari tak hanya ilmu  akademik, tapi juga ilmu agama, ilmu kepribadian, akan membuat hidup semakin bermanfaat jika ilmu yang didapat itu mampu diaplikasikan secara benar. Dan tentunya sesuai kaidah dan tidak telalu kebablasan.

Iklan

3 thoughts on “Aku Wanita dan Kartini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s