Tag Archives: Palembang

Sarah Lacy & Entrepreneurship

24 Mar

Kita semua pasti mengenal Intel sebagai advanced micro devices. Pasti anda tahu dengan Apple kan, produk komputer personal yang sangat inovatif. Bagaimana dengan nama ini, Yahoo sebagai pelopor search Engine.

Diantara nama-nama itu, masih ada produk lain seperti National Semiconductor dibidang integrated circuit, atau  Sun Microsystems untuk workstations, Silicon Graphics dengan 3D graphics, Oracle sebagai perusahaan database software, 3Com dan Cisco Systems dalam bidang network computing.

Nama besar perusahaan ini lahir dari sebuah wilayah bernama Silicon Valley, terletak di California, Amerika Serikat. Kawasan ini menjadi legenda karena berhasil melahirkan perusahaan-perusahaan besar dan berteknologi tinggi.

Silicon Valley menjadi komunitas bisnis terkemuka di dunia, kiblatnya dunia bisnis teknologi, beragam bisnis teknologi tinggi lahir dari dukungan Stanford University, inovator, teknopreneur dan modal ventura.

Paparan ini disampaikan oleh Sarah Lacy, pakar entrepreneurship dari San Fransisco, Amerika Serikat saat diskusi Digital Life & Entrepreneurship di Kampus STMIK MDP, Kamis (24/03/2011).

Senior Editor TechCrunch (blog terbesar di dunia tentang Tech Entrepreneur) meluangkan waktunya berbagi kiat bagaimana menjadi entrepreneur dengan mahasiswa dan komunitas Blogger di Palembang “Wongkito.net” serta Palembang Publisher Community.

Sarah yang menuangkan idenya dalam buku “Once You are Lucky, Twice You are Good: The Rebirth of Silicon Valley and the Rise of web 2.0, melakukan perjalanan selama 2 minggu di Indonesia. Selain Palembang, Sarah juga melakukan kegiatan serupa, di Makassar, Jakarta, dan Bangka Belitung.

Dalam diskusi yang dipandu Public Affair Bagian SumateraKarim, Sarah mengungkapkan keberhasilan Silicon Valley karena kultur kewirausahaan sudah mengakar dan sangat kuat. Selain itu, selalu bangkit saat menerima kegagalan yang menjadi kekuatan terbesar Silicon Valley. Tentunya keberhasilan mereka ditunjang semangat kerja yang tinggi, meski bersaing namun masih berbagi informasi yang positif.

Kegigihan dalam mencapai tujuan yang diinginkan menjadi sesuatu yang akan terus membuat bertahan. Ada kata-kata bijak “Melahirkan 1 ide sederhana yang diwujudkan lebih berharga daripada 1000 ide tapi tak pernah  dilakukan.

Stop whiteboarding, start building.

Tulisan ini juga dipublish disini

Teror Bom Kembali Merebak

20 Mar
Teror Bom Asuransi Sinar Mas - Palembang

Teror bom kembali merebak, tak hanya di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Medan dan kini teror bom itu juga terjadi di kota Palembang.

Sabtu (19/03/2011) Kantor Asuransi Sinar Mas Cabang Palembang, mendapat teror bom. Kepala cabang Asuransi Sinar Mas Palembang, Aidil Ginting mendapatkan SMS dari orang yang tak dikenal dan menyatakan telah menaruh bungkusan bom yang siap diledakkan.

Hal ini pun sempat membuat panik, pihak Sinar Mas langsung melapor. Tidak berapa lama tim Gegana Brimob Polda Sumsel langsung memeriksa kantor asuransi yang berlokasi di Jalan Kolonel Haji Burlian, Palembang.

Hingga pukul 01.00 Minggu (20/03/2011) dini hari, petugas penjinak bahan peledak (Jihandak) Brimob Polda Sumsel mensterilisasi, memasang garis polisi dan menyisir seluruh sudut ruangan kantor, tidak menemukan benda yang mencurigakan. Pihak kepolisian sendiri akan melacak nomor telepon yang mengirimkan SMS ancaman bom tersebut.

Ya, meski tak ada bom yang ditemukan, namun penyebar teror itu berhasil membuat masyarakat resah. Kini semua harus waspada, terhadap hal yang mencurigakan.

Bahkan untuk wilayah Palembang, pihak Polresta Palembang, memberikan no. telpon 081368677888 , jika masyarakat menemukan atau mendapatkan hal yang mencurigakan dan diduga sebagai bom.

 

Berkaca dari Singapore Sport School

19 Jul

Banyak pelajaran dari hasil perjalanan ke Singapura kali ini. Perjalanan ini sendiri adalah bagian dari hadiah untuk keikut sertaan dalam Sekolah Jurnalisme Indonesia.

Bersama Pemprov Sumsel, Koni Sumsel dan insan media di Sumsel kami berkesempatan mengunjungi Singapore Sport School. Hasilnya banyak Pe – eR bagi Pemprov Sumsel jika ingin serius mengelola Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya termasuk meningkatkan prestasi dari seklah tersebut.

Jika berkaca dari Singapore Sport School mulai dari pengelolaan hingga prestasi yang telah menelurkan atlet berprestasi baik nasional maupun internasional meski baru berusia 6 tahun.

Singapore Sports School adalah sekolah independen khusus di Singapura  diprakarsai oleh Departemen Pengembangan Masyarakat, Pemuda dan Olahraga (MCYS), dan dan ditujukan pada atlet remaja yang berbakat dalam olahraga.

Mrs. Deborah Tan (Principal SSS)

Sekolah dengan luas area 7 hektar ini secara resmi dibuka oleh Perdana Menteri Goh Chok Tong pada tanggal 2 April 2004. Sekolah ini memiliki Akademi Ilmu Olah Raga, satu-satunya di Singapura. Staf-nya terdiri dari biomechanist, ahli fisiologi olahraga, psikolog olahraga, tiga ahli fisioterapi, dua pelatih fisik  dan ahli gizi.

Mr. Basri (Pelatih Badmintos asal Indonesia)
Uniknya setiap murid di sekolah ini belajar sesuai ruang kelas, karena setiap mata pelajaran akan diambil di kelas berbeda, dan hanya  20-25 siswa dalam satu kelas.

kelas Geografi

Disini terdapat laboratorium sains, perpustakaan, ruang laboratorium khusus dan house music dan tiga blok perumahan bagi siswa dan staf. 700-seater auditorium,  dua kolam renang standar olimpiade,  12-lane bowling, pusat pelatihan olahraga,  10 lapangan indoor bulutangkis, tenis meja hingga  menampung 32 meja,   8 jalur atletik karet sintetis, lapangan sepak bola, hingga fasilitas ruang makan dan laundry.

Proses rekrutmen di sekolah ini, dilakukan secara terbuka untuk seluruh siswa di Singapura (tak tertutup kemungkinan dari luar Singapura), sesuai dengan cabang olahraga yang diminati. Setelah itu diseleksi secara akademik, selektif dan ilmiah.

Sebenarnya sekolah ini mengadopsi kurikulum dari beberapa sekolah olahraga di Cina, Malaysia dan juga dari Ragunan Indonesia, untuk program-program tertentu.

Tidak kalah dengan sekolah umum, di SSS juga menggunakan silabus pendidikan yang sama dengan sekolah formal lainnya. Sehingga para siswa juga siap untuk mengikuti ujian akhir pada tiap tingkat pendidikannya sesuai peraturan di Singapura. SSS juga melakukan sistem pembelajaran online.

Soal seleksi siswa, sedikit SSS berbeda dengan sekolah pada umumnya. Sebab ada satu sesi dimana para calon siswa harus mempresentasikan rencana mereka di bidang olahraga dan prestasi yang ingin dicapai.

Dan yang menarik adalah misi mereka yakni Learned Champions with Character, yakni mendidik dan menciptakan para juara yang memiliki karater.

Karakter diperlukan oleh seorang juara. Juara tanpa karakter, dia akan terombang-ambing tak tentu tujuan. Namun karakter akan memperlancar sang juara untuk menembus kejuaraan satu dan berikutnya. Dan tentunya karakter akan membikin seseorang siap menjadi juara.

SSS mengaplikasikan antara dua perspektif tentang olahraga yakni baik sebagai praktik sosial (social practices) atau kelembagaan sosial (social institution). Sebagai praktik sosial, siswa akan belajar banyak tentang nilai-nilai olahraga, melalui interaksi yang dinamis selama latihan dan bertanding. Dalam upaya meningkatkan prestasi, para siswa akan mengalami proses kooperatif dan konflik dengan rekan dan pelatih, berasosiasi dengan kelompok lain. Kemenangan dan kekalahan akan menjadi pelajaran berharga bagi sang atlet dalam pengembangan kepribadiannya.

Sebagai kelembagaan sosial, para siswa yang menjadi atlet nantinya bisa menjadi atlet yang terkenal bahkan kaya dan populer. Sehingga mereka bisa memiliki status sosial yang tinggi. Untuk itu SSS juga memberikan bekal para siswa dengan hal yang tak berkaitan dengan olahraga yang bakal membentuk karakternya nanti.

Mengingat Sumsel akan menjadi tuan rumah Sea Games ke 26, 2011 mendatang tentunya  akan menjadi perhatian khusus  selesai dari pelaksanaan even bergengsi tersebut. Sumsel harus memaksimalkan pemanfaatan venues olahraga.

Sumsel harus mencontoh keseriusan masyarakat Singapura karena olahraga sangat penting dan bisa menaikkan nama negara. Sehingga jika Sumsel ingin berhasil layak mencontoh Singapura. Sumsel harus berbuat seperti yang dilakukan Singapura.

Naik Sepeda Tua Ke Titik Nol Indonesia

18 Mei

Karena kecintaan kepada Indonesia. Dua pemuda asal Kendal, Jawa Tengah, Roni Hartono dan Abdul Rohim nekat menuju Sabang, Aceh,  titik nol Indonesia  dengan naik sepeda tua atau lebih dikenal onthel.

Meski baru tiba di Palembang Sabtu sore namun kedua pemuda ini bertekad menyelesaikan misinya mengayuh sepeda menuju titik nol kilometer Indonesia di Sabang, Aceh.

Keduanya termotivasi melakukan perjalanan ke sabang karena kecintaan kepada Indonesia dan  sepeda onthel tuanya. Sejak berangkat dari Kendal 15 hari lalu sepedanya masih gagah ditunggangi dan belum ganti ban.

Di Sabang nanti keduanya akan mengibarkan Merah Putih dan menanam pohon jati. Bibit pohon sendiri telah disiapkan temannya di Jambi. Selama di perjalanan keduanya mengaku puas karena bisa bertemu dengan komunitas sepeda onthel.

Untuk menjaga fisik,  Roni mengaku  menjaga makan dan tidur yang cukup untuk melanjutkan perjalanan, terlebih rute yang dijalani mereka  cukup ekstrim ditambah cuaca yang kerap tidak mendukung.

Sungguh salut dengan teman – teman dari Kendal yang mengendarai sepeda tua keliling nusantara. Terlebih hal ini dilakukan untuk menjalin silaturahmi dan  keakraban sesama penggemar sepeda tua.

Meski sepeda tua kerap dianggap sudah punah dan tidak layak dipakai namun dengan hal ini menunjukkan sepeda tua masih bisa dipakai mengelilingi negeri.

Semoga Roni dan Rohim tiba di Sabang dengan selamat, dan berhasil menjalankan visi mereka.

Ruang Terbuka Hijau Habis, Siap-siap Kekurangan O2

26 Apr

Pesatnya pembangunan saat ini memberikan imbas bagi lingkungan. Hadirnya gedung pencakar langit ternyata mengikis keberadaan ruang terbuka hijau. Bisa kita lihat, pembangunan mall, gedung perkantoran atau lainnya banyak membabat habis lahan kota karena harus mendukung fasilitas perkotaan, mulai dari kemajuan teknologi, industri dan transportasi.

Bahkan pembangunan menyita RTH yang kerap dianggap sebagai lahan cadangan dan tidak ekonomis. Karena tingginya gedung menjadi tolok ukur keberhasilan suatu kota. Hmmm… benarkah demikian ?

Padahal semakin tingginya gedung dan banyak kendaraan menandakan pencemaran dan pemanasan global semakin meningkat.

Untuk mengatasi kondisi lingkungan kota seperti ini sangat diperlukan RTH sebagai suatu teknik bioengineering dan bentukan biofilter yang relatif lebih murah, aman, sehat, dan menyamankan.

Pasalnya RTH yang merupakan bagian ruang terbuka (open spaces) suatu wilayah perkotaan  diisi oleh tumbuhan, tanaman, dan vegetasi (endemik, introduksi) sehingga menjadi paru – paru kota dan memberikan cadangan Oksigen bagi masyarakat kota tersebut.

Sebagai contoh di Palembang, untuk mendukung pelaksanaan ajang olah raga paling bergengsi di Asia yaitu SEA GAMES XXVI 2011, Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan yang juga menjadi salah satu tuan rumah mulai melakukan banyak persiapan, terutama  mempercantik bentuk kota, merenovasi dan membangun sarana olahraga serta tidak tertinggal membangun Hotel, Mall, Restoran dan lain nya.

Salah satunya adalah kawasan Sport Hall atau GOR di Jalan A. Rivai Palembang, merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kota Palembang dengan luas ± 5 Ha. Kawasan ini akan diubah bentuk dan fungsinya menjadi kawasan bisnis dengan dibangun nya Hotel, Town Square, dan Café untuk mendukung pelaksanaan SEA GAMES XXVI.

Rencana Pengalih fungsian kawasan tersebut menjadi kawasan Bisnis, sesungguhnya sangat bertentangan dengan mandate UU No 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang. Pada salah satu pasalnya mewajibkan setiap Kota dan Kabupaten yang ada di Indonesia memiliki Ruang Terbuka Hijau(RTH) minimal 30 persen dari luas Kota, yaitu 20 persen RTH yang dibangun pemerintah untuk kepentingan Publik, dan 10 Persen RTH Private yang diwajibkan pemerintah untuk dibuat/dimiliki oleh setiap Rumah.

Kota Metropolis Palembang saat ini hanya memiliki RTH seluas 3 Persen atau sekitar 1.200 Ha, sehingga untuk mencukupi mandate tersebut harusnya pemerintah membangun sebanyak mungkin RTH, bukan malah melakukan Alih Fungsi RTH yang telah ada.


Berdasarkan catatan investigasi dan analisis yang dilakukan, jika Kawasan GOR ini di alih fungsi akan menyebabkan hilangnya 414 batang Pohon yang terdiri dari berbagai macam jenis seperti Beringin, Palem, Kelapa, Angsana, Jarak duri, Jambu, Nangka dan Tembesu. Yang selama ini 1 pohonya berfungsi sebagai penghasil oksigen (O2) sebanyak 1.2 – 1.5 Kg. Sehingga dengan jumlah pohon sebanyak 414 buah, Oksigen yang dihasilkan sebesar 0.5 – 0.6 Ton/hari, ini setara dengan kebutuhan oksigen 1.500 orang /hari. Selain itu kawasan ini juga berfungsi sebagai penyerap karbon (CO2) yang merupakan salah satu zat penyebab Pemanasan Global, sekitar 8,3 – 15 Kg/hari atau 3 – 5,4 ton/tahun.

Selayaknya pembangunan dan pengelolaan RTH wilayah perkotaan harus menjadi substansi yang terakomodasi secara hierarkial dalam perundangan dan peraturan serta pedoman bagi pembangunan di perkotaan.

Pembangunan yang baik adalah dengan tidak mengesampingkan keberadaan ruang terbuka hijau dengan terus melestarikan lingkungan bukan membabat habis setiap pohon yang memberikan sumbangan Oksigen cuma – cuma bagi kita.

Sudah siapkah kita kekurangan O2 dan menggunakan masker ?


Inovasi dan Kreativitas Belanda

16 Apr

Jangan pernah takut bermimpi, karena mimpi itulah akan membawa kita mencapai cita – cita.

“Bermimpilah… maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”

Impian terbesarku adalah bisa melanjutkan pendidikan S-2 di luar negeri khususnya di Belanda. Hal ini sendiri bukan tanpa alasan, karena seorang teman sesama jurnalis bernama Yohanes Widodo yang juga berasal dari media di kota Palembang, tempat kelahiranku, berhasil mendapatkan beasiswa dan kini sedang menyelesaikan program S-3 nya.

Selain itu, negeri Oranje memiliki sejuta pesona, sebagai informasi bunga tulip merupakan salah satu bunga favoritku selain chrysant. Dan yang pasti adalah melihat langsung negeri kincir angin. Begitu banyak pesona Belanda yang membuatku bermimpi untuk kesana.

Beberapa alasan studi di Belanda, diantaranya:

  • Masyarakat yang multikultur dan terbuka
  • Lingkungan studi yang internasional
  • Pendidikan dan riset yang berkualitas dan beraneka ragam
  • Terletak di tengah benua Eropa
  • Value for money

Hidup itu adalah pilihan, dan pilihan kita menentukan kualitas diri kita. Hal ini sama seperti ketika saya memilih menjadi seorang jurnalis di televisi lokal di Palembang. Impian saya bisa menjadi jurnalis yang terkenal, layaknya Rosiana Silalahi, yang menjejakkan diri di Amerika, Meutya Havid yang mendapatkan tugas meliput perang Irak dan disandera selama 168 jam.

Namun harus jujur diakui, hingga saat ini masih banyak ilmu yang kudapatkan dalam dunia jurnalistik. Untuk itulah Belanda menjadi pilihanku, meski hingga saat ini, masih belum beruntung mendapatkan beasiswa tersebut.

Sesuai dengan tema dan judul tulisan diatas Inovasi dan Kreativitas Belanda. Harus diakui jika inovasi adalah kunci masa depan. Apa yang telah dicapai manusia saat ini tidaklah terlepas dari inovasi yang telah dilahirkan pada masa lampau. Bahkan kini kita bisa “mengintip” masa depan melalui berbagai penemuan yang telah diciptakan saat ini.

Kekagumanku pada Belanda adalah bagaimana negeri ini bisa menaklukan air dan negeriku selama 350 tahun. Soal menaklukan air, tentunya sebagai seorang yang tinggal di kota Palembang, yang dibelah oleh bentangan Sungai Musi saya ingin mempelajari bagaimana Belanda bisa membuat bendungan dan menahan air laut.

Inilah kenapa Holland menjadi salah satu negara yang memiliki inovatif di tengah benua Eropa. Pasalnya hingga kini, kita tentunya masih bisa melihat bangunan Belanda yang masih dipergunakan. Sebut saja gedung yang terus digunakan untuk instasi pemerintahan, seperti Istana Bogor, Gedung Sate (Bandung), Gedung Bank Indonesia (Yogyakarta) termasuk juga perkebunan dan bendungan. Peninggalan Belanda yang terus digunakan oleh Indonesia adalah sistem hukum Belanda dalam peradilan di negeri ini.

Peninggalan Belanda di kotaku adalah Menara Air atau Kantor Ledeng yang kini menjadi Kantor Walikota Palembang.  Bangunan ini berdiri pada tahun 1928, di zaman Jepang (1942 – 1945) Balai Kota (Kantor Menara Air) dijadikan Kantor Syuco-kan (Kantor Residen) dan terus dimanfaatkan sebagai balaikota hingga tahun 1956.

Bangunan Kantor Walikota Palembang sejak awal telah digunakan sebagai pusat pemerintahan Gemeente Palembang. Gedung ini pun menjadi saksi heroisme pemuda di Palembang saat Kemerdekaan RI diproklamasikan, 17 Agustus 1945. Mereka mengibarkan bendera kebangsaan di empat sisi atas Kantor Ledeng.

Sejak 21 Agustus 1963 Kantor Menara Air berubah menjadi Kantor Pusat Pemerintahan Kota Praja Palembang yang sekarang disebut Kantor Walikota.

Saat ini pun masih banyak pembangunan yang mencontoh Belanda, salah satunya adalah pembangunan Plaza Benteng Kuto Besak Palembang, meniru gaya bendungan Belanda yang menahan air laut. Disini Palembang, berupaya menahan air sungai musi untuk tidak menggerus daratan.

Hasilnya tempat kumuh itu berubah menjadi salah satu tempat yang dikunjungi banyak orang saat ini, yang sebelumnya banyak orang termasuk orang Palembang sendiri takut untuk berada dan melewati daerah ini.

Begitulah adanya, sebagai mahluk pilihan Tuhan yang memiliki potensi dan kemampuan yang begitu besar. Kita harus meningkatkan kekuatan inovasi dan kreatifitas untuk mengubah kualitas hidup dan mewujudkan masyarakat yang dinamis.

Terlebih di era modern dan serba digital, sains dan teknologi memiliki peran besar dalam kehidupan manusia. Inovasi dan kreatifitas menjadi faktor penentu kemajuan suatu negara. Sehingga sepatutnyalah setiap negara memberikan kesempatan mengembangkan potensi dan kreatifitas yang dimiliki setiap rakyatnya.

Dan tidak kalah penting adalah menentukan kemajuan suatu negara mendukung masyarakatnya bergerak di bidang ilmu pengetahuan dan penelitian, serta menghargai jasa para ilmuwan.  Karena itu, seluruh inovasi dan kreatifitas yang ada harus bisa memenuhi tuntutan dan menyelesaikan persoalan masyarakat serta jangan sampai justru menambah jarak kesenjangan sosial.

Karena inovasi dan kreativitas yang dimiliki Belanda, selain karena pernah menjajah negeri ini dan berusaha memberikan bantuan pendidikan, wajar jika Belanda menjadi salah satu tujuanku untuk belajar. Toh, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang “pemaaf” begitupun dengan kita kan :D .

Ada kutipan  pernyataan Matsudaira Katamori, ketika melakukan penghormatan didepan tugu para Byakkotai (Bala Tentara) yang -katanya- telah mati sebagai seorang pejuang di pertempuran Aizu

“Ikutari no namida wa ishi ni sosogu tomo sono na wa yoyo ni kuji to zo omou”

“Tidak peduli berapa banyak orang yang membasuh batu-batu ini dengan air matanya, nama-nama ini tidak akan pernah hilang dari bumi ini”

Sumber :

http://www.nesoindonesia.or.id/indonesian-students/informasi-dalam-bahasa/studi-di-belanda

http://www.utrechtsummerschool.nl/

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda

http://www.digital-hydraulics.com/damcity/damcity.htm

http://www.epalembang.com/lang/id/service/government/mayors-office/

Tulisan ini diikutsertakan dalam ajang kompetisi blog (kompetiblog2010) studi di Belanda yang diadakan oleh Nuffic Neso Indonesia dengan tema: “Dutch innovation, in my opinion”

Foursquare Layanan Baru Promosikan Daerahmu

9 Apr

Perkembangan tekhnologi kini semakin tidak bisa dibendung. Setelah fenomena Facebook yang menggemparkan dunia. Belakangan ini muncul 4square atau foursquare sebagai layanan location-based pilihan.

Jika saat ini ada yang bertanya “Apa sih foursquare?” Wajar, jika masih banyak yang bertanya hal tersebut. Layanan ini memang baru masuk ke Indonesia.

Secara sederhana foursquare merupakan layanan berbasis lokasi. Hal ini memberikan kemudahan bagi pengguna untuk berbagi informasi tentang lokasi yang dikunjungi, berbagi tips, sekaligus berebut mengumpulkan badge tertentu sebagai bentuk penghargaan.

Memang fakta tak terbantahkan jika pengguna 4square suka sekali memperebutkan badge yang ada di layanan tersebut. Fitur ini pula yang masih menempatkan 4square sebagai pilihan jika dibandingkan dengan layanan luar serupa : brightkitedan gowalla.

Diriku pun akhirnya latah untuk ikut mendaftarkan diri dan tenggelam didalam kenikmatan check-in dan memperebutkan badge dari 4square. Berdasarkan prediksi layanan ini akan menggeser facebook ataupun twitter.

Jika ditanya apa enaknya, tentunya layanan ini memberitahukan lokasi dimana kita berada, selain itu juga kita bisa  berbagi tips, info tempat makan enak, venue atau cafe, termasuk tempat hang-out asyik. Dan tentunya hal ini akan mempromosikan daerah kita juga.

Tentunya langkah awal kalian harus mendaftarkan diri untuk bisa bergabung dalam layanan ini baik melalui komputer atau secara mobile. Dan khusus untuk Iphone, Blackberry, Android langsung bisa mendownload aplikasinya. Beragam fasilitas ditawarkan oleh foursquare.

Selain itu, bagi pemilik usaha akan diuntungkan dengan adanya foursquare karena, sang pemilik usaha bisa memberikan penghargaan bagi konsumen atau customernya yang loyal dengan cara melihat siapa yang menjadi mayor pada saat itu.

Hal ini sudah sering dilakukan di luar negeri, kalo di Indonesia dan apalagi di Palembang, kita tunggu saja. Lumayan bisa mendapatkan voucher gratis atau hadiah dari toko yang kita kunjungi.

Tunggu apa lagi, ayo  “check-in” dan raih badge-nya.

Now or Never “Sea Games di Sumsel”

31 Mar

Pelaksanaan Sea Games XXVI , 2011 mendatang menjadi momen tersendiri bagi Sumatera Selatan yang akan menjadi salah satu tuan tumah perhelatan even bergengsi di kawasan Asia Tenggara tersebut.

Rasanya baru kemarin, Sumsel sibuk mempersiapkan PON XVI , 2004. Berbagai sarana dibangun, hotel, mall dan tentunya Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang dan beberapa venues pertandingan cabang olahraga, diantaranya GOR Senam, GOR Tennis Indoor, GOR Karate dan Lapangan Soft Ball serta Panjat Dinding yang dipusatkan di Jakabaring.

Even berskala nasional itu berhasil menyulap Palembang menjadi kota yang lebih ramah terhadap pendatang. Berbagai hotel berbintang seperti Novotel dan Aston yang kini berganti menjadi Aryaduta Hotel Palembang, hadir di Palembang, termasuk hadirnya mall Palembang Trade Center dan Palembang Square Mall.

Ekonomi Sumsel dan Palembang tumbuh, hotel penuh dengan pengunjung dan selama 20 hari Sumsel dan Palembang menjadi dipenuhi pengunjung (atlet dan official serta keluarga) yang memborong pempek dan songket.

Miliyaran rupiah beredar di PON XVI tersebut, yang juga ikut memberikan cerita tersendiri bagi diriku dan mengerti arti sebuah kegagalan dalam meraih prestasi.  Pasalnya diriku sempat memperkuat Sumsel menjadi atlet Taekwondo Sumsel.

Dan kini Sumsel kembali akan menghelat even yang lebih besar dan berskala internasional. Gagasan ini tak hanya akan menjadi isapan jempol belaka, akan banyak keajaiban terjadi pada Sea Games XXVI tersebut.

Setelah Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang menjadi Chef de Mission Kontingen Indonesia di Laos tahun 2009 lalu. Target Sumsel kini menjadi tuan rumah seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan di Sea Games.

Pesta besar dua tahunan untuk negara Asean ini akan menjadi sejarah baru bagi Sumsel. Mata dunia akan semakin terbuka tentang adanya Sumsel dan tentunya kebesaran Sriwijaya.

Beragam pembangunan akan segera berdiri di Palembang, mulai dari Kolam Renang Standar Internasional, Lapangan Golf, Lapangan Tembak dan Tenis, dan tentu saja kawasan Danau OPI Jakabaring yang akan disulap menjadi kawasan voli pantai dan arena dayung. Belum lagi pembangunan Water Park, Trans Studio, Carrefour dan Hotel Berbintang “JW Marriot” dan Mess Atlet.

Ya… ini tugas besar dan merupakan tugas kita semua bukan satu atau dua orang saja. Beragam fasilitas yang dibangun dengan tidak menggunakan APBD juga menjadi acungan jempol tersendiri. Anggaran Sea Games 2011 yang disiapkan Pemerintah Pusat Rp. 2 Trilyun kini masih menjadi perebutan 4 Provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa barat, Jawa Tengah dan Sumsel. Jika dana ini hanya cukup untuk satu wilayah, tentunya Sea Games akan digelar di satu wilayah yakni Sumsel.

Pembukaannya sendiri akan dilakukan pada 11 November 2011 (11/11/11). Angka ini merupakan angka hoki bagi sebagian orang.

Jika kita berkaca pada pemikiran Presiden RI pertama Soekarno, yang lebih memilih membangun Stadion Gelora Bung Karno dan Hotel Indonesia dibandingkan membeli beras bagi rakyat, tentunya menjadi pemikiran yang gila.

Mengutip dari Info Suporter

Seperti yang disebut dalam buku Dari Gelora Bung Karno ke Gelora Bung Karno, Presiden Soekarno juga menginginkan kompleks olahraga yang dibangun untuk Asian Games IV (AG-IV) 1962 ini juga hendaknya dijadikan sebagai paru-paru kota dan ruang terbuka tempat warga berkumpul.

Negara penyelenggara AG-IV ditentukan sehari sebelum pembukaan Asian Games III di Tokyo, Mei 1958. Asian Games Federation (AGF) memilih Indonesia. Maka, rencana rinci persiapan pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia itu pun disusun. Lokasi kompleks olahraga pun dipilih. Pembangunannya didanai dengan kredit lunak dari Uni Soviet, sebesar 12,5 juta dollar AS yang kepastiannya diperoleh pada 23 Desember 1958.

Presiden Soekarno “mengomandokan” agar persiapan pesta olahraga yang akan menjadi kebanggaan dan meningkatkan harga diri bangsa Indonesia ini dilakukan serentak. Luas kompleks olahraga yang akan dibangun sekitar 300 hektar. Ia “menelan” empat kampung: Senayan, Petunduan, Kebun Kelapa, serta Bendungan Hilir. Pada 19 Mei 1959, dimulailah pembebasan tanah dan pembongkaran bangunan. Warga yang tergusur mencapai 60.000 orang. Mereka dipindahkan ke Tebet, sebagian lagi ke kawasan Slipi dan Ciledug.

Pembangunan enam sarana olahraga dan empat tempat akomodasi untuk atlet dimulai ketika Bung Karno menancapkan tiang pancang pertama, 8 Februari 1960. Kemudian, satu demi satu sarana olahraga itu pun terwujud. Istana Olah Raga (Istora) selesai dibangun pada 21 Mei 1961, Stadion Renang, Stadion Madya, dan dan Stadion Tenis (Desember 1961), Gedung Basket (Juni 1962), serta Stadion Utama (21 Juli 1962).

Untuk akomodasi atlet putra, dibangun Wisma Aneka I dan II, serta woman dormitory yang dinamai Wisma Hasta untuk atlet putri. Bagi tamu dari Asian Games Federation (AGF), International Olympic Committee (IOC), dan International Sport Federation (ISF) dibangun pula International Guest House yang kelak dinamai Hotel Asri. Semua sarana akomodasi ini selesai pada Mei 1962.

scan Metamorfosis Gelora Bung Karno
Sebutan “Gelanggang Olahraga Bung Karno” mulai terdengar ketika Penjabat Presiden RI Ir Djuanda, pada 17 September 1962 mengumumkannya sebagai nama yang akan diberikan pada kompleks olahraga AG-IV itu. Sejak 24 September 1962, pengelolaan kompleks olahraga ini diserahkan kepada Yayasan Gelora Bung Karno (YGBK).

Asian Games IV sendiri punya “buntut” politik. Penolakan atas keikutsertaan Israel dan Taiwan membuat AG-IV itu tidak diakui dunia internasional. Inilah yang mendorong Presiden Soekarno menggelar Game of the New Emerging Forces (Ganefo) di Jakarta, 10-22 November 1963.

Bung Karno yang juga memelopori penyelenggaraan Conference of the New Emerging Forces (Conefo) kemudian membangun “kompleks politik” tak jauh dari Gelora (kini menjadi gedung DPR).

Sejak 3 September 1965, manajemen kompleks olahraga Bung Karno digabungkan dengan manajemen kompleks politik persiapan Conefo. Nama YGBK pun berubah menjadi Yayasan Gelora Bung Karno & International Political Venues (YGBK & IPV).

Kesulitan ekonomi yang melanda Indonesia membuat pemerintah ketiadaan dana. Sejak 1 Januari 1966 subsidi bagi YGBK & IPV dihentikan, dan sejak saat itu pula YGBK berubah nama menjadi Yayasan Gelanggang Olahraga Senayan (YGOS).

YGOS yang mengelola Gelora tanpa subsidi menggandeng mitra usaha untuk membangun sarana olahraga dan non-olahraga. Hasilnya antara lain: Lapangan Golf seluas 20 hektar (1968), Golf Driving Range (1970), Hotel Hilton (di lahan seluas 13 hektar, 1971), dan Balai Sidang Jakarta (1974).

Pada 13 Januari 1984, YGOS bubar setelah keluarnya Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 1984 yang mengalihkan tugas pengelolaan ke tangan Badan Pengelola Gelora Senayan (BPGS) yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. BPGS ditugasi mengurus kawasan dan seluruh aset Gelora Senayan secara mandiri.

Pintu bagi kehadiran perkantoran, hotel, dan pusat perbelanjaan yang mengitari Gelora pun kian terbuka. Hampir semua gedung yang berdiri di lahan Gelora Senayan memiliki ikatan kerja sama dengan BPGS dalam bentuk build, operation and transfer (BOT).

Meski GBK kemudian “dikepung” berbagai gedung yang bukan untuk olahraga, fungsinya sebagai ruang terbuka hijau tetap dipertahankan. Melalui kerja sama dengan Pemda DKI Jakarta disusun Rencana Induk Kawasan Gelora Senayan yang menetapkan Koefisien Dasar Bangunan maksimum 20 persen.

Ini berarti 80 persen dari luas kawasan dipertahankan tetap terbuka. Ruang terbuka itu kemudian menjadi 84 persen setelah peningkatan dan penataan Parkir Timur menjadi Taman Parkir, pembangunan gerbang di Plasa Selatan (menghadap ke Jalan Jenderal Sudirman), dan penggantian pagar lingkungan pada pertengahan 2004.

Kini, lahan Gelora Bung Karno terbagi dalam tiga kelompok penggunaan: kompleks olahraga seluas 136,84 hektar, kompleks instansi pemerintah 67,52 hektar, dan kawasan komersial seluas 74,741 hektar. Menurut Hak Pengelolaan Lahan yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional, luas wilayah Gelora Senayan seluruhnya 2.790.835 meter persegi yang juga meliputi kawasan tempat berdirinya Gedung DPR.

Penyelenggaraan Asian Games IV yang mendorong Indonesia membangun kompleks olahraga ini dicampuri persoalan politik. Persoalan politik pula yang “menghapus jejak” Bung Karno dari situ dengan mengubah namanya menjadi Gelora Senayan. Juga semangat politik yang akhirnya “menulis” lagi namanya, ketika pada 17 Januari 2001 Presiden Abdurrahman Wahid mengembalikan sebutan Gelora Bung Karno bagi kompleks olahraga ini.

Namun apa jadinya jika Soekarno membeli beras, Indonesia tidak akan memiliki Stadion berskala Internasional yang banyak melahirkan sejarah, dan akhirnya membuka keran membantu Indonesia dalam masalah pangan. Berbagai dunia memberikan bantuan beras bagi Indonesia.

Kini mari kita dukung pelaksanaan Sea Games XXVI 2011 mendatang di Sumsel. Karena akan banyak perubahan dan keajaiban yang terjadi di Sumsel. “Now or Never” … ya…  Sekarang atau Tidak Sama Sekali ! Pembangunan itu akan memberikan perubahan dan membuka mata dunia. Buka Mata mu !!!

Pemusnahan Senpi Makan Korban

11 Mar

Betapapun kita telah berencana Allah menentukan segalanya. Seperti kejadian yang terjadi hari ini. Rezeki, jodoh, maut dan takdir hanya Allah yang menentukan. Semuanya adalah kehendah Allah semata. Lunturlah segala kesombongan atas kehebatan dalam diri kita.

Operasi pemusnahan senjata api  yang digelar di halaman Mapolda Sumsel Kamis (11/03/2010) pagi memakan korban. Ajudan Kapoltabes Palembang, Briptu Ahmad Bela dan Doris sopir Kapoltabes Palembang terkena tembakan dari senapan yang dilakukan pemotongan.

Peristiwa tertembaknya Briptu Ahmad Bela yang merupakan ajudan Kapoltabes Palembang Kombes Pol Luki Hermawan terjadi sekitar pukul o9.30 WIB, ditengah jalannya operasi pemusnahan senjatan api ilegal hasil Operasi Senpi Musi 2010.

Awalnya korban berdiri di belakang mobil CRV hitam bernomor polisi BG 13 PP tiba – tiba terdengar bunyi ledakan. Selang beberapa detik kemudian terdengar teriakan korban. Anggota kepolisian yang berada didekat korban pun dengan sigap  langsung menolong  dan melarikan korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Tembakan sendiri berasal dari hasil pemotongan kedua  senjata api laras panjang yang dilakukan oleh Bripka HR, anggota Satbrimob  Polda Sumsel. Tidak ada kecurigaan dari pemotongan pertama senpi ilegal dan ketika dilakukan pemotongan kedua di bagian pelatuk senpi terjadilah peristiwa tersebut.

Selain Briptu Ahmad Bela yang menjadi korban juga  adalah Doris  sopir Kapoltabes Palembang. Peluru jenis gotri awalnya mengenai Briptu Bela dan menembus bokong kiri dan setelah itu mengenai Doris dibagian paha.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Hasyim Irianto  dan didampingi Kapoltabes Palembang Kombes Pol Luki Hermawan langsung mendekati TKP. Kapolda mengatakan pemusnahan senpi telah melalui prosedur pemusnahan sebelum dilakukan pemotongan telah direndam air baru dipotong.

Usai kejadian tersebut pihak Polda Sumsel langsung menghentikan proses pemusnahan senpi  dan melakukan penyidikan lebih dalam dari kasus ini. Senpi yang belum dimusnahkan sendiri akan disimpan digudang dan dimusnahkan secara bertahap.

Dalam operasi tersebut, semula akan dimusnahkan 600 pucuk senjata api berbagai jenis  hasil  sitaan dan temuan selama 4 bulan  terakhir. Adapun senjata api yang dimusnahkan terdiri dari 461  pucuk senjata api laras panjang dan 139 senjata api laras pendek termasuk juga pemusnahan 26 senjata tajam 428 butir amunisi dan 2 granat.

***

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada kamu kemenangan yang nyata, QS. al-Fath (48) : 1

Ketika kita menemukan kemenangan dalam hidup kita, harus segera disadari bahwa itu adalah kehendak dan karunia Allah.

Allah mengajarkan pada kita untuk berkata “fasabbih bihamdi robbika was taghfir” atau Sucikanlah Allah dengan menyeru “Subhanallah” dan bersyukurlah  semua itu adalah karunia dari Allah “Alhamdulillah” dan beristighfarlah dengan mengucap “Astaghfirullah” karena sesungguhnya dalam hati ini ada rasa sombong.

Sombong terhadap prestasi kerja, kemenangan dalam setiap usaha, kedudukan dan jabatan, harta benda dan keturunan, dan lainnya tentang cerita dunia yang pasti tak nyata ini.

Manusia hanya bisa berencana. Kita tidak pernah berpikir bahwa Allah berkehendak dalam hidup kita.

Semoga Allah senantiasa menjaga hidup kita dari kesia-siaan dan kealpaan untuk senantiasa bertasbih memuji kebesarannya, berterima kasih atas segala nikmat dan karunianya, dan akhirnya kita memohon ampun atas segala kesombongan dan kekhilafan atas perilaku kita di dunia.

Teror Bom Menghantui Palembang

10 Mar

Apakah kematian Dulmatin tokoh teroris katanya yang dihargai Pemerintah Amerika Serikat USD 10 Juta  atau Rp 100 Miliyar oleh tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri Selasa (9/03/2010) kemarin menimbulkan teror baru.

Entahlah… yang pasti hari ini Rabu (10/03/2010)  dua mal di kota Palembang,  yakni Palembang Square (PS) dan International Plaza (IP)   mendapatkan teror bom.

Peneror menelepon Markas Kepolisian Sektor Ilir Barat I dan Sektor Ilir Timur I  menggunakan nomor telepon yang sama dan  mengatakan telah meletakkan bom yang akan segera meledak. Ancaman teror bom penelepon gelap itu datang tiga kali yang mengontak Polsek dan mengancam bom segera meledak.

Pihak Polsek IB I  pun  melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan manajemen mall  sebelum melakukan penyisiran jangan sampai terjadi kepanikan. Pihak mall pun langsung berkoordinasi dengan seluruh pengunjung dan tenan sejumlah tenan memilih menutup usahanya dan keluar dari area PS Mall.

Meski masih ada tenan yang bertahan di dalam mall. Menurut PR Palembang Square Mall, Liza Sako  pihaknya menutup akses pengunjung masuk hingga pukul 2 siang.

Menerima ancaman  adanya bom yang akan meledak polisi melakukan penyisiran dan mengamankan dua mal itu. Sebanyak 30 personil dari Densus 88 Anti Teror Polda Sumsel terjun melakukan penyisiran setiap teenan dan lokasi yang mencurigakan disisir dan diperiksa secara teliti, pengunjung pun tidak diperbolehkan masuk kedalam mall.

Kadensus 88 Anti Teror Polda Sumsel, Taufik Darsono  mengatakan nomor kontak penelepon sedang dilacak. Pihaknya juga telah menyebar intelejen mencegah pergerakan teroris di Sumsel.

Sampai saat ini belum ada indikasi teroris pihak densus 88 anti teror polda pun terus  melakukan penyidikan belum diketahui motif dari ancaman teror bom yang melanda kota Palembang.

Sementara kepanikan terjadi di Internasional Plaza mall. Pengunjung  dan pegawai di internasional plaza  tersentak dengan adanya teror bom. Kepanikan akibat  adanya isu bom ini tidak terbendung  pengunjung mall pun berlari keluar mall untuk menyelamatkan diri.

Isu bom ini berasal dari telpon seseorang yang di terima Adm  Internasional Plaza  pukul 10.28  akan ada ledakan di tengah plaza sekitar pukul 12. Ancaman kembali terjadi pukul 11 jika bom akan meledak dalam 30 menit kedepan.  Penelpon mengatakan jika dirinya merupakan anggota Jama’ah Islamiah.

Penyisiran pun dilakukan secara cermat, dan ditemukan bungkusan berisi lampu, yang belum diketahui apakah berbahaya atau tidak. Akibat isu bom   ruas jalan di kawasan ini menjadi macet. Pasalnya penyisiran yang dilakukan oleh Densus 88 Anti Teror Polda Sumsel menjadi tontonan masyarakat Palembang.

***

Cerita diatas adalah hasil liputanku hari ini… :D . Entah telah berapa kali teror bom menghantui Palembang, mall Palembang Square saja udah 2 kali ini, selain itu masih ada ancaman di kantor PLN WS2JB.

Ahhh… semoga saja tidak akan ada bom yang meledak di Sumsel. Harapan ini berasal dari lubuk hati terdalam. Dampak dari suatu bom, akan sangat membekas, tidak hanya dari sisi ekonomi dan  politik tapi juga dari seluruh aspek lainnya termasuk psikis korban bom itu sendiri.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.222 pengikut lainnya.