“bintang yang kan selalu bersinar”

The Starbucks Experience Juli 31, 2008

Diarsipkan di bawah: catatanku — suzannita @ 5:44 pm
Tags: , , ,

Akhirnya selesai juga baca The Starbucks Experience, berapa hari ya, kayaknya lama banget, cukup berat tapi menarik banget.

Perlu berulang kali memahami kata – kata Joseph Michelli di The Starbucks Experience. Tapi Alhamdulillah selesai juga, nah buku ini siap pindah tangan, coz udah ada yang mo pinjem. Aku baru satu kali ke Starbucks itupun cuma sebentar aja. Karena hanya penasaran doang, karena udah dikejar pesawat, heheheh balik ke Palembang.

Sebagai orang yang 3 tahun menyukai kopi, memang rasa yang ditawarkan Starbucks sangat unik. Meski harga yang ditawarkan Starbucks jauh lebih mahal dibanding tempat yang lain.

O iya balik lagi ke buku ini, ada satu hal penting yang saya dapatkan dari buku itu: Tentang pentingnya memberikan kejutan.

Dari 5 prinsip yang ditawarkan Starbucks :

1. Lakukan dengan cara anda

2. Semuanya penting

3. Suprise and delight

4. Terbuka dengan kritik

5. Leave Your mark

Aku terkesan dengan Suprise and Delight terlebih kisah Bernadette sang orang tua tinggal, Ibu 3 anak ini, semakin bertambah bebannya, karena menyelamatkan 6 keponakannya agar tidak diasuh negara. Akhirnya seluruh rekan kerja Bernadette sepakat mengirim surat kepada Oprah Winfrey untuk memberikan rumah kepada Bernadette, tanpa diketahui Bernadette.

Akhirnya Oprah Winfrey menyetujuinya, secara mendadak oprah mendatangi counter Bernadette dan mengajak Bernadette jalan – jalan , beserta anak-anaknya, mereka berbelanja dan akhirnya jalan – jalan tiba ke satu rumah, yang disana telah berkumpul rekan kerja Bernadette. Akhirnya Bernadette mendapatkan satu rumah baru untuk seluruh keluarga, untuk anak – anak dan keponakannya.

Starbucks berhasil menggabungkan antara layanan yang memuaskan dan memberikan pelajaran tentang kopi kepada para pelanggan. Mereka dengan telaten mengenalkan kopi dengan seluk beluknya dan  cara menikmati kopi dengan baik dan benar. Seseorang yang awalnya buta tentang kopi,  akan semakin tahu kopi apa yang enak dan bagaimana meramunya. Para Barista  dengan senang hati membantu pelanggan belajar segala hal tentang kopi.

Selain itu mereka tak lupa untuk selalu memberikan kejutan dan pengalaman berkesan untuk setiap pelanggan baik baru maupun lama. Ya wajar saja jika satu cup Frappucino ditebus dengan harga 50 ribu rupiah.

<!– –>

 

Cappuccino di Don Cafe Juli 31, 2008

Diarsipkan di bawah: catatanku — suzannita @ 4:29 pm
Tags: ,

Don Café  benar-benar menyajikan cita rasa kopi yang sesungguhnya  dengan biji kopi pilihan dari berbagai belahan dunia dan kopi lokal maupun kopi hasil kreasi sendiri  yang diolah sedemikan rupa hingga menghasilkan kopi yang layak untuk dinikmati pecinta kopi.

Tempatnya yang terbuka dan bebas rokok terletak di Lantai 1 Palembang Indah Mal, tepatnya didepan Nokia Care menyihirku dengan cappucino-nya. Cappucino itu boleh dikatakan sangat enak, perpaduaa kopi, susu dan busanya memang benar – benar pas.

Sang Barista – Jeniffer berhasil memberikan komposisi 1/3 kopi, 1/3 susu dan 1/3 busa, sehingga  ketika diminum sangat terasa, lembutnya busa, dan manisnya susu yang dipadu dengan rasa kopi. Saat kuminum aku merasakan semangat yang berbeda, jadi sedikit merasa aneh, atau apa karena aku terlalu fokus pada filosopi  kopi – Dee, yang baru selesai dibaca.

Pengalaman sang barista jenni, yang telah bekerja 7 tahuh di café asutralia membuat Don Café menjadi pilihan tersendiri, karena diriku sebagai konsumen dan tim liputan  dibantu memilih kopi yang sesuai dengan karakterku. Hasilnya biji kopi terbaik dari Don Cafe diberikan untukku, yang benar – benar hasil kreasi Don Cafe yakni biji kopi Don1.

Setidaknya terdapat lebih dari 30 jenis biji kopi yang terdapat di Don Cafe, bahkan ada jenis kopi langkah seperti kopi luak. Salah satunya menu cita rasa Cappucino yang asli hanya dapat dinikmati di Don Cafe.

Pasalnya tak banyak masyarakat mengetahui bagaimana cita rasa cappucino yang sesungguhnya. Banyak orang beranggapan cappucino seragam rasanya dan dapat dibeli dalam bentuk sachet.

Aku sih sebenarnya tidak mengerti bagaimana proses pembuatannya, hanya bisa minum aja. Sehingga ketika Jenny, jelasin aku hanya terpesona aja. Apalagi dia merupakan barista cewek dan tak banyak cewek yang menjadi barista. Seni keindahan – artistik penyajian cappucino pun benar – benar diperhatikan.

Kecintaanku minum kopi dimulai sejak diriku tidak menjadi atlet lagi, karena caffeine dalam kopi, tidak boleh ada didalam tubuh atlet,. Cappucino dengan karakternya yang kuat, memang bisa mengembalikan semangat. Namun kalo lagi sedih pilihanku jatuh pada  caffe latte, lebih banyak creamernya.

Tak hanya menawarkan Cappucino Don Cafe juga menawarkan beragam jenis teh dan cokelat, karena disini tersedia teh asli dari buah kring untuk fruit tea. Ada juga black tea, green tea, maupun teh bunga yang tak kalah nikmatnya. Selain itu, disini juga bisa nongkrong dan bercengkatama dengan rekan dan keluarga sekaligus manfaatin hot spotnya Palembang Indah Mall.

Bagi yang hobi minum kopi Don Cafe bisa menjadi pilihan.