Liburan Singapore – Malaysia versi 1
Juli 10, 2009 at 9:44 pm | In catatanku | Leave a CommentTags: Life, Lifestyle, Personal, Work
Wuihhhh … ternyata Allah sungguh baik, akhirnya permintaan dan do’a untuk berliburku terkabulkan. Hal yang menyenangkan liburan ini pun gratis dapat uang saku pula, wuiiii pada sirik ya.
Liburan ke Singapura – Malaysia ini merupakan Program Plesiran ke Singapura dan Malaysia Bareng PALTV. Sebanyak 28 orang peserta selama enam hari mulai 27 Juni kemarin bukan hanya menikmati beragam objek wisata menarik namun juga diajak berwisata kuliner dan wisata belanja. So yang pasti pulang liburan jadi gendut, duit habis buat belanja hahahahhah.
Sekitar pukul 14.30 waktu indonesia barat perjalanan tim Plesiran Singapura-Malaysia Bareng Pal TV terlebih dulu menuju Batam dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Perjalanan kami bertolak menuju batam dengan menggunakan pesawat dan tiba di Bandara Internasional Hang Nadim pada sore hari.
Kami pun menginap semalam di kota Batam serta menikmati suasana malam di kota Batam tak lupa kami singgah untuk santap malam di rumah makan seafood Golden Prawn sambil menikmati lantunan musik kamipun tak tahan lagi untuk menyantak hidangan dengan menu ala seafood. Rumah makan ini terletak di daerah Bengkong, merupakan kawasan yang menjorok ke laut.
Usai makan malam, kita semua pulang ke hotel Utama. Pagi harinya kamipun melanjutkan perjalanan menuju kota Singapura melalui pelabuhan penyeberangan kapal ferry Batam Centre.
Sebelum berangkat kamipun melakukan pengecekan peserta agar tak satupun ada yang tertinggal serta melewati proses pengecekan kelengkapan surat-surat dari Departemen Imigrasi. Ternyata penting sekali memiliki NPWP karena jika tidak memiliki NPWP wajib membayar fiskal sebesar 2,5 juta rupiah, lumayan tuh buat oleh-oleh. Setelah semua beres kami pun menaiki kapal guna menyebrang ke Singapura.
Hanya sayang, setelah sampai di kota Singapura, ada satu keluarga yang terpaksa dipulangkan ke Batam karena si Anak – Safira mengalami demam dan dikhawatirkan terkena virus H1N1.
Pemeriksaannya di Imigrasi Singapura cukup ketat. Disini ternyata diriku benar – benar dilatih untuk menjadi seorang pemimpin yang bisa mengambil keputusan untuk tim.
Setelah hampir satu jam mengurusi hal tersebut, diriku bergabung ke rombongan, dan kami langsung menikmati berbagai pesona kota Singapura dengan berjalan di sekitar Orchird road, tempat warga Singapura dan para turis bersantai sambil menikmati berbagai atraksi dan penampilan dari anak muda Singapore. Pasalnya saat kita berkunjung bertepatan dengan kegiatan Asian Youth Games 2009.



Belum lengkap rasanya jika berwisata ke kota Singapura jika tidak berkunjung ke lokasi Merlion Park sebagai maskot kota Singapura. Tentunya yang terletak di bibir pantai kota Singapura. Disini pun kami mendapat cerita dari tour guide kami (Mr. Imi – Suhaimi – Kumis) tentang sejarah patung Merlion yang berlambang kepala singa dan bertubuh ikan.


Puas mengunjungi berbagai lokasi wisata di Singapura kami pun menyempatkan singgah untuk berwisata belanja di komplek China town yang merupakan pasar tradisonal di kota Singapura. Disini seluruh tim plesiran Pal TV tak menyia-nyikan kesempatan untuk berbelanja oleh-oleh.

Tak luput diriku juga mencicipi kelapa Thailand, di Palembang tidak ada so selama jalan membeli barang yang tidak ada ataupun yang unik-unik.
Bravo SFC …
Juni 27, 2009 at 9:24 am | In catatanku | Leave a CommentTags: Lifestyle, sport
Final Copa Dji Sam Soe 2009 benar – benar menjadi sejarah bagi masyarakat kota Palembang khususnya dan Sumsel umumnya. Betapa tidak kota kelahiranku ini menjadi tuan rumah perhelatan Final CDSS 2009.
Bahkan yang membanggakan SFC melangkah ke Final, dan menariknya SFC bertemu kembali dengan Persipura. Laga final musim lalu pun terulang. Begitupun dengan kemenangan SFC.
Apalagi ini kandang kita, inilah saatnya sejarah tercipta. Berjuanglah SFC di Final Copa Dji Sam Soe 2009, kami mendukungmu … Bravo SFC… Jayalah SFC !!!
Stop Malpraktik
Juni 7, 2009 at 1:11 pm | In catatanku | 5 CommentsTags: Life, refleksi
Kasus malpraktik tidak hanya terjadi di Jakarta seperti yang dialami Prita. Kali ini kota Palembang pun menjadi salah satu tempat terjadinya malpraktik.
Korbannya pun cukup membuat miris hati, karena usianya masih sangat muda yang dilakukan oleh bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1, Palembang. Bidan Yt, diduga melakukan malpraktik dan mengakibatkan Versi Paris seorang bayi pasiennya meninggal dunia setelah diobati.
Dugaan malpraktik karena setelah diberi obat Paris (3 bulan), justru mengalami kejang-kejang dan tubuhnya membiru. Kondisi tersebut terjadi sekitar setengah jam.
Oleh Ibunya, Paris pun dibawa ke bidan lain dan dikatakan kalau Paris diduga salah makan obat atau keracunan obat. Karena kondisinya semakin memburuk, bayi itu dibawa ke RSUD Bari Kota Palembang untuk mendapatkan pertolongan, namun tidak lama kemudian ia meninggal dunia.
Belum diketahui kemungkinan kasus ini akan dituntut keluarga pasien atau tidak, sehingga dapat diproses lebih lanjut atau kedua orang tuanya telah menerima keadaan tersebut.
Saat ini Pwmprov Sumsel gencar menggaungkan program pengobatan gratis, khususnya bagi warga kurang mampu. Apakah karena serba gratis pun akhirnya membuat semuanya serba seadanya.
Jika telah terjadi kesalahan tindakan medis, apakah pasien dan keluarga pasien tidak menuntut, bertanya dan marah dengan tindakan mereka (dokter, bidan dan perawat).
Apakah hanya mereka saja yang boleh melakukan hal semaunya untuk pasien, toh pasien bukan kelinci percobaan untuk kesembuhan suatu penyakit.
Pasien pun masih memiliki hak untuk bertanya, dan mendapatkan informasi lebih banyak tentang penyakit mereka dan tindakan medis yang dilakukan untuk diri mereka.
Toh badan yang akan disembuhkan bukan badan dokter, perawat atau bidan tapi milik pasien dan itu sifatnya pribadi.
Ketika itu semua terjadi, kesalahan terjadi karena tindakan medis yang keliru, berulang kali IDI terus melindungi anggotanya, kenapa mereka tidak mau mengungkapkan hal sebenarnya.
Dimana hati dan tanggung mereka terhadap profesi mereka pada mereka telah melakukan sumpah profesi, dan ada hukum serta balasan untuk sumpah yang dilanggar.
Dimana lagi kepercayaan masyarakat untuk berobat dan menyembuhkan penyakit mereka????
Kini saatnya semua pihak bersatu STOP MALPRAKTIK, jadilah konsumen yang pintar.

Toh pasien itu bukan komoditi dokter atau malah sebaliknya ya …
DUKUNG PRITA MULYASARI…
Juni 4, 2009 at 6:01 pm | In catatanku | 9 CommentsTags: friends, Life, Personal, refleksi
Dimana letak kebebasan jika hanya mengungkapkan pendapat langsung masuk penjara?
Dimana reformasi yang katanya bebas menentukan pendapat, bebas berargumen, jika masih dikekang?
Postingan ini mungkin yang kesekian kalinya dari para teman-teman blogger yang terketuk hati melihat penderitaan yang dialami Prita Mulyasari.
Hanya dari sebuah cerita di mailing list, membuatnya mengalami penderitaan panjang didalam penjara dan terpisah dari anaknya. Jika saya boleh bertanya apa mereka yang memenjarakan Prita mampu menggantikan posisinya Prita.
Atau bagaimana bila mereka yang ada di posisi Prita. Seorang ibu rumah tangga yang berbagi pengalaman agar lebih berhati – hati lagi, malah dituding mencemarkan nama baik RS OMNI Internasional. Inilah email yang dikirimkan Prita

Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.
Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.
Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.
dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.
Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.
Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.
Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.
Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.
Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.
Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.
Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.
Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.
dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.
Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.
Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.
Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.
Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.
Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.
Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.
Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.
Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.
Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.
Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.
Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.
Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.
Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.
Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.
Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.
Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.
Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.
Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.
Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.
Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.
Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.
Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.
Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.
Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600
E-mail Prita Mulyasari kepada sepuluh teman temannya berbuntut petaka pada dirinya. Prita dituding telah melanggar undang-undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE).
Kalau Prita Mulyasari mengirim e-mail kepada teman temannya dianggap perbuatan pendistribusian informasi tanpa hak, di hari selanjutnya milyaran pengguna e-mail terancam hidup di bui.
BRAVO BARCA…
Mei 28, 2009 at 8:41 am | In catatanku | 1 CommentTags: Event, news, sport
Manchester United harus mengubur ambisinya mempertahankan titel jawara Liga Champions karena ditaklukkan Barcelona. Kemenangan Barcelona ini membuat sesak para MU Mania.
Tiga tahun silam, Samuel Eto’o mencetak gol pada final Liga Champions dan Barcelona keluar sebagai juara. Kali ini ia lagi-lagi sukses mencetak gol, dan El Barca kembali keluar sebagai juara
Stadion Olimpico Roma yang jadi tempat final Liga Champions, Kamis (28/5/2009) dinihari WIB menjadi saksi bisu keperkasaan Barcelona.
Eto’o dan Messi Antar Barca Bertahta
Arya Perdhana - detiksport
AFP/Mladen AntonovRoma - Barcelona tampil sebagai juara Liga Champions dengan memukul Manchester United 2-0 di final. Gol-gol Samuel Eto’o dan Lionel Messi sukses menghantar Barca menuju tahta.
Di partai final yang dipanggungkan di Stadion Olimpico Roma, Kamis (28/5/2009) dinihari WIB, Barcelona sebenarnya sempat tertekan di awal pertandingan sebelum berbalik unggul kemudian.
Eto’o membawa pasukan Josep Guardiola unggul dengan gol yang ia cetak di menit kesembilan. Messi menambahkan keunggulan juara Spanyol itu dengan gol sundulannya di menit 70.
Jalannya pertandingan
Baru satu menit pertandingan berjalan, MU sudah langsung mengancam. Sebuah tendangan bebas Cristiano Ronaldo dari jarak 32 meter ditahan Victor Valdes, tetapi bola muntah gagal dimanfaatkan oleh Park Ji-sung.Menit keenam, kembali ancaman datang untuk Valdes. Menguasai bola di luar kotak penalti, Ronaldo melepas tendangan deras yang arahnya masih melebar di kiri gawang Barca.
Dua menit sesudahnya, Ronaldo menguasai bola dengan dadanya di kotak penalti Barca. Sayap asal Portugal itu lalu mencoba menembak, tetapi arahnya tipis di kiri Valdes.
Saat terlihat tertekan, Barcelona justru sukses mencetak gol di serangan pertamanya ke gawang MU. Andres Iniesta mengirim umpan kepada Eto’o yang lalu sukses mengecoh bek MU dan dengan sekali tendang menjebol gawang Edwin van der Sar.
MU memperoleh sebuah tendangan bebas di muka kotak penalti Barca di menit 16. Namun eksekusi yang dilakukan oleh Ryan Giggs belum menemui sasaran karena melayang di atas mistar gawang.
Menit 19, sebuah umpan panjang menuju ke Park yang berakselerasi ke kotak penalti Barcelona. Valdes dengan sigap keluar dari sarangnya dan membuang bola ke luar lapangan.
Tak sampai semenit kemudian, Ronaldo mencoba melepaskan tembakan spekulasi. Namun tendangan kaki kiri CR7 lagi-lagi tipis menyamping di kiri gawang Valdes.
Barcelona yang perlahan mulai menguasai permainan juga mendapat kans di menit 26. Dari tendangan bebas semeter di luar kotak penalti, eksekusi Iniesta juga melambung tinggi.
Semenit sebelum pertandingan babak pertama usai, pertahanan MU dibuat panik oleh Lionel Messi. Umpan silang dari kiri Messi gagal ditangkap dengan lengket oleh Van Der Sar, tetapi Rio Ferdinand dengan baik menguasai bola dan mengamankan daerahnya.
Di babak kedua, MU mencoba memberi perlawanan, salah satunya dengan memasukkan Carlos Tevez untuk menggantikan Anderson. Seorang penyerang masuk untuk seorang gelandang.
Menit 48, lagi-lagi Barcelona mendapat peluang. Thierry Henry yang menguasai bola di sisi kiri kotak penalti mencoba melepas tendangan mendatar tetapi Van Der Sar dengan sigap menjinakkan bola.
Satu menit berikutnya, sebuah umpan terobosan dari Eto’o tak bisa dijangkau Messi. Penyerang mungil Argentina itu mengklaim berhak mendapat penalti, namun wasit menolaknya.
Barcelona gagal melaju 2-0 pada menit 53 akibat peran tiang gawang. Tendangan bebas Xavi sedikit di luar kotak penalti MU sudah melewati Van Der Sar, tetapi membentur tiang kiri dan gol gagal tercipta.
Pada menit 65, Barcelona terus mengeksploitasi kelemahan lini belakang MU. Henry kembali melepas tendangan dari sisi kiri kotak penalti MU dan lagi-lagi bola ditangkap Van Der Sar.
Menit 70, Barcelona memukulkan godamnya ke kepala ‘Setan Merah’ lewat gol Messi. Mendapat umpan silang dari Xavi, Messi yang tak terjaga dengan mudah menyundul bola ke gawang Van Der Sar untuk jadi gol kedua Barca.
Hanya semenit berselang, MU mencoba membalas dengan sebuah serangan sporadis. Namun tebalnya tembok pertahanan Barca membuat serangan The Red Devils yang digalang Ronaldo mentok.
Barcelona punya kans memperbesar kemenangan lagi di menit ke-73 ketika sundulan Carlos Puyol menyambut tendangan sudut berhasil dipeluk erat oleh Van Der Sar.
Meski sudah unggul 2-0, Barcelona tak mengendurkan serangan. Menit 79, Iniesta melepaskan tendangan keras, namun kesigapan Van Der Sar menangkap bola membuat ia kembali mengamankan gawangnya.
Masih tak cukup puas, Barca terus menggempur. Enam menit menjelang bubaran, umpan terobosan kepada Puyol yang overlap coba diselesaikan dengan tendangan tetapi Van Der Sar menahan si kulit bundar dengan tubuhnya dan menangkap bola liar.
Kans terakhir MU datang di menit 84. Dari satu tendangan sudut, Dimitar Berbatov mencoba menanduk bola tetapi arahnya masih melambung tinggi di atas mistar Valdes.
Setelah tiga menit waktu tambahan diberikan, akhirnya pertandingan disudahi oleh wasit Massimo Busacca dan resmi sudah Barcelona menjadi juara Liga Champions 2009. ( arp / roz )
Berburu buku
Mei 22, 2009 at 10:07 am | In catatanku | 3 CommentsTags: Books, Event, Lifestyle
Hmmm… sebenarnya postingan ini rada telat, karena seharusnya ini diposting tanggal 17 Mei 2009 kemarin bertepatan dengan hari buku nasional. Sebelumnya kupikir postingan ini udah terposting, eh pas dicek ternyata belum terposting …
.
Kali ini diriku pengen berbicara tentang buku, apapun namanya buku tetap aku suka baca, meski hanya beberapa buku yang akhirnya ku beli. Sebelumnya diriku menyukai buku filsafat, keagamaan tentang motivasi spiritual, termasuk novel dan chiklit dan teenlit.
Tapi seiring dengan perkembangan waktu dan orang – orang yang berada di sekitarku, minta terhadap membaca buku semakin kuat namun kategori buku yang kupiliih juga berubah. Kali ini minta membacaku beralih ke buku-buku pengembangan diri, kepemimpinan serta tak lupa motivasi spiritual.
Sebenarnya ada keinginan terdalamku, yakni memiliki klub buku, yang didalamnya kita bisa sharing tentang buku yang akan kita bahas (salah satu IMPIAN ). Bahkan berbicara IMPIAN, diriku pun menginginkan untuk memiliki satu toko buku, dan didalamnya terdapat cafe, serta full hotspot dengan konektivitas tingkat tinggi. Bagi yang ingin beli bukunya bisa beli, dan yang ingin mendapatkan buku gratis juga bisa.
Impian ini hadir karena saat ini minat membaca masih rendah, padahal BUKU adalah jendela dunia. Meski terdengar klise , tapi ternyata hal ini benar. Alasan ekonomi terus menjadi pencetus kenapa hal ini bisa terjadi, Pemerintah pun tak kalah gesitnya untuk meningkatkan minat membaca termasuk mendapatkan buku berkualitas dengan harga murah dan terjangkau.
Seperti setiap menjelang Hari Buku Nasional 17 Mei 2009, Pemerintah bekerja sama dengan banyak instansi dan penerbit menggelar pesta Buku termsauk di Sumsel, seperti Pesta Buku Sumsel 2009 di Sport Hall Kampus Jl POM IX Palembang dibuka, 9 hingga 17 Mei 2009. Sebanyak 30 stan menyediakan beragam jenis buku denganharga yang relatif terjangkau.
Perburuan buku pun dimulai dan akhirnya diriku bisa mendapatkan buku berkwalitas dengan harga terjangkau, lumayan untuk suatu penghematan, toh buku yang ada di obral tidak hanya buku lama tapi juga buku baru. Setiap bulan minimal 1 buku menambah koleksi bukuku, dan bulan Mei diriku menambahkan beberapa buku seperti La Tansa, The 10 Minute Life, Perjalanan hati , Hidupku adalah Sirkusku dan masih banyak lagi hmmmm… asyiknya
.
Ini sudah menjelang akhir Mei, dan diriku kembali mendapatkan referensi buku yang cukup bagus, dan sepertinya setelah menulis diriku akan bergegas ke toko buku kenamaan di kotaku (kan, gak boleh sebut merek !!!).
BUKAN CINTA BIASA
Mei 10, 2009 at 8:28 pm | In catatanku | 5 CommentsTags: Life, Love, Music, Personal, refleksi
Kali ini kusadari
Aku telah jatuh cinta
Dari hatiku terdalam
Sungguh aku cinta padamu
Cintaku bukanlah cinta biasa
Jika kamu yang memiliki
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku
Terimalah pengakuanku
Percayalah kepadaku
Semua ini kulakukan
Karena kamu memang untukku
Cinta ku bukan cinta biasa
Jika kamu yang menemani
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku
Terimalah pengakuanku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
Kali ini diriku bukan berbagi tentang film yang selesai ku tonton, dan menceritakan tentang film tersebut, kali ini tentang soundtrack film BUKAN CINTA BIASA dan ini tentang cerita hidupku. Hmmmm … mendengarkan lagu ini memberikan satu bentuk pengharapan tentang satu bentuk cinta yang saat ini kujalani.
Cinta apapun bentuknya tetaplah cinta yang selalu memberikan warna berbeda dalam hidup kita. Mungkin inilah saatnya aku mulai jujur kepada hati ini, dan menatap masa depan.
Masalah hati adalah sesuatu yang sangat sensitif, dan perubahan setiap hari tentang rasa cinta yang mengharapkan ridho dari Allah SWT pun semakin membuat diriku berharap semoga Allah menjadikan dia pasangan jiwa ini.
Entah kenapa hari ini aku ingin menuliskan semua rasa di hati ini, salahkah jika kita berharap untuk kebahagiaan yang hakiki, impian memiliki keluarga yang selalu diterangi cahaya cinta dan dilimpahi rahmat dan kasih sayang dari – Nya.
Kekuatan Luar Biasa
Mei 9, 2009 at 4:02 pm | In catatanku | 3 CommentsTags: Life, Lifestyle, Personal, refleksi
Setelah mendapatkan video motivasi dari motivasi muslim yang baru saja ditonton, membuat satu pencerahan. Video 6 menit yang sangat memberikan inspirasi. Tentang kekuatan luar biasa yang berada dalam diri kita. Sebenarnya diri kita tanpa kita sadari memiliki kekuatan yang sangat luar biasa.
Potensi tersebut akhirnya tertutup oleh rutinitas kita, dan saya sadar sampai saat ini saya belum mengeluarkan semua potensi saya dalam hidup ini? Selama ini kita sebenarnya membuang-buang kesempatan dan peluang dengan alasan “tidak bisa”.
Setelah menonton video ini, saya yakin kita semua akan bertanya apakah kita sudah melakukan yang terbaik dalam hidup selama ini?
Untuk mendapatkan semua hal yang kita inginkan pertama kali kita harus menyakininya dalam pikiran kita.
Percaya atau tidak, pikiran yang kita bayangkan setahun yang lalu tecipta sekarang dan pikiran yang sedang kita bayangkan saat ini sedang menciptakan kehidupan masa depan kita. Apa yang paling Anda pikirkan atau fokuskan akan muncul sebagai hidup Anda. Pikiran Anda akan menjadi sesuatu.
Selama ini, hampir dari setiap individu yang mendominasi bayangan dan pikiran adalah hal-hal yang negatif – kecewa, gagal, marah, selalu menyalahkan orang lain, frustasi, ragu, merasa selalu kekurangan – maka gelombang pikiran itu akan memantul ke semesta, menarik pikiran-pikiran negatif yang serupa, dan lalu mengirim balik kepada Anda.
Lingkaran kelam negativisme ini perlahan namun pasti akan membuat kita terpelanting dalam kisah hidup yang penuh kepiluan. Jika sudah demikian, apa yang mampu kita lakukan?
Sehingga marilah kita penuhi pikiran dengan visualisasi impian yang akan dicapai dalam masa mendatang, dan tentunya ini melahirkan energi positif dan menjadikan semangat hidup.
Para pakar motivasi senantiasa menganjurkan kita untuk selalu merawat otak dan pikiran kita agar berpikir positif. Agar kita selalu mendapatkan energi untuk mencapai semua impian, dan tentunya untuk berada dalam pikiran yang positif kita harus berkumpul dengan orang yang positif.
Tentu ingat kan tentang jika ingin melihat cerminan diri kita , maka lihatlah orang yang menjadi teman kita, jika kita berteman dengan penjual minyak wangi maka wangilah kita, jika kita berteman dengan pengusaha tentunya kita juga akan menjadi pengusaha.
Kebahagiaan sesungguhnya memerlukan perjuangan yang sangat panjang dan terjal, namun yang pastinya akan memberikan sesuatu yang sangat luar biasa. Yang pasti selalu hadapilah jalan yang panjang itu dengan sikap hidup positif, semangat yang luar biasa, dengan keyakinan yang mendalam dan tak lupa rasa syukur yang tak henti hanya untuk Allah SWT.
Percayalah, seribu malaikat pasti akan selalu mendengar doa yang kita bisikkan siang dan malam itu…….
Ucap Kita Do’a Kita
Mei 9, 2009 at 11:18 am | In catatanku | Leave a CommentTags: Life, news, Personal, refleksi
Ingat lah engkau bahwa sebagian dari ucapan kita adalah Sebuah Doa…..
Boleh jadi Septi, nama akrabnya, memang hanya mencita-citakan satu hal dalam hidupnya yakni diterima dan dicintai semua orang di sekelilingnya dengan kondisi tubuh yang serba kekurangan. Rambut lebat nyaris menutupi sekujur tubuh bocah berusia sepuluh tahun ini.
Tak hanya rambut, yang membuat orang seketika melihatnya mirip primata karena rahang atas dan bawahnya yang menonjol, hidung pesek berbulu halus, kelopak mata melebar ke dahi serta telinga yang hampir tak memiliki lubang.
Awalnya pasti kaget, namun bila sudah berbincang dan menatapnya sekian lama, pandangan aneh terhadap bocah inipun perlahan akan luntur..
“Pertama kali Septi keluar dari kandungan ibunya, saya sangat terkejut dan anak itu hampir jatuh dari tangan saya,” ujar Ija, bidan desa yang membantu persalinan ibu Septi, Fatma Nusi, sepuluh tahun lalu di Desa Tilangobula, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango.
Dengan keanehan yang dimiliknya, tak pelak kehadiran Septi ke dunia menghebohkan warga setempat, yang kemudian mengkaitkannya dengan kutukan.
Pandangan sebelah mata, cemooh, gunjingan dan bahkan rasa simpati yang datang dari tetangga pun merupakan hal yang biasa diterima keluarganya.
Bukannya tak pernah putus asa, namun bagi Fatma penyesalan dan air mata rasanya tak pantas dikucurkan atas kehadiran Septi yang hanya berbeda fisik dengan manusia ciptaan Tuhan lainnya.
Ucapan Jadi Kenyataan
” Kamu minta buah terus, kayak mengandung bayi monyet saja “. Itu kalimat yang dilontarkan ayah Septi, Yusni Abdul (35) saat Fatma mengandung putri keduanya itu.
Kalimat yang diibaratkan sebagai kutukan oleh ayah Septi yang kesal karena istrinya selalu mengidamkan buah-buahan itu, kemudian diyakini sebagai penyebab anaknya terlahir dengan wajah layaknya seekor kera.
“Mungkin ucapan itu didengar Tuhan dan akhirnya menjadikannya kenyataan sebagai cobaan bagi saya dan suami,” ujar Fatma dengan nada sendu, mengenang rasa pedih saat hamil.
Tiga tahun sejak Septi dilahirkan, Fatma terpaksa membesarkan ketiga anaknya setelah ditinggal cerai suaminya yang malu karena memiliki anak dengan fisik yang berbeda dengan anak normal lainnya.
Meski hanya sebagai pembantu rumah tangga, Fatma membesarkan Septi dengan penuh kasih sayang, tanpa membedakannya dari kedua saudaranya.
Rasa pedih kian menusuk kalbu Fatma, ketika melihat putrinya sejak usia empat tahun kadang-kadang berjalan merangkak dan tampak lincah seperti kera.
“Saya sering memarahinya kalau berjalan merangkak. Takutnya akan jadi kebiasaan dan orang-orang akan yakin dia memang hampir seperti monyet,” ujar Fatma.
Alhasil, usaha Fatma untuk menghilangkan kebiasaan anaknya itupun berhasil. Septi kini nyaris tak pernah lagi berjalan merangkak, sehingga tak ada lagi perilakunya yang dianggap aneh.
Meski memiliki seorang anak yang abnormal dan hidup sebagai orang tua tunggal, namun tak pernah terpikirkan di benakknya untuk membunuh atau membuang putrinya itu, seperti yang marak dilakukan oleh orang tua putus asa belakangan ini.
“Memang berat menjalani semuanya, namun saya yakin Septi hadir dalam kehidupan saya untuk melihat sebesar apa sabar dan kasih sayang terhadapnya,” kata Fatma.
Tetap Sekolah
Septi jauh lebih beruntung. Ia tak kehilangan keceriaan pada masa kanak-kanaknya dan masih mengenyam pendidikan formal dengan hasil banting tulang ibunya yang juga sebagai buruh cuci keliling.
Kini ia duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar Dumbaya Bulan, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari rumahnya yang terbalut anyaman bambu itu.
“Septi sempat tinggal kelas waktu di sekolah lama. Ia mengaku tertekan karena diejek teman-temannya,” kata salah seorang guru Septi, Elvin Adam.
Meski bocah itu tak tergolong juara kelas, namun Septi adalah siswi yang mandiri dalam mengerjakan tugas serta tes ujian alias anti nyontek.
Bahkan, angka delapan dan sembilan kerap menghiasi raport Septi untuk mata pelajaran Agama Islam dan olahraga.
“Septi paling suka lomba lari, selalu jadi juara.. Kata Pak Guru, kelak saya bisa jadi atlit hebat dan bisa jalan-jalan ke Jakarta ,” ujar Septi dengan polosnya.
Di sekolah itu, ia mengaku bisa lebih berbaur dengan semua temannya, kendatipun pada awalnya juga harus membiasakan diri dengan tatapan aneh dari orang disekelilingnya.
Anak lincah itu justru menuai perhatian berlebih dari gurunya, karena dianggap lebih membutuhkan banyak kasih sayang dibanding anak didik lain yang normal.
Kelainan Genetik?
Tak ada yang tahu kenapa Septi terlahir demikian.
Mungkin sebentar lagi bocah berambut panjang itu akan menjadi obyek penelitian oleh sejumlah ilmuwan.
Terlebih, Departemen Kesehatan RI menginstruksikan segera membawa Septi ke Jakarta , untuk diteliti apa yang menjadi penyebab kelainan fisik anak yang dikenal periang itu.
“Untuk sementara ini, Depkes akan meneliti dulu apakah kelainan ini disebabkan faktor genetik atau bukan,” kata Kepala Pusat Pemeliharaan Kesehatan Depkes RI , Cholik Masulili.
Penelitian ini bisa jadi akan menjadi temuan baru dalam ilmu sains, mengingat kasus seperti yang dialami Septi merupakan yang pertama di Indonesia .
Tawaran dari Depkes ini pun diterima dengan senang hati oleh Septi dan keluarganya.
Ibunya memang tak berharap wajah Septi bisa seperti anak normal lainnya, namun ia punya harapan besar bahwa putri kecilnya itu punya masa depan yang lebih cerah setelah ditangani sejumlah dokter ahli dan peneliti nanti.
“Kalau wajah diubah itu rasanya tak mungkin lagi, yang penting rambut di badannya bisa hilang itu sudah lebih dari cukup,” harap Fatma.
Sementara bagi sang anak, rencana untuk ke Jakarta itu sudah sangat dinanti, dengan harapan saat balik nanti ia punya segudang cerita buat teman sepermainannya di desa.
Setidaknya, kata Septi, ia bisa mewujudkan impiannya untuk jalan-jalan ke Jakarta dan naik pesawat.
Lebih dari itu, hanya satu yang paling diinginkan Septi, “Jangan panggil saya monyet!” katanya. (*)
Terkadang ketika hati kesal seseorang tidak berpikir lagi apa yang sedang dilakukan dan diucapkannya sehingga kata-kata buruk pun keluar dari mulut kita, padahal Allah memberikan mulut untuk mengeluarkan kata – kata baik dan pujian kepadanya.
Jika sesuatu yang buruk terjadi karena berdasarkan apa yang kita ucapkan, ini salah siapa ???
Semoga pelajaran diatas dapat memberikan manfaat bagi kita untuk melakukan perubahan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Jamila dan Sang Presiden
Mei 5, 2009 at 2:01 pm | In catatanku | 7 CommentsTags: Life, Lifestyle, movies, refleksi

Ketika mendengar promo film “Jamila dan Sang Presiden ” , langsung saja beragam rencana muncul untuk menonton film yang satu ini.
Dan akhirnya bersama teman sekantor Mbak Dona, Cek Dev dan Landik, kita menonton film ini, nekat aja sih. Karena rasa penasaran dengan cerita dibalik trafficking yang berujung pada pembunuhan.
Filmnya diawali dengan Jamila (Atiqah Hasiholan), seorang pelacur yang sejak belia telah menjadi korban trafficking, sejak kecil ketika dititipkan untuk sekolah , Jamila kecil menjadi pemuas pemuas nafsu paman dan sepupunya, begitupun dengan Ayah Jamila ikut mencicipi tubuh anaknya yang akhirnya membuat terdampar pada praktek prostitusi.
Perjalana Jamila pun menemukannya seorang pria yang baik hati dan menjaganya, dia adalah seorang menteri bernama Nurdin (Adjie Pangestu). Jamila merasa dicintai dan dihargai.
Masalah status pun menjadi impian Jamila, namun hal itu tidak pernah menjadi kenyataan karena Sang menteri telah membuatnya kecewa. Hingga akhirnya terjadi pertengkaran antara mereka dan berujung dengan kematian Nurdin.
Kasus pembunuhan itu pun menjadi berita hangat dan kontroversial. Ketua Kaum fanatik bayaran (diperankan Fauzi Baadila) pun menekan pemerintah untuk mengganjar Jamila dengan hukuman mati.
Jamila dijebloskan ke penjara khusus wanita. Penjara tersebut dikepalai oleh Ria (Christine Hakim), sipir yang terkenal tegas dan ditakuti.
Ketika kekuasaan dan uang menjadi penentu dari harga sebuah keadilan, dimana keadilan itu?
Adilkah anak kecil diperkosa oleh orang yang mereka hormati, yang selayaknya mendidik mereka ?
Adilkah seorang perempuan diperjual belikan ?
Atau Adil bagi mereka yang membunuh dan dihukum mati ?
Akting Atiqah Hasiholan sebagai Jamila memang patut diacungi jempol karena mampu menunjukan kemampuan aktingnya memerankan karakter Jamila, pelacur yang stres dan depresi.
Selain itu yang tak kalah mengejutkan aktris peraih Citra Christine Hakim yang berakting sebagai sipir penjara yang ‘galak’. Apalagi ini merupakan akting perdananya sebagai sosok antagonis.
‘Jamila dan Sang Presiden‘ hadir ’menyentil’ para penguasa republik ini. Masalah human trafficking dan woman abuse merupakan masalah sosial yang dihadapi Indonesia.
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.


