Mi ABC Gule Salero Lestarikan Gulai Khas Nusantara

Ditengah serbuan kuliner asing yang menjadi santapan kaum urban di Indonesia. Produsen makanan dan minuman, PT ABC President Indonesia melestarikan kuliner lokal dengan mengangkat kembali citra masakan gulai ke tengah masyarakat dengan meluncurkan produk Mi ABC Gule Salero.

Siapa yang tak kenal gulai, menu masakan khas Tanah Air ini  yang terkenal dengan kuah santan, kaya dengan aneka jenis rempah didalamnya. Sayang, kuliner warisan budaya ini mulai terlupakan.

Sharing Barapat Basamo

Untuk mengangkat kembali gulai ke masyarakat. Mi ABC Gule Salero menggelar acara Barapat Bersama Gule Salero. Sebuah kegiatan yang mengajak audience dari rekan media, blogger dan komunitas di Palembang berkumpul bersama menikmati dan menyingkap kelezatan Gulai.

Acara yang digelar di Riverside Restaurant, Jumat, 12 Desember 2014 silam ini, mendapatkan tanggapan sangat positif terlebih beragam menu gulai khas Palembang tersaji khusus. Sebut saja Gulai Kepala Kakap, Gulai Tempoyak, Gulai Umbut hingga Gulai Malbi.

Barapat Basamo1

Dalam sharing bersama  Brand Manager Mie ABC, Sandhika Sabana Putra, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan,  Farfat Syukri dan budayawan, Yudhi Syarofie terungkap PT ABC President Indonesia memiliki semangat melestarikan kuliner Indonesia dengan menghadirkan varian baru produk mi yakni Mi ABC Gule Salero.

Mi ABC Gule Salero mengedukasi peserta Barapat Basamo Gule Salero tentang gulai dan jejak gulai di Palembang. Bahkan Yudhi Syarofie pun mendapatkan apresiasi karena kepedulian terhadap gulai dengan menerbitkan buku tentang warisan kuliner nusantara.

Barapat Basamo2

Mi ABC Gule Salero ini mampu mengobati kerinduan akan rasa kulines khas Indonesia. Dengan hadirnya Mi ABC Gule Salero ini, PT ABC President Indonesia mengajak masyarakat kembali mencintai gulai. Ini menjadi salah satu  cara melestarikan  gulai sebagai kuliner asli Indonesia di tengah gempuran kuliner asing di Indonesia.

Barapat Basamo3

Barapat Basamo Gule Salero ini semakin seru dengan demo masak dari dua Chef dari  Indonesia Chef Association (ICA), Chef I Gede Surata yang memasak Gulai Kepala Kakap dan Chef M. Ikbal Khatib dengan Gulai Tempoyak khas Palembang.

Aroma khas dari aneka jenis rempah berpadu, membuat peserta Barapat Basamo tak sabar menikmati hasil masakan kedua Chef tersebut. Chef I Gede Surata pun berbagi tips untuk mamasak kedua gulai ini, karena menggunakan ikan, terlebih dahulu ikannya dimasak terpisah dengan cara digoreng dengan sedikit minyak. Sedangkan untuk menjaga santan agar tidak pecah, harus diperhatikan saat memasak menggunakan api kecil.

Barapat Basamo4

Masakan bersantan ini pun semakin nikmat disajikan Mi ABC Gule Salero. Seluruh undangan pun mendapatkan kesempatan untuk menikmati hasil kreasi masakan kedua Chef tersebut.

Bahkan tersaji juga aneka gulai tradisional daerah lain. Seperti Gulai Paku khas Sumatera Barat, Gulai Ikan Baung khas Riau dan Gulai Taboh dari Lampung.

Acara Barapat Basamo Gule Salero ini sangat bermanfaat dan memberikan banyak informasi bagi saya. Selain lebih mengenal aneka jenis gulai khas nusantara yang tersebar dari Sumatera hingga Papua. Saya pun bisa berwisata kuliner dalam satu hari menjelajah Indonesia.

Barapat Basamo5

Indonesia yang kaya dengan aneka jenis kuliner menjadi  warisan yang tak ternilai. Upaya menjaga dan melestarikan budaya asli Indonesia bukanlah hal mudah, apalagi di tengah perkembangan zaman yang semakin modern saat ini.

Tugas menjaga melestarikan warisan budaya maupun warisan kuliner tidak hanya menjadi pemerintah saja, namun juga semua pihak, termasuk kita. Salah satu caranya dengan mengkonsumsi kuliner khas nusantara, khususnya gulai.

Barapat Basamo6

Sekarang tugas kita semua untuk mengembalikan panggung kuliner khas nusantara kembali ke tempatnya. Ayo kita kembali mengkonsumsi dan mencintai masakan asli Indonesia.

Sarah Lacy & Entrepreneurship

Kita semua pasti mengenal Intel sebagai advanced micro devices. Pasti anda tahu dengan Apple kan, produk komputer personal yang sangat inovatif. Bagaimana dengan nama ini, Yahoo sebagai pelopor search Engine.

Diantara nama-nama itu, masih ada produk lain seperti National Semiconductor dibidang integrated circuit, atau  Sun Microsystems untuk workstations, Silicon Graphics dengan 3D graphics, Oracle sebagai perusahaan database software, 3Com dan Cisco Systems dalam bidang network computing.

Nama besar perusahaan ini lahir dari sebuah wilayah bernama Silicon Valley, terletak di California, Amerika Serikat. Kawasan ini menjadi legenda karena berhasil melahirkan perusahaan-perusahaan besar dan berteknologi tinggi.

Silicon Valley menjadi komunitas bisnis terkemuka di dunia, kiblatnya dunia bisnis teknologi, beragam bisnis teknologi tinggi lahir dari dukungan Stanford University, inovator, teknopreneur dan modal ventura.

Paparan ini disampaikan oleh Sarah Lacy, pakar entrepreneurship dari San Fransisco, Amerika Serikat saat diskusi Digital Life & Entrepreneurship di Kampus STMIK MDP, Kamis (24/03/2011).

Senior Editor TechCrunch (blog terbesar di dunia tentang Tech Entrepreneur) meluangkan waktunya berbagi kiat bagaimana menjadi entrepreneur dengan mahasiswa dan komunitas Blogger di Palembang “Wongkito.net” serta Palembang Publisher Community.

Sarah yang menuangkan idenya dalam buku “Once You are Lucky, Twice You are Good: The Rebirth of Silicon Valley and the Rise of web 2.0, melakukan perjalanan selama 2 minggu di Indonesia. Selain Palembang, Sarah juga melakukan kegiatan serupa, di Makassar, Jakarta, dan Bangka Belitung.

Dalam diskusi yang dipandu Public Affair Bagian SumateraKarim, Sarah mengungkapkan keberhasilan Silicon Valley karena kultur kewirausahaan sudah mengakar dan sangat kuat. Selain itu, selalu bangkit saat menerima kegagalan yang menjadi kekuatan terbesar Silicon Valley. Tentunya keberhasilan mereka ditunjang semangat kerja yang tinggi, meski bersaing namun masih berbagi informasi yang positif.

Kegigihan dalam mencapai tujuan yang diinginkan menjadi sesuatu yang akan terus membuat bertahan. Ada kata-kata bijak “Melahirkan 1 ide sederhana yang diwujudkan lebih berharga daripada 1000 ide tapi tak pernah  dilakukan.

Stop whiteboarding, start building.

Tulisan ini juga dipublish disini

Teror Bom Kembali Merebak

Teror Bom Asuransi Sinar Mas - Palembang

Teror bom kembali merebak, tak hanya di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Medan dan kini teror bom itu juga terjadi di kota Palembang.

Sabtu (19/03/2011) Kantor Asuransi Sinar Mas Cabang Palembang, mendapat teror bom. Kepala cabang Asuransi Sinar Mas Palembang, Aidil Ginting mendapatkan SMS dari orang yang tak dikenal dan menyatakan telah menaruh bungkusan bom yang siap diledakkan.

Hal ini pun sempat membuat panik, pihak Sinar Mas langsung melapor. Tidak berapa lama tim Gegana Brimob Polda Sumsel langsung memeriksa kantor asuransi yang berlokasi di Jalan Kolonel Haji Burlian, Palembang.

Hingga pukul 01.00 Minggu (20/03/2011) dini hari, petugas penjinak bahan peledak (Jihandak) Brimob Polda Sumsel mensterilisasi, memasang garis polisi dan menyisir seluruh sudut ruangan kantor, tidak menemukan benda yang mencurigakan. Pihak kepolisian sendiri akan melacak nomor telepon yang mengirimkan SMS ancaman bom tersebut.

Ya, meski tak ada bom yang ditemukan, namun penyebar teror itu berhasil membuat masyarakat resah. Kini semua harus waspada, terhadap hal yang mencurigakan.

Bahkan untuk wilayah Palembang, pihak Polresta Palembang, memberikan no. telpon 081368677888 , jika masyarakat menemukan atau mendapatkan hal yang mencurigakan dan diduga sebagai bom.

 

Berkaca dari Singapore Sport School

Banyak pelajaran dari hasil perjalanan ke Singapura kali ini. Perjalanan ini sendiri adalah bagian dari hadiah untuk keikut sertaan dalam Sekolah Jurnalisme Indonesia.

Bersama Pemprov Sumsel, Koni Sumsel dan insan media di Sumsel kami berkesempatan mengunjungi Singapore Sport School. Hasilnya banyak Pe – eR bagi Pemprov Sumsel jika ingin serius mengelola Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya termasuk meningkatkan prestasi dari seklah tersebut.

Jika berkaca dari Singapore Sport School mulai dari pengelolaan hingga prestasi yang telah menelurkan atlet berprestasi baik nasional maupun internasional meski baru berusia 6 tahun.

Singapore Sports School adalah sekolah independen khusus di Singapura  diprakarsai oleh Departemen Pengembangan Masyarakat, Pemuda dan Olahraga (MCYS), dan dan ditujukan pada atlet remaja yang berbakat dalam olahraga.

Mrs. Deborah Tan (Principal SSS)

Sekolah dengan luas area 7 hektar ini secara resmi dibuka oleh Perdana Menteri Goh Chok Tong pada tanggal 2 April 2004. Sekolah ini memiliki Akademi Ilmu Olah Raga, satu-satunya di Singapura. Staf-nya terdiri dari biomechanist, ahli fisiologi olahraga, psikolog olahraga, tiga ahli fisioterapi, dua pelatih fisik  dan ahli gizi.

Mr. Basri (Pelatih Badmintos asal Indonesia)
Uniknya setiap murid di sekolah ini belajar sesuai ruang kelas, karena setiap mata pelajaran akan diambil di kelas berbeda, dan hanya  20-25 siswa dalam satu kelas.

kelas Geografi

Disini terdapat laboratorium sains, perpustakaan, ruang laboratorium khusus dan house music dan tiga blok perumahan bagi siswa dan staf. 700-seater auditorium,  dua kolam renang standar olimpiade,  12-lane bowling, pusat pelatihan olahraga,  10 lapangan indoor bulutangkis, tenis meja hingga  menampung 32 meja,   8 jalur atletik karet sintetis, lapangan sepak bola, hingga fasilitas ruang makan dan laundry.

Proses rekrutmen di sekolah ini, dilakukan secara terbuka untuk seluruh siswa di Singapura (tak tertutup kemungkinan dari luar Singapura), sesuai dengan cabang olahraga yang diminati. Setelah itu diseleksi secara akademik, selektif dan ilmiah.

Sebenarnya sekolah ini mengadopsi kurikulum dari beberapa sekolah olahraga di Cina, Malaysia dan juga dari Ragunan Indonesia, untuk program-program tertentu.

Tidak kalah dengan sekolah umum, di SSS juga menggunakan silabus pendidikan yang sama dengan sekolah formal lainnya. Sehingga para siswa juga siap untuk mengikuti ujian akhir pada tiap tingkat pendidikannya sesuai peraturan di Singapura. SSS juga melakukan sistem pembelajaran online.

Soal seleksi siswa, sedikit SSS berbeda dengan sekolah pada umumnya. Sebab ada satu sesi dimana para calon siswa harus mempresentasikan rencana mereka di bidang olahraga dan prestasi yang ingin dicapai.

Dan yang menarik adalah misi mereka yakni Learned Champions with Character, yakni mendidik dan menciptakan para juara yang memiliki karater.

Karakter diperlukan oleh seorang juara. Juara tanpa karakter, dia akan terombang-ambing tak tentu tujuan. Namun karakter akan memperlancar sang juara untuk menembus kejuaraan satu dan berikutnya. Dan tentunya karakter akan membikin seseorang siap menjadi juara.

SSS mengaplikasikan antara dua perspektif tentang olahraga yakni baik sebagai praktik sosial (social practices) atau kelembagaan sosial (social institution). Sebagai praktik sosial, siswa akan belajar banyak tentang nilai-nilai olahraga, melalui interaksi yang dinamis selama latihan dan bertanding. Dalam upaya meningkatkan prestasi, para siswa akan mengalami proses kooperatif dan konflik dengan rekan dan pelatih, berasosiasi dengan kelompok lain. Kemenangan dan kekalahan akan menjadi pelajaran berharga bagi sang atlet dalam pengembangan kepribadiannya.

Sebagai kelembagaan sosial, para siswa yang menjadi atlet nantinya bisa menjadi atlet yang terkenal bahkan kaya dan populer. Sehingga mereka bisa memiliki status sosial yang tinggi. Untuk itu SSS juga memberikan bekal para siswa dengan hal yang tak berkaitan dengan olahraga yang bakal membentuk karakternya nanti.

Mengingat Sumsel akan menjadi tuan rumah Sea Games ke 26, 2011 mendatang tentunya  akan menjadi perhatian khusus  selesai dari pelaksanaan even bergengsi tersebut. Sumsel harus memaksimalkan pemanfaatan venues olahraga.

Sumsel harus mencontoh keseriusan masyarakat Singapura karena olahraga sangat penting dan bisa menaikkan nama negara. Sehingga jika Sumsel ingin berhasil layak mencontoh Singapura. Sumsel harus berbuat seperti yang dilakukan Singapura.

Naik Sepeda Tua Ke Titik Nol Indonesia

Karena kecintaan kepada Indonesia. Dua pemuda asal Kendal, Jawa Tengah, Roni Hartono dan Abdul Rohim nekat menuju Sabang, Aceh,  titik nol Indonesia  dengan naik sepeda tua atau lebih dikenal onthel.

Meski baru tiba di Palembang Sabtu sore namun kedua pemuda ini bertekad menyelesaikan misinya mengayuh sepeda menuju titik nol kilometer Indonesia di Sabang, Aceh.

Keduanya termotivasi melakukan perjalanan ke sabang karena kecintaan kepada Indonesia dan  sepeda onthel tuanya. Sejak berangkat dari Kendal 15 hari lalu sepedanya masih gagah ditunggangi dan belum ganti ban.

Di Sabang nanti keduanya akan mengibarkan Merah Putih dan menanam pohon jati. Bibit pohon sendiri telah disiapkan temannya di Jambi. Selama di perjalanan keduanya mengaku puas karena bisa bertemu dengan komunitas sepeda onthel.

Untuk menjaga fisik,  Roni mengaku  menjaga makan dan tidur yang cukup untuk melanjutkan perjalanan, terlebih rute yang dijalani mereka  cukup ekstrim ditambah cuaca yang kerap tidak mendukung.

Sungguh salut dengan teman – teman dari Kendal yang mengendarai sepeda tua keliling nusantara. Terlebih hal ini dilakukan untuk menjalin silaturahmi dan  keakraban sesama penggemar sepeda tua.

Meski sepeda tua kerap dianggap sudah punah dan tidak layak dipakai namun dengan hal ini menunjukkan sepeda tua masih bisa dipakai mengelilingi negeri.

Semoga Roni dan Rohim tiba di Sabang dengan selamat, dan berhasil menjalankan visi mereka.

Ruang Terbuka Hijau Habis, Siap-siap Kekurangan O2

Pesatnya pembangunan saat ini memberikan imbas bagi lingkungan. Hadirnya gedung pencakar langit ternyata mengikis keberadaan ruang terbuka hijau. Bisa kita lihat, pembangunan mall, gedung perkantoran atau lainnya banyak membabat habis lahan kota karena harus mendukung fasilitas perkotaan, mulai dari kemajuan teknologi, industri dan transportasi.

Bahkan pembangunan menyita RTH yang kerap dianggap sebagai lahan cadangan dan tidak ekonomis. Karena tingginya gedung menjadi tolok ukur keberhasilan suatu kota. Hmmm… benarkah demikian ?

Padahal semakin tingginya gedung dan banyak kendaraan menandakan pencemaran dan pemanasan global semakin meningkat.

Untuk mengatasi kondisi lingkungan kota seperti ini sangat diperlukan RTH sebagai suatu teknik bioengineering dan bentukan biofilter yang relatif lebih murah, aman, sehat, dan menyamankan.

Pasalnya RTH yang merupakan bagian ruang terbuka (open spaces) suatu wilayah perkotaan  diisi oleh tumbuhan, tanaman, dan vegetasi (endemik, introduksi) sehingga menjadi paru – paru kota dan memberikan cadangan Oksigen bagi masyarakat kota tersebut.

Sebagai contoh di Palembang, untuk mendukung pelaksanaan ajang olah raga paling bergengsi di Asia yaitu SEA GAMES XXVI 2011, Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan yang juga menjadi salah satu tuan rumah mulai melakukan banyak persiapan, terutama  mempercantik bentuk kota, merenovasi dan membangun sarana olahraga serta tidak tertinggal membangun Hotel, Mall, Restoran dan lain nya.

Salah satunya adalah kawasan Sport Hall atau GOR di Jalan A. Rivai Palembang, merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kota Palembang dengan luas ± 5 Ha. Kawasan ini akan diubah bentuk dan fungsinya menjadi kawasan bisnis dengan dibangun nya Hotel, Town Square, dan Café untuk mendukung pelaksanaan SEA GAMES XXVI.

Rencana Pengalih fungsian kawasan tersebut menjadi kawasan Bisnis, sesungguhnya sangat bertentangan dengan mandate UU No 26 Tahun 2007 tentang Tata Ruang. Pada salah satu pasalnya mewajibkan setiap Kota dan Kabupaten yang ada di Indonesia memiliki Ruang Terbuka Hijau(RTH) minimal 30 persen dari luas Kota, yaitu 20 persen RTH yang dibangun pemerintah untuk kepentingan Publik, dan 10 Persen RTH Private yang diwajibkan pemerintah untuk dibuat/dimiliki oleh setiap Rumah.

Kota Metropolis Palembang saat ini hanya memiliki RTH seluas 3 Persen atau sekitar 1.200 Ha, sehingga untuk mencukupi mandate tersebut harusnya pemerintah membangun sebanyak mungkin RTH, bukan malah melakukan Alih Fungsi RTH yang telah ada.


Berdasarkan catatan investigasi dan analisis yang dilakukan, jika Kawasan GOR ini di alih fungsi akan menyebabkan hilangnya 414 batang Pohon yang terdiri dari berbagai macam jenis seperti Beringin, Palem, Kelapa, Angsana, Jarak duri, Jambu, Nangka dan Tembesu. Yang selama ini 1 pohonya berfungsi sebagai penghasil oksigen (O2) sebanyak 1.2 – 1.5 Kg. Sehingga dengan jumlah pohon sebanyak 414 buah, Oksigen yang dihasilkan sebesar 0.5 – 0.6 Ton/hari, ini setara dengan kebutuhan oksigen 1.500 orang /hari. Selain itu kawasan ini juga berfungsi sebagai penyerap karbon (CO2) yang merupakan salah satu zat penyebab Pemanasan Global, sekitar 8,3 – 15 Kg/hari atau 3 – 5,4 ton/tahun.

Selayaknya pembangunan dan pengelolaan RTH wilayah perkotaan harus menjadi substansi yang terakomodasi secara hierarkial dalam perundangan dan peraturan serta pedoman bagi pembangunan di perkotaan.

Pembangunan yang baik adalah dengan tidak mengesampingkan keberadaan ruang terbuka hijau dengan terus melestarikan lingkungan bukan membabat habis setiap pohon yang memberikan sumbangan Oksigen cuma – cuma bagi kita.

Sudah siapkah kita kekurangan O2 dan menggunakan masker ?


Inovasi dan Kreativitas Belanda

Jangan pernah takut bermimpi, karena mimpi itulah akan membawa kita mencapai cita – cita.

“Bermimpilah… maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”

Impian terbesarku adalah bisa melanjutkan pendidikan S-2 di luar negeri khususnya di Belanda. Hal ini sendiri bukan tanpa alasan, karena seorang teman sesama jurnalis bernama Yohanes Widodo yang juga berasal dari media di kota Palembang, tempat kelahiranku, berhasil mendapatkan beasiswa dan kini sedang menyelesaikan program S-3 nya.

Selain itu, negeri Oranje memiliki sejuta pesona, sebagai informasi bunga tulip merupakan salah satu bunga favoritku selain chrysant. Dan yang pasti adalah melihat langsung negeri kincir angin. Begitu banyak pesona Belanda yang membuatku bermimpi untuk kesana.

Beberapa alasan studi di Belanda, diantaranya:

  • Masyarakat yang multikultur dan terbuka
  • Lingkungan studi yang internasional
  • Pendidikan dan riset yang berkualitas dan beraneka ragam
  • Terletak di tengah benua Eropa
  • Value for money

Hidup itu adalah pilihan, dan pilihan kita menentukan kualitas diri kita. Hal ini sama seperti ketika saya memilih menjadi seorang jurnalis di televisi lokal di Palembang. Impian saya bisa menjadi jurnalis yang terkenal, layaknya Rosiana Silalahi, yang menjejakkan diri di Amerika, Meutya Havid yang mendapatkan tugas meliput perang Irak dan disandera selama 168 jam.

Namun harus jujur diakui, hingga saat ini masih banyak ilmu yang kudapatkan dalam dunia jurnalistik. Untuk itulah Belanda menjadi pilihanku, meski hingga saat ini, masih belum beruntung mendapatkan beasiswa tersebut.

Sesuai dengan tema dan judul tulisan diatas Inovasi dan Kreativitas Belanda. Harus diakui jika inovasi adalah kunci masa depan. Apa yang telah dicapai manusia saat ini tidaklah terlepas dari inovasi yang telah dilahirkan pada masa lampau. Bahkan kini kita bisa “mengintip” masa depan melalui berbagai penemuan yang telah diciptakan saat ini.

Kekagumanku pada Belanda adalah bagaimana negeri ini bisa menaklukan air dan negeriku selama 350 tahun. Soal menaklukan air, tentunya sebagai seorang yang tinggal di kota Palembang, yang dibelah oleh bentangan Sungai Musi saya ingin mempelajari bagaimana Belanda bisa membuat bendungan dan menahan air laut.

Inilah kenapa Holland menjadi salah satu negara yang memiliki inovatif di tengah benua Eropa. Pasalnya hingga kini, kita tentunya masih bisa melihat bangunan Belanda yang masih dipergunakan. Sebut saja gedung yang terus digunakan untuk instasi pemerintahan, seperti Istana Bogor, Gedung Sate (Bandung), Gedung Bank Indonesia (Yogyakarta) termasuk juga perkebunan dan bendungan. Peninggalan Belanda yang terus digunakan oleh Indonesia adalah sistem hukum Belanda dalam peradilan di negeri ini.

Peninggalan Belanda di kotaku adalah Menara Air atau Kantor Ledeng yang kini menjadi Kantor Walikota Palembang.  Bangunan ini berdiri pada tahun 1928, di zaman Jepang (1942 – 1945) Balai Kota (Kantor Menara Air) dijadikan Kantor Syuco-kan (Kantor Residen) dan terus dimanfaatkan sebagai balaikota hingga tahun 1956.

Bangunan Kantor Walikota Palembang sejak awal telah digunakan sebagai pusat pemerintahan Gemeente Palembang. Gedung ini pun menjadi saksi heroisme pemuda di Palembang saat Kemerdekaan RI diproklamasikan, 17 Agustus 1945. Mereka mengibarkan bendera kebangsaan di empat sisi atas Kantor Ledeng.

Sejak 21 Agustus 1963 Kantor Menara Air berubah menjadi Kantor Pusat Pemerintahan Kota Praja Palembang yang sekarang disebut Kantor Walikota.

Saat ini pun masih banyak pembangunan yang mencontoh Belanda, salah satunya adalah pembangunan Plaza Benteng Kuto Besak Palembang, meniru gaya bendungan Belanda yang menahan air laut. Disini Palembang, berupaya menahan air sungai musi untuk tidak menggerus daratan.

Hasilnya tempat kumuh itu berubah menjadi salah satu tempat yang dikunjungi banyak orang saat ini, yang sebelumnya banyak orang termasuk orang Palembang sendiri takut untuk berada dan melewati daerah ini.

Begitulah adanya, sebagai mahluk pilihan Tuhan yang memiliki potensi dan kemampuan yang begitu besar. Kita harus meningkatkan kekuatan inovasi dan kreatifitas untuk mengubah kualitas hidup dan mewujudkan masyarakat yang dinamis.

Terlebih di era modern dan serba digital, sains dan teknologi memiliki peran besar dalam kehidupan manusia. Inovasi dan kreatifitas menjadi faktor penentu kemajuan suatu negara. Sehingga sepatutnyalah setiap negara memberikan kesempatan mengembangkan potensi dan kreatifitas yang dimiliki setiap rakyatnya.

Dan tidak kalah penting adalah menentukan kemajuan suatu negara mendukung masyarakatnya bergerak di bidang ilmu pengetahuan dan penelitian, serta menghargai jasa para ilmuwan.  Karena itu, seluruh inovasi dan kreatifitas yang ada harus bisa memenuhi tuntutan dan menyelesaikan persoalan masyarakat serta jangan sampai justru menambah jarak kesenjangan sosial.

Karena inovasi dan kreativitas yang dimiliki Belanda, selain karena pernah menjajah negeri ini dan berusaha memberikan bantuan pendidikan, wajar jika Belanda menjadi salah satu tujuanku untuk belajar. Toh, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang “pemaaf” begitupun dengan kita kan :D .

Ada kutipan  pernyataan Matsudaira Katamori, ketika melakukan penghormatan didepan tugu para Byakkotai (Bala Tentara) yang -katanya- telah mati sebagai seorang pejuang di pertempuran Aizu

“Ikutari no namida wa ishi ni sosogu tomo sono na wa yoyo ni kuji to zo omou”

“Tidak peduli berapa banyak orang yang membasuh batu-batu ini dengan air matanya, nama-nama ini tidak akan pernah hilang dari bumi ini”

Sumber :

http://www.nesoindonesia.or.id/indonesian-students/informasi-dalam-bahasa/studi-di-belanda

http://www.utrechtsummerschool.nl/

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda

http://www.digital-hydraulics.com/damcity/damcity.htm

http://www.epalembang.com/lang/id/service/government/mayors-office/

Tulisan ini diikutsertakan dalam ajang kompetisi blog (kompetiblog2010) studi di Belanda yang diadakan oleh Nuffic Neso Indonesia dengan tema: “Dutch innovation, in my opinion”