bintang yang kan selalu bersinar

Juli 2, 2008

PALEMBANG SIAP WAJIB BELAJAR 12 TAHUN

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — by suzannita @ 12:02 pm
Tags:

Hal ini diungkapkan, Walikota Palembang Eddy Santana Putra, saat ditemui usai pembukaan kongres nasional PGRI XX. Dalam acara ini, Walikota Palembang menerima penghargaan Widya Praja Nugraha dari PB PGRI.

Pemberian penghargaan ini sendiri disaksikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Selain Walikota Palembang, penghargaan widya Praja Nugraha juga diberikan kepada Bupati Lahat – Harunata, Bupati Ogan ilir – Mawardi Yahya, dan Bupati Muara Enim Kalamuddin Djinab.

Diserahkan pula plakat PGRI kepada empat Tokoh Guru Nasional dan Internasional yang memajukan Majalah Suara Guru. Mereka antara lain, Penasihat PB PGRI Wardiman joYonegoro dan Rektor Universitas Indra Prasta PGRI Jakarta - Sumaryoto.

Walikota Palembang Eddy Santana Putra mengungkapkan penghargaan ini merupakan penghargaan untuk seluruh jajaran pemerintah kota Palembang dan dunia pendidikan Palembang yang telah concern pada bidang pendidikan.

Pihaknya SENDIRI akan mencanangkan wajib belajar 12 tahun, yang akan dikejar hingga 2 tahun kedepan. Kini angka partisipasi kasar untuk SMA masih 94,8 persen, sehingga ANGKA INI masih PERLU DI KEJAR ///

Hal ini pun dapat dilakukan penambahan ruang kelas SMA dan Madrasah Aliyah termasuk pembangunan 1 SMA dan 1 SMK baru di Palembang yakni di kawasan Talang Kelapa dan Jaka Baring.

Untuk terus meningkatkan taraf pendidikan di Palembang. Walikota Palembang Eddy Santana Putra telah mencanangkan untuk menerapkan wajib belajar 12 tahun. Hal ini dilakukan karena wajar 9 tahun telah berjalan 100 persen.

PRESIDEN SBY JANJI SEJAHTERAKAN GURU

Diarsipkan di bawah: Tak Berkategori — by suzannita @ 11:50 am
Tags:

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kemarin malam , membuka secara resmi Kongres PGRI XX di Ballroom Novotel Palembang. Kongres PGRI yang berlangsung dari 30 Juni hingga 4 Juli 2008 ini, mengangkat tema Meningkatkan Mutu Pendidikan Melalui Guru Profesional, Sejahtera, dan Terlindungi.


Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Prof. H.M. Surya melaporkan kongres ini dihadiri lebih kurang 1.800 guru yang mewakili 1,6 juta GURU dari seluruh pelosok tanah air.


Menteri pendidikan nasional, Bambang Sudibyo pada sambutannya mengatakan upaya meningkatkan profesionalisme guru bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja. Akan tetapi juga menjadi tanggungjawab organisasi profesi guru itu sendiri.


Sementara itu, Presiden SBY berharap agar Kongres PGRI dapat menghasilkan sesuatu yang membawa kebaikan bagi seluruh guru, dan tentunya dunia pendidikan, bangsa,dan negara.

Dalam kesempatan ini, Presiden SBY berjanji untuk meningkatkan kesejahteraan guru, termasuk dengan menginstruksikan seluruh kepala daerah agar meningkatkan UPAYA PROGRAM NYATA PENDIDIKAN, mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan kemampuan guru dan kesejahteraannya, serta membangun kemitraan dengan PGRI.

Bahkan dalam satu dua hari ini, SBY akan menandatangani Peraturan Pemerintah tentang Pendanaan Pendidikan dan PP Wajib Belajar. Jika telah selesai akan dilanjutkan dengan PP GURU.

Terhadap Anggaran Pendidikan, Presiden menjanjikan akan memprioritaskan pada APBN sebesar 20 persen. Bahkan untuk mengutamakan gaji guru. Gaji Presiden dan menteri sudah 4 tahun ini tidak naik. Ia berharap dengan adanya kesejahteraan guru maka kualitas pendidikan juga dapat meningkat.

SABAR TANPA BATAS

Diarsipkan di bawah: catatanku — by suzannita @ 11:33 am
Tags: , ,

SABAR TANPA BATAS

Ahhh terkadang diri memang masih belum bisa menahan diri untuk selalu bersabar, memang sebenarnya sabar itu tanpa batas, namun terkadang diri tidak kuat untuk menahan batas kesabaran itu,

Ibuku bilang sabar itu tanpa batas … , apa memang pengertian yang terdalam, adalah saatnya pasrah. Apa memang harus berpasrah dan mengalah terus, apa memang sabar itu sama dengan mengalah.

Sebenarnya sudah begitu banyak diri ini bersabar, namun lagi - lagi ternyata diri ini tidak kuat untuk tetap sabar dan ujung - ujungnya jadi tidak sabar :(

Seperti diriku yang berhubungan dengan seseorang yang kuanggap akan menjadi suamiku, 7 tahun bersamanya memupuk impian, tapi lagi - lagi , akhirnya aku tidak sabar dan lebih memilih memutuskannya, apalagi saat itu tekanan datang bertubi - tubi, tidak hanya dari dia, ibu dan keluarga besarku, keluarganya, hingga pekerjaanku. Dan akhirnya aku tidak sabar , dan kita berpisah.

Ketika teman akrabku berpacaran dengan seseorang yang kusukai, bahkan dia selalu melarang diriku untuk berpacaran dengan dia, karena alasan playboy dan sebagainya, aku tidak bisa terus bersabar, akhirnya hubunganku memburuk, dan kini dia tidak lagi menjadi teman akrabku.

Seperti kemarin, ketika diri ini dipenuhi tuntutan dari managemen, dengan target iklan, dan liputan yang berbobot, aku dihadapkan pada posisi kita sebenarnya kekurangan crew. Setelah bermandi keringat diterpa matahari yang begitu terik, kejar - kejaran dengan date line, tiba - tiba pas pulang ke kantor editor dengan seenaknya membentak, hanya karena lupa memberi tahu letak video yang sudah di capture.

Agggrrhrrhhhh….. aku protes, kesabaranku hilang, Astagfirullah , Ya Allah saat ini teknologi udah canggih, telepon ada , tinggal telepon , tidak bisa pake punya sendiri, pake punya kantor.

Aku hampir menangis, karena aku tidak bisa menahannya, namun akhirnya aku menarik napas dalam - dalam, Ya Allah kuatkan diriku, sabarkan diriku. Akhirnya aku bisa melanjutkan liputan untuk Pembukaan Kongres Nasional PGRI XX yang dibuka langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Begitu banyak pelajaran kesabaran itu, umumnya, kebanyakan kita menganggap kesabaran itu hanya ada ketika marah (atau ketika dilanda musibah). Dan ketika kemarahan itu sudah tidak tertahankan maka alasan logis yang terucap adalah” Sabar ada batasnya !

“Padahal mungkin saja masih ada orang lain yang bisa menahan amarahnya dalam keadaan seperti kita. Lalu orang itu….dimana batas kesabarannya ? sabar itu bukan benda…..bukan pula cara……tapi seperti cinta…sabar adalah rasa !! Sabar tanpa batas ada dalam hati……..

Memang sabar itu tanpa batas, karena Memang sabar itu tanpa batas, karena

sesudah kesabaran yang terindah adalah saatnya kembali untuk berusaha bangkit dan bersabar lagi.

Bagaimana Apakah Sabar Tanpa Batas ?????

Didukung oleh WordPress.com