“bintang yang kan selalu bersinar”

Memberi Kesempatan Juli 22, 2008

Diarsipkan di bawah: catatanku — suzannita @ 6:26 pm
Tags: , , , ,

Banyak hal yang tak bisa dipaksakan, sama seperti hatiku yang tidak bisa kupaksa untuk menerima seorang laki – laki, setelah aku putus dari orang yang pernah berhubungan denganku 7 tahun lamanya.

Namun ternyata aku sadar, aku harus memberikan kesempatan untuk hatiku, menerima seseoarang , dan mencairkan kebekuan hati ini. Dan kesempatan itu haruslah datang dari kedua belah pihak, tidak hanya dari orang yang dekat denganku saja, tapi juga dari hatiku sendiri.

Cukup lama aku menyadari bahwa pengalaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari diri kita, aku pun terus menghitung berapa banyak kenangan yang kujalani, namun aku tidak sadar, ternyata aku sudah lupa berhitung tentang waktu yang telah kusia-siakan untuk seseorang yang begitu menyayangi kita apa adanya.

Cinta jangan selalu ditempatkan sebagai iming – iming besar, atau seperti ranjau yang tahu – tahu meledakkanmu  – entah kapan dan kenapa. Cinta yang sudah dipilih  sebaiknya diikutkan di setiap langkah kaki, merekatkan jemari, dan berjalanlah kalian bergandengan…. karena cinta adalah mengalami [kutipan dari Filosofi Kopi - Dee]

Dan sepertinya aku pun menyadari , aku harus memberikan kesempatan untuk diri sendiri, tanpa menghakimi dan menerima dia, yang telah berani menerimaku apa adanya.

 

WONGKITO GOES TO SCHOOL Juli 22, 2008

Diarsipkan di bawah: wong kito — suzannita @ 6:09 pm
Tags: , , , ,

Setelah sebelumnya menggelar Blogger Day yang sempat dihadiri oleh Presiden Blogger Indonesia – Enda Nasution, kali ini untuk pertama kalinya wongkito komunitas blogger di  Sumsel mulai menjalankan tugas untuk menuju Satu Juta Blogger seperti yang dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 2007 silam.

Selain itu sebagai sarana edukasi dan mengembangkan aktualisasi, Blog sangat baik sebagai sarana kreativitas. Sehingga wongkito ymenggelar Wongkito Goes To School di SMA Negeri 3 Palembang, Sabtu 26 Juli 2008, dengan Tema Blog Sebagai Sarana Kreativitas.

Karena hal tersebut, dan besarnya manfaat bagi generasi yang akan datang, kegiatan ini pun didukung banyak pihak, selain dari Wongkito sendiri dukungan juga hadir dari Dinas Inforkom Kota Palembang, SMA Negeri 3 Palembang,Telkom Speedy, Bita Edukasi, Palembang City, Honda, Telkomsel, dan PT ABC. Kegiatan ini pun tak kan berhasil tanpa dukungan dari media partner PALTV dan Sonora FM.

Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal menuju Satu Juta Blogger dan Pesta Blogger 2008, ayo sukseskan Wongkito Goes To School, demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Sukseskan Wongkito Goes To School …. SEMANGAT …. SEMANGAT …. SEMANGAT !!!!

 

EVERYONE HAS THEIR OWN DARK SIDE Juli 22, 2008

Diarsipkan di bawah: catatanku — suzannita @ 5:20 pm
Tags: , , ,

Setiap orang punya sisi gelapnya, itulah arti kata-kata yang bisa aku ambil dari hasil percakapanku dengan orang yang kini mengisi ruang hati yang kosong. Dan bertambah pula keinginanku menulis ini, ketika melihat film Batman – The Dark Night, pas liat si Jaksa yang berubah menjadi jahat ketika pasanganya meninggal.

Tapi yang paling berkesan sih, ketika orang yang mau menerima kita apa adanya , meskipun dia tahu kita punya sisi kelam di masa lalu. Ceritanya, ada yang menyatakan cintanya kepadaku … cieeee :) ) . Pertama kali mendengarkan pengakuan dia sempet shock banget, tidak menduga dia akan mengatakan dan melakukan hal tersebut, karena setelah kuhitung jaraknya cukup cepat dari kita kenalan.

Aku pun akhirnya bertanya, apa yang kamu suka dari aku.

Ya kalo suka , suka aja …. sempet tertohok juga ketika menerima jawaban tersebut.

Dia pun berkata, aku tidak peduli bagaimanapun masa lalu kamu, yang aku lihat sekarang adalah kamu apa adanya. Ya memang sisi kelam yang dimiliki orang itu, akan tetap ada, meski seberapa kuat pun kita menutupinya, hingga mencuci dengan sabun termahal sekalipun.

Kini saatnya bagaimana kita hidup dengan sisi kelam diri kita, dan mendapatkan seseorang yang mau menerima sisi kelam kita , tanpa menuntut kesempurnaan, karena kesempurnaan hanya milik Allah semata.

Ternyata memang benar, jika kita bisa menerima sisi kelam kita, hidup pun menjadi lebih tenang, dan langkah menjadi ringan untuk menapaki masa depan.

Karena masa lalu hanya masa lalu, dan tinggallah masa lalu, cukup ditoleh sekali sebagai bentuk pelajaran, tanpa harus takut untuk mencoba dan belajar lagi.