bintang yang kan selalu bersinar

Agustus 19, 2008

Sang Pejuang Telah Pergi

Diarsipkan di bawah: catatanku — by suzannita @ 5:55 pm
Tags: , ,

Baru saja  3 hari berselang sesudah peringatan HUT RI ke-63 Sabtu (17/08/08) .

Hari ini Selasa (19/08/08) bangsa Indonesia khususnya masyarakat Sumsel harus kehilangan lagi salah satu pejuangnya Brigjend TNI Purnawirawan Yahya Bahar yang menghadap Sang Ilahi  di usia 80 tahun. 

Masyarakat Sumsel berduka, satu lagi   pejuang sekaligus pelaku sejarah  harus pergi menghadapSang Ilahi Robbi. Di usia 80 tahun sesudah berjuang melawan penyakitnya.  Brigjend TNI Purnawirawan Yahya Bahar pergi untuk selama-lamanya.

Almarhum meninggal dunia  pukul 04:10 di RSMH Palembang sesudah dirawat  sejak 09 Agustus silam.  Almarhum yang merupakan anak ke-3 dari 12 beradik ini  meninggalkan satu istri, 2 anak laki - laki dan 2 anak perempuan.

Tentu saja dengan kepergiannya ini meninggalkan duka yang cukup dalam baik bagi keluarga yang ditinggalkan  tapi juga rekan – rekan seperjuangannya yang juga mantan anggotanya-Makmur Han  yang merasa cukup kehilangan.

Dituturkan Makmur Han  semasa hidupnya almarhum yang juga mantan komandannya merupakan pemimpin yang sabar dan tidak bosan-bosannya memberikan semangat.

Dijelaskan Makmur  dirinya terakhir kali bertemu dengan almarhum sebulan yang lalu dan waktu itu kondisinyoa masih cukup sehat.

Suasana di rumah duka sendiri terlihat tidak berhenti-hentinya para tetamu berdatangan untuk mengucapkan belasungkawa. Sejumlah tokoh masyarakat terlihat  hadir di rumah duka.

Almarhum Brigjend TNI Purnawirawan Yahya Bahar dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Ksatria Siguntang  siang tadi.

Agustus 17, 2008

63 Tahun Indonesia Merdeka

Diarsipkan di bawah: catatanku — by suzannita @ 7:13 pm
Tags: ,

Wah 63 tahun sudah Indonesia merdeka, tapi aku bertanya apakah negeri ini sudah benar - benar MERDEKA… ???? Pertanyaan itu terlintas dari SMS yang masuk ke teleponku kemarin, SMS itu kuterima dari Mas Sugeng Deas dari Jawa Pos…. Isi SMS - nya seperti ini

” Selamat sore cewek cantik yang cerdas, katanya 63 tahun Indonesia Merdeka, apa yang kau harapkan dari negeri yang kacau balau?…! MERDEKA!!!

Sempet tergelitik juga baca SMS - nya jadi bingung juga mo balas apa…. tapi akhirnya ku balas juga SMS dari Mas Sugeng sepeti …

“Walah…. Bingung juga mo jawabnya yang pasti dapat lebih damai dan lebih nyaman dari sekarang”

Sangat klise sih jawabnya, tapi sebenarnya ini jawaban standar dari  hampir kebanyakan dari masyarakat Indonesia. Tapi kalo boleh bertanya lagi …. apakah Indonesia sudah damai sekarang, dan apakah sudah ada kenyamanan di Indonesia.

Kalo boleh berbicara yang baru terjadi mungkin untuk Olympiade Beijing 2008, Indonesia mendapatkan apa disana ????? Hingga kini terus bertanya kenapa kini Indonesia kembali terjajah untuk perolehan medali. Dilihat dari segi ekonomi dan bisnis seperti itu juga, modal asing kini menguasai negeri ini, lihat saja berapa banyak perusahaan asing yang menguasai pasar Indonesia.

Kadang berpikir Indonesia yang kaya dengan begitu banyak sumber daya alamnya, malah tidak bisa menikmatinya, banyak yang menjadi pemilik bisnis itu orang luar, Indonesia menjadi tamu di negerinya sendiri.

Ironis memang, Indonesia selalu dikendalikan oleh orang lain. Kemerdekaan apa yang seperti apa yang diharapkan rakyat negeri ini, kemana letak kesadaran orang itu, koq mereka masih sibuk memikirkan diri sendiri, sibuk memperkaya diri sendiri.

Ah…. Indonesia-ku , kapan Indonesia ini kembali menikmati masa kejayaannya, tapi kembali lagi bertanya … apakah Indonesia pernah memiliki masa kejayaan. Pusing juga, di 63 tahun kemerdekaan, masih banyak Pe-eR yang belum selesai, masih banyak pertanyaan yang belum dijawab.

Kini tinggal kita yang memilahnya, apakah kita akan terus terbuai dalam buaian mimpi, atau kita akan keluar dari mimpi dan mewujudkan semua impian kita. Hidup itu memang membutuhkan perjuangan, dan selama kita masih bernafas, kita harus berjuang.

Sama seperti Indonesia yang akan terus berjuang, meski sudah 63 tahun Merdeka.

Agustus 14, 2008

Tidak Mau Mengalah… Apa Kata Dunia

Diarsipkan di bawah: catatanku — by suzannita @ 7:05 pm
Tags:

Inilah yang terjadi bila tidak ada yang mau mengalah, dan tidak mengerti atau masa bodoh terhadap aturan yang ada.

Kejadian ini berhasil diabadikan ketika melintas di persimpangan Jalan Angkatan 45 dan Jalan Demang Lebar Daun Palembang. Akibat matinya lampu pengatur lalu lintas dan tidak ada petugas yang mengatur lalu lintas (Polisi Lalu Lintas, red) seluruh kendaraan yang ada disana saling mendahului untuk melintasi perempatan tersebut.

Alhasil karena tidak ada yang mau mengalah, dan aksi saling mendahului itu, kendaraan tersebut terjebak disana. Alhasil empat jalur kendaraan dari perempatan kendaraan tersebut, penuh dengan kendaraan. Dan parahnya kondisi ini membuat lalu lintas semakin macet dan suasana pukul 12.45 WIB itu semakin panas.

Klakson yang berbunyi saling bersahutan membuat kepala semakin pusing. Antrian kendaraan pun semakin panjang.

Inilah yang selalu membuat hati miris, entah hanya di Palembang saja yang terjadi seperti ini atau juga terjadi di daerah lainnya. Saat ini kesadaran untuk berlalu lintas sudah sangat rendah sekali, entah mereka yang mengendarai kendaraan tersebut memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi ) atau tidak. Jika memang memiliki, apa SIM yang ada hanya dipakai ketika ada pemeriksaan atau razia saja.

Selain itu, yang lebih miris ternyata pengguna jalan yang selayaknya tahu aturan, tapi karena tidak ada Polisi (yang mengawasi dan mengatur lalu lintas) malah saling adu arogansi untuk mementingkan diri sendiri dan kepentingan masing-masing. Mereka pun berusaha saling mendahului satu sama lain.

Kondisi ini membuat sedih dan malu, karena percuma saja mereka memiliki mobil bagus atau motor yang berkilau tapi jika tidak bisa dan tidak mengerti aturan lalu lintas. Yang menariknya, tiba - tiba melintas petugas Dinas Perhubungan, lucunya si petugas tidak menghiraukan malah pergi ketimbang mengatur lalu lintas yang memang sudah kacau balau.

Apakah memang di diri manusia sekarang tidak ada kata mengalah lagi, padahal jika mengalah bukan berarti kalah, mengalah itu menyimpan tenaga untuk menang. Lihatlah kondisi yang tidak mau mengalah ini… Apa Kata Dunia… ????

Ohhh Palembang-ku ….

Agustus 3, 2008

Kecewa The X-Files I Want To Believe

Diarsipkan di bawah: catatanku — by suzannita @ 4:56 pm
Tags: ,

Aku gak percaya kalo kemarin aku menonton The X-Files. Sudah10 tahun lalu, dari film terakhir yang tayang di bioskop termasuk jatah tayang The X-Files yang juga ikut menghilang dari televisi. Kebanyakan dari kita mungkin sudah melupakan X Files dengan agen Fox Mulder dan Dana Scully nya. Dan sayangnya sepertinya Chris Carter pun bahkan telah melupakan apa sih X-Files itu.

Awalnya biasa aja ketika baru menonton The X-Files , I want to Believe yang diawali dengan seorang agen FBI, Monica Bannan (Xantha Radley) pulang ke rumah, dan diserang dua orang. Dan tiba - tiba agen tersebut menghilang.

Untuk menemukan agen  Bannan , FBI yang diajak melakukan pencarian bersama  Cenayang yang juga  Pastor Joseph Crissman (Billy Connolly). Meski aneh juga pas, tiba - tiba FBI mencari  Fox Mulder (David Duchovny) dan mengampuni segala kesalahannya.

Anehnya FBI mencari Fox melalui Dana Scully (Gillian Anderson)? Padahal emang Mulder dan Scully memiliki hubungan asmara?

X-Files tahun 2008 ini tambah mengecewakan karena jadi kita diajak bermain tebak - tebakan, atau karena emang sudah lama tidak menonton X - Files jadi mengharapkan sesuatu yang lebih, mempercayai kalo UFO ada.  Tapi sayang penonton malah disodori film cerita pembunuhan dan misteri yang ditengah film juga kearah mana film ini berakhir.

Mungkin Mr. Chris Carter sudah lupa seperti cerita dan nafas dari X - Files, karena sudah 10 tahun telah berlalu. Ahhhhh… mereka menjadi seperti buang - buang uang aja en jadi film kebanggaan para kaum komoh…..

Kalo boleh ngomong ada  banyak kejutan besar, kayak di Indiana Jones 2008 ada aliennya, di X - Files malah film detektif kuno. Kadang aku masih gak percaya ini X - Files, Yupppsssss….  I Want to Believe this is not an X-Files.

Juli 23, 2008

Filosofi Kopi

Diarsipkan di bawah: catatanku — by suzannita @ 6:22 pm
Tags: , ,

Aduh mungkin boleh dibilang ketinggalan zaman, boleh deh. Tapi karena biasanya kalo orang dah bilang bagus, baru aku beli tuh buku, nah karena melihat Dewi terobsesi untuk membeli Filosofi Kopi - buku karya Dee - Dewi Lestari 2006, aku pun akhirnya tertarik dan ikutan memesan buku tersebut.

Dan akhirnya setelah satu bulan menunggu buku itu datang, Filosofi datang juga di tangan, meski sampulnya berbeda dengan buku pertama, buku bersampul kopi, memang sih buku ini bercerita tentang Barista - Ben, yang punya mimpi memberikan kesempurnaan.

Dewi Lestari sangat piawai membawa kita terpana dalam cerita Filosofi kopi, mengajak kita berpetualang dan menikmati kopi, untuk kopi sendiri aku menyukai cappucino, kopi yang membutuhkan kesempurnaan, rumit dan butuh proses. Jika pengen yang lebih manis dan lebih soft aku pilih coffelatte.

”Filosofi Kopi” berhasil menohok soal kopi secara cerdas. Kumpulan cerpen yang terdiri dari 18 tulisan ini merangkum tulisan Dee yang ia kumpulkan selama periode 1995-2005.

Fiosofi Kopi bercerita tentang obsesi Ben untuk menemukan racikan kopi yang sempurna, hingga dia rela pergi ke berbagai pelosok dunia hanya untuk mencari racikan kopi yang sempurna. Hasil pengembaraanya kemudian dia wujudkan dengan mendirikan kafe bersama temannya, Jody.

Untuk memberikan kesan, kopi racikan Ben selalu hadir bersama pesan yang dicetak dalam selembar kartu, yang menjelaskan karakter dari kopi yang akan diminum setiap tamunya. Kafe Ben menjadi ramai karena setiap pengunjung bebas memilih kopi yang sesuai dengan karakter mereka.

Puncaknya Ben ditantang untuk membuat kopi yang jika merasakan langsung terhipnotis dengan kesempurnaan. Akhirnya Ben berhasil membuat kopi yang diberi nama ”Ben Perfecto.” Kopi yang dijual Ben sungguh mahal harganya. Anehnya, orang mau saja membeli kopi mahal itu.

Ben merasa inilah puncak pencapaian obsesinya, hingga suatu hari ia kedatangan seorang pengunjung tua yang memesan ”Ben Perfecto.” Sayang, bapak tua itu mengatakan kopi itu sama enaknya dengan kopi tiwus.Ben pun langsung menginterogasi bapak tersebut, dan akhirnya membawa ke kedai kopi sederhana milik Pak Seno. ”Kopi Tiwus” - kopi pak Seno tidak mahal, bahkan tidak punya harga pasti. Di kedai Kopi Pak Seno, Ben menemukan kesederhanaan yang sudah lama dia lupakan. ”Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tidak mungkin kamu sembunyikan.”

Namun akhirnya kopi tiwus berhasil kembali menyatukan Ben dan Jody dan membuka kembali kedai yang tutup akibat keterpukulan Ben.

Ya memang sih, “dalam hidup ini tidak ada yang sempurna, namun beginilah hidup dengan apa adanya.”

Always, Laila Hanya Cinta Yang Bisa

Diarsipkan di bawah: catatanku — by suzannita @ 5:58 pm
Tags: , , , ,

Karena melihat tumpukan buku yang udah sangat berantakan, dan karena ada teman yang mau pinjem buku, akhirnya aku pun membongkar seluruh buku - buku yang kumiliki. Setelah kususun, dan kurapikan berdasarkan karakter bukunya.

Akhirnya aku terpaku pada satu buku, Always, Laila Hanya Cinta Yang Bisa, buku karya Andi Eriawan ini memang menggugah diriku. Karena biasa alasan melow, sama seperti cerita hidupku, hanya saja , mantanku masih hidup. Dan kini ada seseorang yang telah mengisi hatiku.

Buku ini bercerita tentang seorang Laila, umur 25 tahun, memiliki segalanya. Hidup yang ringan, tak banyak masalah, punya pacar (Pram) yang selama 8 tahun menemani hari-hari bahagianya.

Sementara Pram - Phrameswara, sebaya dengan Laila, adalah sosok yang easy going, arsitek yang suka memasak, hingga memiliki kafe yang dinamakan Laila’s Café, karena sangat mencintai Laila. Sebagai orang Bandung, Pram tidak menyukai bioskop dan factory outlet (FO) yang banyak bertebaran di kota itu. Semula ia tidak mau mengambil profesi yang mendasari pendidikannya, tetapi keadaan berbalik ketika Laila memutuskan cintanya begitu saja. Pram lalu pindah ke Yogya, bekerja pada sebuah perusahaan properti.

Kisah Laila dan Pram sebenarnya sederhana. Dua kekasih yang serasi, sepakat untuk menikah. Tak ada yang tidak menyetujui niat keduanya, karena kedua keluarga telah saling mengenal dengan baik. Tetapi tatkala mendapati dirinya mengidap Carsinoma Ovarium, yang mengakibatkan kedua indung telurnya harus diangkat demi keselamatan hidupnya, niat menikah itu pupus. Laila telah membayangkan perkawinannya kelak akan gaduh dengan suara anak-anak, dan Pram pun meyakini Laila akan menjadi sitri dan ibu yang baik. Tetapi, apa artinya jika Laila tak bisa memiliki anak yang lahir dari rahimnya sendiri?

Tanpa diketahui Pram, Laila punya argumen sendiri tentang kenyataan hidupnya. Menurutnya, untuk waktu-waktu dekat Pram mungkin akan menerima kondisi tubuh Laila dan tidak menjadikannya masalah besar. Tetapi, bagaimana lima atau sepuluh tahun mendatang? Apalagi Pram anak tunggal yang tentu diharapkan memiliki anak sebagai penerus keluarga.

Karena tidak ingin mengorbankan Pram itulah, lantas Laila menarik diri menjauh dari Pram tanpa pernah menjelaskan alasannya. Sementara Pram tetap mengejarnya selama lebih dari empat bulan, sampai putus asa lalu memutuskan pindah ke Yogya.

Lalu, setelah memikirkan sekian lama, Laila berubah, ingin kembali kepada Pram, dan mengejarnya ke Yogya. Tetapi Pram keburu meninggal kejatuhan balok batu karena menyelamatkan seorang pekerjanya.

Memang sih terkadang kita menyadari orang yang menyayangi kita, itu setelah dia meninggalkan kita, makanya aku gak mau kehilangan orang yang aku sayangi, jadi aku lebih memilih untuk memberikan kesempatan kepada hatiku untuk menerima keadaan.

Karena sebenarnya kita tidak bisa menyamakan apa yang dipikirkan orang tentang kita. Jadi jangan pernah memposisikan diri kita dengan orang lain, karena hal tersebut tidak akan pernah bisa dan tidak akan pernah sama.

Juli 22, 2008

Memberi Kesempatan

Diarsipkan di bawah: catatanku — by suzannita @ 6:26 pm
Tags: , ,

Banyak hal yang tak bisa dipaksakan, sama seperti hatiku yang tidak bisa kupaksa untuk menerima seorang laki - laki, setelah aku putus dari orang yang pernah berhubungan denganku 7 tahun lamanya.

Namun ternyata aku sadar, aku harus memberikan kesempatan untuk hatiku, menerima seseoarang , dan mencairkan kebekuan hati ini. Dan kesempatan itu haruslah datang dari kedua belah pihak, tidak hanya dari orang yang dekat denganku saja, tapi juga dari hatiku sendiri.

Cukup lama aku menyadari bahwa pengalaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari diri kita, aku pun terus menghitung berapa banyak kenangan yang kujalani, namun aku tidak sadar, ternyata aku sudah lupa berhitung tentang waktu yang telah kusia-siakan untuk seseorang yang begitu menyayangi kita apa adanya.

Cinta jangan selalu ditempatkan sebagai iming - iming besar, atau seperti ranjau yang tahu - tahu meledakkanmu  - entah kapan dan kenapa. Cinta yang sudah dipilih  sebaiknya diikutkan di setiap langkah kaki, merekatkan jemari, dan berjalanlah kalian bergandengan…. karena cinta adalah mengalami [kutipan dari Filosofi Kopi - Dee]

Dan sepertinya aku pun menyadari , aku harus memberikan kesempatan untuk diri sendiri, tanpa menghakimi dan menerima dia, yang telah berani menerimaku apa adanya.

EVERYONE HAS THEIR OWN DARK SIDE

Diarsipkan di bawah: catatanku — by suzannita @ 5:20 pm
Tags: ,

Setiap orang punya sisi gelapnya, itulah arti kata-kata yang bisa aku ambil dari hasil percakapanku dengan orang yang kini mengisi ruang hati yang kosong. Dan bertambah pula keinginanku menulis ini, ketika melihat film Batman - The Dark Night, pas liat si Jaksa yang berubah menjadi jahat ketika pasanganya meninggal.

Tapi yang paling berkesan sih, ketika orang yang mau menerima kita apa adanya , meskipun dia tahu kita punya sisi kelam di masa lalu. Ceritanya, ada yang menyatakan cintanya kepadaku … cieeee :)) . Pertama kali mendengarkan pengakuan dia sempet shock banget, tidak menduga dia akan mengatakan dan melakukan hal tersebut, karena setelah kuhitung jaraknya cukup cepat dari kita kenalan.

Aku pun akhirnya bertanya, apa yang kamu suka dari aku.

Ya kalo suka , suka aja …. sempet tertohok juga ketika menerima jawaban tersebut.

Dia pun berkata, aku tidak peduli bagaimanapun masa lalu kamu, yang aku lihat sekarang adalah kamu apa adanya. Ya memang sisi kelam yang dimiliki orang itu, akan tetap ada, meski seberapa kuat pun kita menutupinya, hingga mencuci dengan sabun termahal sekalipun.

Kini saatnya bagaimana kita hidup dengan sisi kelam diri kita, dan mendapatkan seseorang yang mau menerima sisi kelam kita , tanpa menuntut kesempurnaan, karena kesempurnaan hanya milik Allah semata.

Ternyata memang benar, jika kita bisa menerima sisi kelam kita, hidup pun menjadi lebih tenang, dan langkah menjadi ringan untuk menapaki masa depan.

Karena masa lalu hanya masa lalu, dan tinggallah masa lalu, cukup ditoleh sekali sebagai bentuk pelajaran, tanpa harus takut untuk mencoba dan belajar lagi.

 

Juli 16, 2008

Rezeki Yang Tidak Terduga ….

Diarsipkan di bawah: catatanku — by suzannita @ 6:49 pm
Tags:

Kalo rezeki tidak kemana, inilah yang terjadi kepadaku. Minggu malam, duduk di kantin dekat kantor, sambil minum dan bercerita dengan teman. Tiba - tiba datang anak kecil meminta uang kepadaku, lusuh dan lelah terlihat di mukanya.

Aku bertanya, udah makan belum dek? dijawabnya belum, aku langsung menawarinya makan, dan Dia langsung mengangguk tanda menyetujui ajakanku. Kutanyakan dia mau makan apa, dia bilang terserah, aku pun menawarinya sate.

Tiba - tiba datang temannya, dia meminta uang kepadaku, aku bilang aku tidak punya uang untuk kuberikan kepadanya, dan kutawarkan bagaimana jika diganti makan, namun anak tersebut menolak.

Anak yang akhirnya kuketahui namanya Rio itu, makan dengan lahap, sementara Doyok yang menolak diajak makan, dia pun langsung berkata boleh gak ikut makan, dan tak lama menyusul 2 teman mereka yang aku lupa namanya, akhirnya mereka berempat makan dengan pesanan sama , sate ayam plus lontong.

Duh, bahagianya lihat mereka makan, aku pun mulai bertanya sekolah mereka dimana, dan ngapain aja. Ternyata mereka tidak sekolah dengan alasan tidak punya uang, dan setiap hari setiap pukul 1 siang sampe 10 malem, mereka berkeliaran di Palembang Square untuk meminta - minta.

Aku miris melihat dan mendengar hal tersebut, aku menawarkan mereka untuk belajar denganku. Kita akhirnya janjian dengan mereka pukul 5 sore keesokan harinya. Namun sayangnya mereka tidak pernah datang dan tidak pernah bertemu denganku sampe hari ini pun.

Duh, jadi sedih, tapi ya udahlah….

Loh kebanyakan ceritanya yang ini, hehehehehh, kan ada rezeki tak terduga, hehehehhe aku dapet bonus tahunan :) :) aduh senengnya. Alhamdulillah, akhirnya kerja keras ini berbuah manis, dan ada rezeki tambahan.

Memang sih semakin banyak uang yang diberikan untuk orang lain, semakin banyak pula uang yang masuk ke kantong kita, karena sebenarnya sebagian dari rezeki yang kita dapatkan merupakan milik orang lain. Inilah namanya rezeki tidak terduga hehheheeh….

PROFESIONALITAS VS IRI HATI

Diarsipkan di bawah: catatanku — by suzannita @ 6:35 pm
Tags:

Sempet bingung juga mo nulis seperti apa, ini judulnya juga rada aneh, Profesionalitas Versus Iri Hati. Sebenarnya ini berlaku pada diriku, sebagai seorang jurnalis, sebagai seorang Ketua suporter cewek (Sriwijaya Mania Sumsel Girls Community) dan sebagai manusia biasa.

Karena menjadi seorang jurnalis memang dituntut untuk harus selalu profesional, dan aku sudah berusaha untuk melakukan hal tersebut. Dan sebagai Ketua SMS Girls Community, aku berusaha untuk tidak pernah mencampur adukkan permasalahan liputan dengan komunitas suporter Sriwijaya FC tersebut.

Sebagai manusia, aku tetap manusia biasa, yang tentunya punya banyak kesalahan. Dan akhirnya ada yang protes karena amanah sebagai ketua yang aku pegang, menimbulkan pro kontra. Sebelumnya teman - teman di PALTV selalu bilang , jangan terlibat dengan satu kelompok suporter secara personal, dan ada dalam komunitas tersebut. Tapi aku akhirnya tetap menerima tawaran yang sudah 1 tahun lamanya datang ke aku.

Dan kemarin, Selasa 15 Juli 2008, aku mendapatkan kabar dari Benny , salah satu crew Produksi, yang mengatakan jika Singa Mania Indonesia - versi Qusoy akan menyerbu PALTV, aku langsung marah, kenapa?? Emang salah kita apa, dan ujungnya kesalahan mengerucut ke aku, karena saat hasil penayangan di PALTV untuk liputan pertandingan Sriwijaya FC vs Persipura, mereka bilang yang paling banyak disorot adalah Singa mania Ujang dan Sriwijaya Mania Sumsel.

Dan mereka bilang aku tidak profesional karena aku menjabat Ketua Sriwijaya Mania Sumsel Girls Community, dan mereka memaksa aku untuk turun dari jabatan tersebut. Aku marah, kecewa dan tersinggung, karena setelah aku hitung - hitung, dari liputan Singa Mania Ujang, dan Sriwijaya Mania Sumsel - komunitasku, lebih banyak liputan Singa Mania Qusoy.

Aku tak pernah hitung - hitungan untuk liputan, Aku menelpon Qusoy, untuk meminta konfirmasi , telepon ku direject semua. Dua jam kemudian aku mendapat telepon dari Kenyeng - Panglima Singa Mania Indonesia.

Karena sempet adu ngotot dan benar, akhirnya percakapan kita berhenti, karena mereka tetap menyalahkanku, dan tetap dengan niat semula. Aku berkata, aku marah , tersinggung dan kecewa kepada mereka, karena mereka tidak tahu berterima kasih.

Tapi lagi - lagi manusia, selalu merasa ingin benar sendiri, akhirnya aku menelpon Qusoy, kali ini dia mengangkat telpon , awalnya nadanya masih rendah, namun lama - lama tinggi dan ujungnya memaki diriku, karena ketidakprofesionalanku dimata mereka.

Kalo aku boleh jujur, mereka yang tidak profesional, mulai dari pecah dari The Real Singa Mania, membuat heboh dengan ngambek saat launching tim PS Palembang, dan beragam kasus lainnya. Untungnya telepon itu dispeaker-in jadi aku tidak perlu sakit telinga mendengarkan teriakannya.

Namun akhirnya kesabaranku hilang, aku menonaktifkan speaker, namun ternyata suara sudah berubah, Firdaus mantan Presma Universitas Muhammadiyah Palembang, civitasku, menggantikan Qusoy, dan mengklarifikasi semuanya, tidak ada istilah serbuan ke PALTV.

Aku hanya berkata, mereka orang berorganisasi, dan pucuk - pucuk pimpinan, selayaknya mereka lebih bisa bijak menyikapi sesuatu termasuk untuk meredam massanya. Dan karena aku ingin memberikan niat baikku, aku mengajak mereka bertemu, berdialog, dan bertatap muka, aku mengajak mereka bertemu di PALTV, sayang mereka tidak mau, dan mengajak aku bertemu di luar, tapi hingga kini tak ada telepon dari mereka.

Aku bingung kenapa ditengah usahaku untuk bersikap adil, tetap saja ada yang menilai aku tidak adil, padahal aku sudah begitu banyak pro ke mereka. Sayang sekali, terlalu banyak orang di dunia ini yang tidak tahu bagaimana berterima kasih, dan hanya bisa menuntut, tanpa melihat diri sendiri. Apakah mereka sudah baik atau belum.

Semua temanku mendukungku, karena mereka bisa besar dari media, namun juga bisa hancur dari media. Seluruh teman menjagaku, namun aku tidak takut, sekalipun hal terburuk terjadi kepadaku, karena nyawaku milik Allah.

Aku suprise melihat mereka begitu sayang dengan aku, karena seujung rambutku disentuh, perang pun dimulai…. duh teman mungkin tidak seperti itu, karena hubungan tidak sampai disini saja.

Pelajaran besar untuk diriku…. antara profesionalitas dan iri hati , sangat dekat sekali.

Halaman Berikutnya »

Didukung oleh WordPress.com