bintang yang kan selalu bersinar

Agustus 3, 2008

Kecewa The X-Files I Want To Believe

Diarsipkan di bawah: catatanku — by suzannita @ 4:56 pm
Tags: ,

Aku gak percaya kalo kemarin aku menonton The X-Files. Sudah10 tahun lalu, dari film terakhir yang tayang di bioskop termasuk jatah tayang The X-Files yang juga ikut menghilang dari televisi. Kebanyakan dari kita mungkin sudah melupakan X Files dengan agen Fox Mulder dan Dana Scully nya. Dan sayangnya sepertinya Chris Carter pun bahkan telah melupakan apa sih X-Files itu.

Awalnya biasa aja ketika baru menonton The X-Files , I want to Believe yang diawali dengan seorang agen FBI, Monica Bannan (Xantha Radley) pulang ke rumah, dan diserang dua orang. Dan tiba - tiba agen tersebut menghilang.

Untuk menemukan agen  Bannan , FBI yang diajak melakukan pencarian bersama  Cenayang yang juga  Pastor Joseph Crissman (Billy Connolly). Meski aneh juga pas, tiba - tiba FBI mencari  Fox Mulder (David Duchovny) dan mengampuni segala kesalahannya.

Anehnya FBI mencari Fox melalui Dana Scully (Gillian Anderson)? Padahal emang Mulder dan Scully memiliki hubungan asmara?

X-Files tahun 2008 ini tambah mengecewakan karena jadi kita diajak bermain tebak - tebakan, atau karena emang sudah lama tidak menonton X - Files jadi mengharapkan sesuatu yang lebih, mempercayai kalo UFO ada.  Tapi sayang penonton malah disodori film cerita pembunuhan dan misteri yang ditengah film juga kearah mana film ini berakhir.

Mungkin Mr. Chris Carter sudah lupa seperti cerita dan nafas dari X - Files, karena sudah 10 tahun telah berlalu. Ahhhhh… mereka menjadi seperti buang - buang uang aja en jadi film kebanggaan para kaum komoh…..

Kalo boleh ngomong ada  banyak kejutan besar, kayak di Indiana Jones 2008 ada aliennya, di X - Files malah film detektif kuno. Kadang aku masih gak percaya ini X - Files, Yupppsssss….  I Want to Believe this is not an X-Files.

Juli 21, 2008

NOBAR THE DARK NIGHT

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — by suzannita @ 8:03 pm
Tags: ,

Sabtu malam 19 Juli 2008 kemarin, rame- rame nonton film terbarunya Batman - The Dark Night, secara menikmati malam minggu, dan notabene malamnya keluarga, terbukti yang nonton film ini lumayan padat.

Acara nonton ini merupakan acara pertama nonton bareng komunita Wongkito, ada si Pak wo - Ardy en Elda, mereka duduk jauh banget, kayaknya itu rencananya si Jafis sang Humas WK. Selaen itu ada Nike en Pak Alam, yang belain ikut, karena kita posting di milis buat acara nontonya.

Nah selaen peserta diatas, ada diriku Suzan en Mbak Lies sebagai wanita jilbaber yang mengapit para kaum laki - laki …. duh gak banget , masak kita yang jagain, selain itu ada Wahyu, Rio en Mumud yang katanya baru pertama kali nonton di bioskop.

Lucu juga sih, coz pas si Mumud bilang … wah udah jam setengah 11, aduh masih kecil banget ya tuh anak,  hahahahahh…. aku aja pulangnya jam segini biasa aja, gak ada telpon dari ayah or ibu hehehehh :) :) :)

Dengan pertolongan Letnan Jim Gordon (Gary Oldman) dan Jaksa Harvey Dent (Aaron Eckhart), Batman (Christian Bale) merancang startegi untuk menghancurkan kejahatan berencana di Gotham untuk selamanya

Kerjasama tiga serangkai tersebut terbukti efektif, namun mereka mengetahui bahwa mereka adalah sasaran seorang dalang kejahatan yang dikenal sebagai Joker (Heath Ledger), yang mendorong Gotham ke dalam anarki dan memaksa Ksatria Gelap (The Dark Knight) berada di batas antara sebagai seorang pahlawan dan seorang penjaga keamanan.

Itu sih kutipan dari http://www.21cineplex.com/the-dark-knight,1898.htm //

Film ini sih langsung memulai dengan adegan yang memacu adrenalin, dan boleh dikatakan ini bukan lagi termasuk film anak - anak, layaknya Batman zaman dulu hehehhheheh.

Seperti biasa, aku selalu menyukai film yang menggantung dan beberapa tokoh didalamnya meninggal, seperti Rachel (Maggie Gyllenhaal) dan Dent (Aaron Eckhart).

Rasa penasaran ingin nonton film ini, karena aksi yang memukau dan tokoh Batman yang berganti dari pemeran sebelumnya,  termasuk kematian sang  Joker (Heath  Ledger), dalam dunia nyata. Banyak pelajaran yang diberikan film ini, tentang arti pilihan dalam hidup.

Seperti Joker sang tokoh antagonis yang selalu tampil dengan riasan wajah warna putih yang tebal dan memasang pemerah bibir menyamarkan kedua sisi pipinya yang penuh jahitan. Sosok Joker dalam film ini lebih mendominasi dari peran Batman sendiri, sebagai tokoh utamanya.

Film ini menggambarkan sosok Batman yang jauh dari sempurna dan menemukan berbagai kenyataan tentang sang tokoh yang ternyata tidak selalu menjadi pahlawan. Tentang pilihan Batman yang menyelamatkan Dent, karena ingin mendapatkan figur pahlawan sejati. Namun sayang berubah ketika Rachel, sang tunanganya meninggal.

Begitupun pelajaran dari Rachel yang memilih Dent sebagai orang yang dicintainya. Terkadang ada dalam dua pilihan  yang sama menarik akan sulit sekali, dan bagaimana ketika keputusan itu datang di saat yang terlambat.

“If Batman is more than just a hero, then indeed… Joker is more than just a villain”

Nah, film ini memang punya banyak cerita dan penilain dari versi yang berbeda. Kalo penasaran, tonton aja deh …

Juli 8, 2008

TIGA ALASAN NONTON HANCOCK VERSI SUZANNITA

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — by suzannita @ 8:47 am
Tags:

Kalo Kapanlagi.com punya tiga alasan untuk nonton HANCOCK. Diriku juga punya alasannya,

Pertama, karena adik - adikku yang mengajak untuk menonton film ini, sehingga aku penasaran pengen nonton film ini. Mereka bilang film ini bercerita tentang ’superhero’ yang ceroboh, menggelandang, dan alkoholik terus tiap nolong orang dicemooh bahkan mendapatkan perlakuan yang selayaknya bukan superhero, seperti dieluhkan dan dipuji. Karena denger nama Will Smith … so tambah penasaran… hehehe..

Will Smith yang menjadi Hancock bertemu dengan seorang eksekutif PR yang rajin? yang baru saja menyelamatkan hidup Ray Embrey (Jason Bateman) yang idelis, sepertinya tahu jawabannya. Lucu juga sih ada orang yang bener - bener keukeh untuk mengubah sesuatu yang boleh dibilang tidak mungkin.

Ray Embrey sangat tertantang untuk menyembuhkan Hancock yang tidak stabil, membersihkan image yang dimilikinya, dan mengubahnya menjadi pahlawan sejati yang dipuja dunia.

Sayangnya istri si Ray - Mary (Charlize Theron), istri Ray, tidak terlalu yakin Hancock bisa berubah. Apalagi saat Hancock mulai menggodanya di belakang Embrey. Mungkin rasa penasaran.

Alasan kedua versi saya, tidak banyak kisah superhero yang kayak gini, karena biasanya superhero dielukan ini malah dicaci maki, ini adalah film drama komedi penuh aksi yang pasti menyenangkan untuk ditonton di akhir minggu. Dan mungkin di sinilah satu-satunya tempat untuk melihat Will Smith melempar hiu seberat dua bis kota yang terdampar kembali ke laut. Bahkan ada yang lucunya karena ash - nya Will Smith kelihatan karno kebakaran di rumahnya … Hallla… ada ya…

Alasan ketiga, ada sisi romantisnya, ternyata si Marry istrinya Hancock, mereka ini hidup abadi sudah 3 ribu tahun, namun jika mereka berdekatan satu sama lain, mereka lemah dan menjadi manusia biasa mengikuti proses hingga mati. Tapi kalo berjauhan mereka berdua kuat.

Pelajarannnya sih, cinta itu tidak harus saling memiliki, karena cinta abadi tidak mesti berwujud dan saling memiliki. Cinta hanya bisa dirasakan tidak berbentuk. Selain itu, seorang pahlawan pun dapat melakukan kesalahan, sehingga jangan pernah takut untuk memperbaiki kesalahan, karena lebih terhormat orang yang memperbaiki kesalahan daripada orang yang tidak tahu kesalahannya. Selain itu, setiap orang pasti berubah, tergantung siapa temannya.

Met nonton ya ….

Juni 19, 2008

Lost In Love

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — by suzannita @ 1:33 pm
Tags:

lost in loveSebenernya film ini tidak mau aku tonton dua kali, tapi karena demi teman - temanku yang belum nonton, aku nonton kembali. Karena untuk menghormati temanku yang baru tiba di Palembang, Akmal dan Telly , aku menonton kembali Lost In Love.

Bukan karena filmnya gak bagus, tapi karena film itu mengingatkan aku sama dia yang telah pergi dari kehidupanku. Terkadang berpikir, ingin mendapatkan kesempatan kedua, tapi sayang kesempatan itu hanya satu kali dalam hidup kita. Dan dia sudah mengultimatum diriku untuk tidak berharap kembali padanya.

Film Lost In Love ini bercerita tentang kekecewaan Tita pada semua orang yang menganggapnya sebagai anak kecil dan manja. Dia pun dikhianati oleh Adit dengan sikapnya yang tidak berubah, tetap dingin, dan ketus. Tita semakin kesal karena Adit pun memiliki penilaian yang sama seperti kebanyakan orang.

Suatu ketika, Tita memutuskan pertunangan dan hubungan dengan Adit. Dia merasa sudah saatnya hidup mandiri tanpa ada seorang pun yang menjaga atau melarangnya berbuat apapun. Tita ingin membuktikan kalau dirinya sanggup hidup sendiri tanpa orang lain.

Hingga akhirnya dia memberanikan diri melakukan petualangan di kota Paris seorang diri. Tetapi, belum apa-apa, Tita malah tersesat di tengah-tengah kota yang dia tidak kenal. Namun, tak disangka-sangka dia bertemu dengan Alex, mahasiswa asal Thailand yang kuliah di Paris.

Akhirnya Tita mempercayai Alex untuk memandu petualangannya selama di Paris dan Tita kembali menemukan jalan pulang dan kembali mendapatkan cintanya?

Dua kali nonton film ini , dua kali menangis hehehehhe cengeng ya …..

Lengkapnya liat di http://www.21cineplex.com/movie.cfm?id=1869

Mei 27, 2008

INDIANA JONES

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — by suzannita @ 11:52 am
Tags:

 

Sepertinya sudah sangat lama sekali, tidak menonton Indiana Jones, terakhir jaman SD, itupun diajak tanteku…. anak kecil masuk bioskop, dasar karena emang hobi nonton. Setelah absen selama 19 tahun dari sequel terakhirnya, sang petualang Indiana Jones kembali menggucang layar lebar dunia.

Film klasik yang sudah terkenal sejak 27 tahun yang lalu ini tetap mengangkat kisah petualangan seru mengungkap misteri menakjubkan dengan setting di berbagai negara.
Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, sekuel keempat film Indiana Jones layak masuk dalam daftar film yang paling ditunggu oleh penggemar film petualangan.

Film yang digarap oleh dua sutradara beken, Stephen Spielberg dan George Lucas, ini  patut ditonton karena sang aktor Harrison Ford masih menjadi bintang utamanya. Dia akan berperan sebagai Dr Jones, ahli arkeologi yang juga mengejar keberadaan harta karun sejarah. Ini adalah sekuel terakhirnya.

Sebelumnya film ini akan mempertahankan Sean Connery sebagai salah satu pendukungnya, namun mantan pemeran pertama agen rahasia 007 James Bond itu menolak. Alasannya sudah merasa tua.
Spielberg, George Lucas dan Ford sudah berusaha membujuknya, namun tampaknya mereka gagal untuk meyakinkan ikon Hollywood itu agar mengulangi perannya sebagai ayah tokoh judul untuk sekuel keempat film action petualangan ini.
Aktor Skotlandia berusia 76 tahun itu ikut bermain dalam “Indiana Jones and the Last Crusade” pada 1989, sekuel ketiga yang dibintangi Ford sebagai arkeolog dan petualang.
Sekuel Indiana Jones merupakan film yang laris. Tiga film sebelumnya, yakni yakni “Raiders of the Lost Ark” pada 1981, “Indiana Jones and the Temple of Doom” pada 1984 dan “Indiana Jones and the Last Crusade”, telah meraup pemasukan senilai hampir 1,2 miliar dolar dari penjualan karcis di seluruh dunia.

Kalau film terakhirnya di tahun 1989 lalu berjudul “Indiana Jones and the Last Crusade”, sequel yang ke-empat ini mengetengahkan judul “India Jones and the Kingdom of the Crystal Skull”. Petualangan baru Indiana Jones (Harrison Ford) diawali dengan suasana pada tahun 1957, saat berkecamuknya perang dingin.
Setelah berhasil lari dari kejaran tentara Soviet yang dikepalai oleh wanita cantik Irina Spalko (Cate Blanchett) dan teman dekatnya Mac (Ray Winstone) yang ternyata musuh dibalik selimut, Professor Indiana Jones kembali mengajar di Marshall College.

Namun, gara-gara aktivitas terakhirnya mendapat sorotan yang kurang mengenakkan dari pemerintah, arkeolog ini terpaksa harus hengkang dari kampus. Baru saja ingin keluar dari kota tersebut, Indiana Jones bertemu dengan Mutt Williams (Shia LaBeouf), seorang pemuda yang meminta bantuannya untuk memecahkan teka-teki tentang legenda tengkorak kristal misterius dari Akator. Misi ini begitu penting untuk menyelamatkan orang terdekat pemuda tersebut yang tak lain adalah anak dari mantan pacar Dr. Jones, Karen Allen (Marion Ravenwood).
Misi tersebut membawa Indiana Jones dan Mutt ke berbagai pelosok negri. Sayang, ternyata perjalanan mereka untuk mengungkap misteri tengkorak kristal tersebut ternyata diikuti oleh Irina Spalko dan pasukannya yang tertarik dengan misi yang sama. Saat akhirnya berhasil bertemu dengan teman lamanya, Dr. Jones dikagetkan dengan kenyataan bahwa Mutt ternyata adalah anaknya.

Seperti film-film terdahulunya, menurut sang sutradara Steven Spielberg dan penulis cerita George Lucas, petualangan terbaru Dr. Jones dalam “Indiana Jones and the Kingdom of the Crystall Skull” makin seru dan tetap dibumbui adegan lucu. Salah satunya terlihat pada adegan saling kejar untuk merebut tengkorak kristal sambil berkelahi di atas mobil. Efek pada film ini juga sangat dramatis dan begitu nyata.
Asli seru nonton film ini, meski cuma berdua bareng mbak Dona, tapi seru juga, biasanya nonton bertiga bareng Arini, but she’s gone…. Meski duduk di Kursi K… tetep aja asyik, secara masih pertama kali nontonnya jadi gak ada bagian yang dipotong oleh orang studio…. hehehehh…..
Banyak pelajaran dari film ini, mulai dari arti ketamakan, persahabatan sampe kalo jodoh juga tak akan kemana en akhirnya jadi juga …. hehehheeh…. uhhhh jadi pengen kayak gitu .
Cuma sayang, gak ada Sean Connery ,….. :(

 

Didukung oleh WordPress.com