Mei 14, 2008
siapa sahabat terbaik kita
ORANG SUKSES
Orang sukses adalah ………… ……… ……… ……… ……… ……… .
Untuk mengetahui pengaruh keberanian mengambil risiko atas kesuksesan, dipilihlah dua belas orang dengan “back ground” yang relatif sama untuk diteliti . Setelah diberi pengarahan secukupnya, mereka dimasukkan ke dalam sebuah gedung yang agak gelap .
Setelah berada di dalam gedung, ketua tim peneliti menunjukkan kepada mereka bahwa di depan mereka, di seberang kolam ada sebuah medali yang terbuat dari emas murni . Untuk mendapatkannya ada harus melewati jembatan gantung itu. Jika gagal dan jatuh ke bawah, anda berisiko patah kaki atau tangan, Namun jangan khawatir, tim medis kami siap menolong anda jiga ada masalah, ” ia menjelaskan lebih lanjut ” .
Siapa yang berani mencoba lebih dahulu ? tantang ketua tim kepada kedua belas orang tersebut .
Mereka saling berbisik dan berdiskusi, namun tidak ada yang berani mengajukan diri untuk mencoba. Setelah ditunggu tunggu belum ada juga yang mengajukan diri, maka ketua tim kembali bertanya, ” Ayo, siapa yang berani mencoba ? “
Tiba tiba seorang dari mereka maju dan langsung mencoba. Dengan berani dan hati hati ia meniti jembatan tersebut, akhirnya ia berhasil dan dengan bangga menunjukkan medali emas itu .
Setelah itu, ketua tim peneliti menghidupkan beberapa bola lampu, ia membawa para peserta mendekat ke kolam tersebut. Ternyata di bawah jembatan itu telah dipasang jaring atau net yang transparan .
Ketika ditawarkan lagi, siapa yang berani melewati jembatan gantung tersebut akan mendapat hadian hiburan, hanya tiga orang yang maju ke depan . Dengan langkah hati hati mereka berhasil melewati jembatan gantung tersebut dan mendapatkan hadiah biburan dari ketua tim peneliti .
Kemudian peserta sisanya bertanya, ” Pak ,apakah jaring itu cukup kuat menahan beban orang ?
” Ia cukup menahan sampai lima puluh orang sekaligus ” Jawab ketua tim peneliti, ” tetapi sayangnya kesempatan sudah tidak ada lagi . “
PESAN
Kesempatan tidak datang dalam bentuk yang jelas dan nyata / konkret, kadang kadang kita tidak mempunyai informasi yang lengkap berkaitan dengannya . Namun dengan pengalaman, insting atau naluri dan keberanian mengambil risiko terkalkulasi, peluang untuk mencapai kesuksesan selalu ada di tangan anda .
Bagaimana anda ? Apakah anda berani mencoba setiap peluang atau kesempatan yang ada ?
Kalau anda menunggu sampai segalanya sudah pasti, lancar dan mulus, maka kesempatan itu pasti hilang. Anda tidak kebagian apa - apa .
………… ……..
Orang sukses adalah orang yang berani mengambil risiko
BBM Naik Dunia Industri Menjerit
Naiknya harga Bahan Bakar Minyak, tak ayal membuat dunia industri ikut terimbas. Begitu pun dengan ongkos produksi karet , yang juga ikut melambung.
Hal ini diungkapkan Ketua Gapkindo Sumsel-Alex Kurniawan Edy. Dengan naiknya harga BBM , ongkos produksi karet akan melambung. Pasalnya, proses produksi karet membutuhkan peralatan , seperti mesin dan suku cadang. Selain itu, untuk memproduksi 1 ton karet , dibutuhkan 35 liter solar.
Sementara harga solar untuk kebutuhan industri, sebesar 10 ribu 150 rupiah per liter/ yang harganya mengikuti pasaran dunia.
Untuk mengantisipasi kenaikan BBM ini,Alex menganjurkan kepada para anggota Gapkindo, agar menggunakan energi alternatif seperti gas dan batubara.
Disisi lain, dampak kenaikan harga BBM juga akan dirasakan dunia industri kecil, seperti usaha makanan kecil , yang karena rencana kenaikan BBM justru telah memicu kenaikan harga sembako, baik dari terigu, gula maupun minyak goreng. Hal ini pun membuat pihaknya mensiasati dengan mengurangi dagangannya.
Hal serupa akan dirasakan lagi sopir speed boat di Palembang, yang karena kenaikan harga BBM akan menaikkan ongkos angkutan. Kondisi ini membuat penumpang memilih angkutan lain, daripada angkutan sungai.
Seperti ongkos angkutan Palembang - OKI yang dibandrol Rp 30.000,- , dengan kebutuhan 50 liter bensin per hari dengan 10 penumpang, mengakibatkan keuntungan yang didapat sangat minim.
Saat ini / telah terdapat 3 atau 4 pabrik yang telah menggunakan energi alternatif ini// Dengan menggunakan energi alternatif ini / lebih efisien untuk menekan ongkos produksi hingga 60 persen//



