Rahasia Jodoh, Rezeki dan Kematian

20 Jun

Tulisan ini dikirimkan buatku, cukup bagus untuk menyadarkan aku, bahwa aku tak selamanya sendiri, dan masih banyak orang lain yang nasibnya lebih buruk. Terkadang karena di umur segini masih belum meried jadi sedih padahal untuk apa bersedih kalau toh emang belum datang jodohnya hehehehehehe.

Rahasia jodoh, rejeki dan kematian adalah mutlak milik Allah Swt, tidak ada satu makhluk pun yang dapat mengetahuinya kecuali sang Pemilik diri kita. Hal tersebut telah terpatri erat dalam pikiranku sejak lewat dua tahun lalu. Mendorongku untuk terus berikhtiar dan selalu berkhusnudzon kepada Allah Azza wa Jalla tentang kapan saatnya tiba menemukan belahan jiwaku.

Dalam proses pencarian diusiaku yang ketiga-puluh-tiga, beberapa teman dekat mulai dijajaki, ta’aruf pun dilakukan. Dalam proses ta’aruf, salah seorang sempat melontarkan ide tentang pernikahan dan rencana khitbah. Namun herannya, hati ini kok emoh dan tetap tidak tergerak untuk memberikan jawaban pasti. Hey, what’s going on with me? Bukankah aku sedang dikejar usia yang terus merambat menua? Bukankah aku sedang dalam proses pencarian belahan jiwa? Bahkan seorang sahabat sempat berkomentar miring tentang keengganan aku memberikan respon kepada salah satu dari mereka. Si sahabat mengatakan bahwa aku adalah type ‘pemilih’ yang lebih suka jodoh yang tampan, kaya raya dan baik hati, dan lainnya yang serba super dan wah. Tapi, aku gelengkan kepalaku ke arahnya karena kriteria seorang calon suami bagiku adalah si dia seorang muslim sejati yang mempunyai visi yang sama untuk membangun sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah. Tapi lucunya, kalau diminta untuk mengejewantahkan ke dalam diri seseorang, jujur saja aku tidak tahu.

Again, jodoh sesungguhnya sebuah rahasia yang mutlak milik Allah Swt. Proses pertemuanku dengan sang suami pun bak cerita dongeng. Jangankan sahabat atau rekan kantor, pun jika kami kembali me-rewind proses pertemuan kami, wuih … unbelievable! but it happened! Subhanallah…

Suamiku adalah sosok yang biasa dan sangat sederhana, namun justru kesederhanaan dan keterbiasaannya itulah yang memikat hati ini. Dan, alhamdulillaah hampir mendekati kriteria seorang suami yang aku dambakan. Di beberapa malam kebersamaan kami, suami sering menanyakan kepadaku tentang satu hal, “apakah bunda bahagia menikah dengan aku?” aku pun menjawab dengan jeda waktu sedikit lama, “ya, bunda bahagia, ayah”. Masya Allah, seandainya suamiku tahu, besarnya rasa bahagia yang ada di dada ini lebih dari yang dia tahu. Besarnya rasa syukur ini memiliki dia cukup menggetarkan segenap hati sampai aku perlu jeda waktu untuk menjawab pertanyaannya. Hanya, aku masih belum mampu mengungkapkan secara verbal. Allah yang Maha Mengetahui segala getaran cinta yang ada di hati bunda, Allah yang Maha Mengetahui segala rasa sayang yang ada di jiwa bunda. Karena, atas nama Allah bunda mencintai ayah.

Pertama kali aku melihat suamiku adalah ketika acara ta’lim kantor kami di luar kota. Kami berdua belum mengenal satu sama lain. Hanya kesederhanaan dan wajah teduhnya sempat mampir di dalam pikiranku. Beberapa hari kemudian, aku terlibat diskusi di forum ta’lim yang difasilitasi oleh kantor kami. Di sinilah aku merasakan kuasa Allah yang sangat besar. Rupanya teman diskusi itu adalah si empunya wajah teduh tersebut. Ini aku ketahui ketika kami janjian bertemu di suatu majelis ta’lim di salah satu masjid di Jakarta. Sempat juga aku kaget ketika menemui wajah yang tidak asing itu. Setelah acara ta’lim selesai, kami sempat mengobrol selama kurang dari satu jam dan kami pun pulang ke rumah masing-masing. Tidak ada yang special pada saat itu, at all.

Namun beberapa hari kemudian, entah kenapa wajah teduh itu mulai hadir di pikiranku kembali. Ternyata hal yang sama pun terjadi di pihak sana. Kami pun sepakat untuk melakukan ostikharah. Subhanallaah, tidak ada kebimbangan sama sekali dalam hati kami berdua untuk menyegerakan hubungan ini ke dalam pernikahan. Satu minggu setelah pertemuan kami di masjid, sang calon suami pun melamarku lewat telepon. Pun tanpa ada keraguan aku menjawab YA, ketika dia mengatakan akan membawa keluarganya untuk meng-khitbah ahad yang akan datang.

Pernikahan kami terlaksana justru bersamaan dengan rencana khitbah itu sendiri. Proses yang terjadi adalah keajaiban buat kami berdua dan semua adalah kuasa Allah yang ditunjukkan kepada kami. Kami rasakan ‘tangan’ Allah benar-benar turun menolong memudahkan segala urusan. Hari H yang semestinya adalah pertemuan antar dua keluarga dalam acara khitbah, justru dilakukan bersamaan dengan akad nikah. Sujud syukur kami berdua, karena semua acara berjalan begitu lancar, dari mulai dukungan seluruh keluarga, urusan penghulu dan pengurusan surat-surat ke KUA, hanya dilakukan dalam waktu 1 hari 1 malam!!. Maha Suci Allah, hal tersebut semakin menguatkan hati kami, bahwa pernikahan ini adalah rencana terbaik dari Allah Swt dan Dia-lah Pemersatu bagi perjanjian suci kami ini. Dalam isak tangis kebahagiaan kami atas segala kemudahan yang diberikan-Nya, tak pernah putus kami bersyukur akan nikmat-Nya. Insya Allah, pernikahan kami merupakan hijrahnya kami menuju kehidupan yang lebih baik dengan mengharap ridho Allah, karena tanggal pernikahan kami selisih satu hari setelah hari Isra mi’raj.

Akhirnya setelah sekian lama aku mengembara mencari pasangan hidup ternyata jodohku tidak pernah jauh dari pelupuk mata. Suamiku adalah teman satu kantor yang justru tidak pernah aku kenal kecuali dua minggu sebelum pernikahan kami. Inilah rahasia Allah Swt yang tidak pernah dapat kita ketahui kecuali dengan berkhusbudzon kepada-Nya. Percayalah, bahwa Allah Swt adalah sebaik-sebaik Pembuat keputusan. Serahkanlah segala urusan hanya kepada Allah semata. Jika sekarang para akhwat yang sudah di atas usia kepala tiga merasa khawatir karena belum mendapatkan pasangan/jodoh, percayalah selalu akan janji Allah di dalam firman-Nya:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (ar-Ruum:21)

Jangankan manusia, hewan dan buah-buahan pun diciptakan Allah perpasangan. Ber-khusnudzon selalu kepada-Nya bahwa, entah esok, lusa, satu bulan, satu tahun atau bahkan mungkin sepuluh tahun nanti, dengan ijin Allah, jodoh kalian pasti akan datang. Pasangan jiwa yang terbaik yang dijanjikan dan dipersatukan-Nya dalam perjanjian suci yang disebut pernikahan. Wallahu’alam bishshowab. (bunda)

makasih ya bunda buat tulisannya , karena memang benar setiap manusia tercipta ada pasangannya masing – masing. So, kenapa mesti bersedih dan tergesa – gesa untuk mencari jodoh.

About these ads

23 Tanggapan to “Rahasia Jodoh, Rezeki dan Kematian”

  1. wahyu Juni 26, 2008 at 11:00 #

    Hold On…
    Nih anak sebenernya Dah Nikah Pa Belon seh…??? Tulisan ni bikin bingung….

    Sebenernya siapa yang diceritain? Diri sendiri pa orang laen juga…. :)

  2. suzannita Juni 26, 2008 at 12:31 #

    aduh baca dari awal dung biar gak bingung, ni tulisan dikirimkan buat diriku … karena bagus tak posting biar yang laen baca … hehehehhe

  3. lukman Desember 16, 2008 at 22:47 #

    aslm

    salam kenal mbak, blogwalking sebelum tidur :D

    wew, tulisannya lumayan inspiratif, mudah2an saya bisa jadi suami yang baik buat istri saya nanti (kalo dah nikah :p)

    wslm

  4. win Maret 17, 2009 at 10:52 #

    Tulisannya bagus.., tetap semangat ya..!

  5. gue harus tegar Mei 26, 2009 at 11:50 #

    memang manusia hanya bisa berencana tapi Allah SWT yang menentukannya
    gue ma cewek, dari awal dah komitmen tuk menjaga hubungan sampai ke pernikahan.

    dan di usiaku yang sudah 34 tentunya aku serius sama dia, bahkan kita sempet photo2 buat prewed, tapi ketika kita ada masalah trus selisih pendapat..
    segala usaha untuk menyakinkan dia sudah kulakukan, tetapi Allah SWT menghendaki lain.. akhirnya kami berpisah :)

  6. abe Juni 24, 2009 at 17:34 #

    semua kehendak Allah SWT…
    percaya bahwa Allah lebih mengetahui apa yg kita butuhkan…Allah ga akan memberikan apa yg Qt inginkan tetapi Allah akan memberikan ap yg Qt Butuhkan…

  7. Fathur Cairo Oktober 16, 2009 at 04:09 #

    Terharu membaca kisahnya. Sedikit kritikan, hanya alur ceritanya yang masih perlu dirapikan, sehingga tidak membuat pembaca kebingungan. Kalau mau memakai flasback sebaiknya diceritakan dulu nuansa berumah tangganya, rasa syukur setelah mendapatkan belahan jiwa, baru masuk ke proses pernikahan itu. Dengan demkian, pembaca bisa lebih menikmati tulisannya.

    Truz berkarya..

    Salam menulis…

  8. yunita Oktober 25, 2009 at 17:39 #

    mungkin tulisan ini adalah salah satu tanda dari hasil kesabaran seorang insan menunggu jodonya. dan akhirnya smua terjawab lewat kbesaran Allah. Subhanallah. Moga bisa menjadi pemblajaran buat yg masih single untuk trus beriktiar, berdoa dan yakin lah smua pasti akan terjawab.
    Jika Allah memberikan jodoh buat mu mungkin karena Dia sayang padamu
    Jika Allah menunda jodoh buatmu, mungkin karena Dia ingin mengujimu
    Dan jika Allah tidak memberikan jodoh sesuai yg kamu inginkan karena Dia telah memberikan rencana yang lebih indah dgn memberikan yang terbaik buatmu.

  9. leni Desember 28, 2009 at 17:29 #

    subhanallah, begitu menguatkan aku. terimakasih atas karyanya. mg jd amal sholeh.

  10. suzannita Januari 24, 2010 at 13:47 #

    semoga Allah terus menguatkan kita… :D

  11. Ghea Algheesa Februari 9, 2010 at 01:28 #

    Iya yah, Allah adalah sebaik2 pembuat keputusan.. Hehe.. Tenkyu yah..;-)

  12. suzannita Februari 9, 2010 at 13:26 #

    Ber-khusnudzon selalu kepada-Nya bahwa, entah esok, lusa, satu bulan, satu tahun atau bahkan mungkin sepuluh tahun nanti, dengan ijin Allah, jodoh kalian pasti akan datang. Pasangan jiwa yang terbaik yang dijanjikan dan dipersatukan-Nya dalam perjanjian suci yang disebut pernikahan.

  13. Lusi Maret 14, 2010 at 02:02 #

    Jodoh memang rahasia Allah.
    Hanpir 8 tahun saya berhubungan serius dengan seseorang yang saya kira sholeh.
    Dia malah meninggalkan saya ketika saya sudah ridho dengan segalanya, dan siap resmikan pernikahan secara resmi dan terbuka.

    Karena kuasa Allah, kami berpisah.
    Dua tahun kini kudapati kenyataan memilukan, ternyata setahun lalu dia menikahi wanita lain, yang mungkin dia lihat lebih sholekah dan muda dan cantik. PAdahal di saat itu saya masih sangat depresi karena perpisahan kami.
    Kini di tahun ke dua kami berpisah, malah kudapati banyak kenyataan dari Nya.

    Kini dia tinggal dengan istri barunya, dekat kantor saya, padahal yogya sby dulu sangat dekat.
    Kini, sekota semuanya terasa asing,

    Tapi kini kurasakan sangat indah, ternyata Allah sangat sayang pada saya, dengan memisahkan kami. ternyata dibalik wajah teduhnya, dan hidup dilingkungan dakwah pun, dia selama itu telah banyak berbohong pada saya.

    Kini, saya mulai percaya, apapun yang terjadi sama kita, walau itu kesedihan yang dalam.
    Semua karena Allah sayang sama kita.
    Tetap semangat dan optimis.
    Orang yang baik pasti berjodoh dengan orang baik.
    Lebih baik kini, dekatkan diri pada Allah dan selalu memperbaiki diri.

    Semoga kisah saya menjadi semangat dalam kesedihan bagi yang baru saja berpisah dengan kekasih hati.

    Tetaplah optimis, dan dekatkan diri pada Nya.
    Cintailah yang maha memiliki cinta, agar kita bahagia dengan cinta yang berkah.

    Mohon doa semoga saya segra sehat lahir batin dan segra bertemu jodoh yang berkah. Amiin

    Wassalam, lus

  14. nia April 25, 2010 at 03:20 #

    iya, bagusssss, buangetttt
    betul3, jodoh ga bakal kemana,
    mau sekolah dulu ah……hehehe
    tapi , tdk tergesa-gesa mencari jodoh????
    maslahnya dikejar2 ki gimana nih,
    mumet juga saya, hehehe
    lebay….

  15. wahyu setyo w September 2, 2010 at 10:58 #

    Subhanalloh,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,memang benar…Hanya Alloh yang Maha Kuasa atas segala sesuatu kita…………….Semoga yang belum mendapat jodoh,,secepatnya didekatkan dengan jodohnya…demi kebaikan dunia akheerat,,,Aminnnnnnnnnnnnn…

  16. LIA November 25, 2010 at 12:52 #

    Subhanallah!,masalah jodoh memang masalah yang paling rumit. ada yang jalannya mudah ada yang harus melewati jalan yang berlika liku. apapun yang kita alami semuanya adalah ujian dari Allah SWT, sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar. tetap berhusnuzon bahwa suatu saat nanti kita pasti akan menemukan seorang pendamping hidup yang terbaik. dan ingatlah janji Allah tidak akan meleset, bahwa wanita yang baik akan mendapatkan laki-laki yang baik pula, tetap berikhtiar dan berdoa. Allahu Akbar!!!!!!!

    • suzannita November 26, 2010 at 17:26 #

      semuanya ada di tangan Allah, dan semuanya sudah tercatat di Lauhul Mahfuds

  17. Hadi kharil Azzam Desember 1, 2010 at 11:06 #

    (Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. QS.30:6.
    Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah kamu ragu-ragu? QS.53:55

  18. dealer pulsa Januari 18, 2011 at 08:17 #

    saya 24 tahun 7 tahun yang lalu saya tersakiti oleh perempuan saya bertekad untuk tidak pacaran hingga menikah semoga ini bisa jadi jalan untuk membentuk keluarga yang sakinah nanti

  19. Mochamad Yusuf Maret 10, 2011 at 16:53 #

    Tulisan ini sudah lama, 20 Jun 2008, terus sekarang bagaimana kabar jodoh penulisnya? Mungkin bisa diupdate di komentar ini. Hehehe.

    • suzannita Maret 20, 2011 at 18:05 #

      Alhamdulillah, masih belum menikah, masih menantikan yang melamar :D

Trackbacks/Pingbacks

  1. ” Rahasia Allah ” | Rahasia jodoh,rezeki,kematian. - Desember 5, 2010

    [...] Rahasia Jodoh, Rezeki dan Kematian [...]

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.222 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: